Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya mulai merancang wajah baru Kebun Binatang Surabaya (KBS) bukan sekadar sebagai tempat rekreasi siang hari, tetapi sebagai destinasi wisata malam yang lebih hidup dan estetik. Penataan ini menjadi bagian dari upaya rebranding KBS untuk menjawab perubahan tren wisata perkotaan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pembenahan tidak hanya fokus pada penambahan fasilitas, tetapi pada pengalaman pengunjung sejak pertama kali melihat area depan KBS.
“Begitu orang melihat tampilan depannya, langsung tertarik untuk masuk. Itu yang sedang kita bangun,” kata Eri, Sabtu, 25 April 2026.
Penataan tahap awal difokuskan pada area pintu masuk, pintu keluar, dan plaza di sekitar ikon patung Sura dan Baya. Kawasan yang selama ini terkesan padat dan kurang tertata akan diubah menjadi ruang terbuka yang lebih menyatu dengan taman kota.
Konsep desain yang diusung adalah organik, menyelaraskan elemen alam dengan tata ruang modern. Tampilan luar KBS akan dibuat lebih terbuka, hijau, dan ramah pengunjung.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, menyebutkan bahwa perubahan tampilan luar menjadi langkah awal untuk membangun kesan baru KBS. “Area depan akan kita buka dan tata ulang. Plaza, taman, hingga gerbang utama akan terintegrasi agar terlihat lebih rapi dan menarik,” jelasnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat mengunjungi KBS. (Humas Pemkot Surabaya)
Tak hanya dari sisi fisik, Pemkot juga menyiapkan penguatan daya tarik dari dalam. Dalam waktu dekat, KBS akan mendapatkan tambahan koleksi satwa hasil kerja sama internasional dengan Jepang. Kehadiran satwa baru ini diharapkan menjadi magnet baru bagi pengunjung. Meski belum merinci jenis satwa yang akan didatangkan, Eri memastikan akan ada beberapa pasang satwa baru yang menambah keragaman koleksi KBS.
Penataan ini juga menjadi fondasi utama pengembangan konsep night zoo, di mana KBS akan didorong menjadi destinasi wisata malam yang nyaman dan menarik. “Konsep night zoo ini yang ingin kita kuatkan, sehingga orang tidak hanya datang siang hari, tapi juga malam hari,” tambah Eri.
Pengerjaan penataan ditargetkan dimulai April 2026 dan rampung dalam waktu sekitar enam bulan, atau paling lambat Oktober 2026. Seluruh pengerjaan dilakukan secara paralel di sisi utara dan selatan. Dengan konsep baru ini, Pemkot Surabaya ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap KBS—dari sekadar kebun binatang konvensional menjadi ruang rekreasi modern yang hidup sepanjang hari.
Editor : Andi Setiawan