Pemkot Surabaya Kebut Revitalisasi Plaza KBS, Dukung Daya Tarik Wisata dan Konsep Night Zoo

author Rahmat

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memantau revitalisasi kawasan luar Kebun Binatang Surabaya (KBS) termasuk plaza Patung Sura dan Baya, pengembangan konsep Night Zoo. (Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memantau revitalisasi kawasan luar Kebun Binatang Surabaya (KBS) termasuk plaza Patung Sura dan Baya, pengembangan konsep Night Zoo. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat penataan kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS), sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendukung pengembangan konsep Night Zoo yang tengah dipersiapkan.

Revitalisasi yang saat ini berjalan difokuskan pada area luar KBS, baik di sisi selatan maupun utara, termasuk kawasan plaza dan ikon Patung Sura dan Baya yang selama ini menjadi salah satu titik favorit pengunjung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, mengatakan bahwa pengerjaan tahap awal diprioritaskan pada area yang berada di luar zona konservasi satwa agar aktivitas penataan dapat berjalan lebih optimal tanpa mengganggu operasional di dalam kebun binatang.

“Prioritas yang kami kerjakan saat ini adalah area-area luar yang bukan berada di dalam zona KBS. Salah satunya kawasan plaza Patung Sura dan Baya di sisi selatan yang sedang dilakukan pengecatan dinding dan perbaikan area plaza,” kata Iman, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, revitalisasi kawasan tidak hanya menyasar aspek estetika, tetapi juga pembenahan infrastruktur pendukung agar kawasan KBS menjadi lebih nyaman, aman, dan representatif bagi wisatawan.

Selain pengecatan dan peremajaan plaza, Pemkot Surabaya juga melakukan sejumlah pekerjaan pendukung lainnya, mulai dari perbaikan saluran drainase, penataan vegetasi, penebangan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan, hingga pembersihan kawasan di sekitar pintu masuk KBS.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan mendukung kenyamanan pengunjung yang datang ke salah satu destinasi wisata legendaris Kota Pahlawan tersebut. “Perbaikan yang dilakukan bukan hanya pengecatan. Kami juga melakukan pembenahan drainase, pembersihan area, serta penataan sejumlah pohon di kawasan sekitar KBS. Seluruh pekerjaan masih berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Iman menjelaskan, untuk pekerjaan yang bersifat besar atau membutuhkan anggaran lebih tinggi, seperti perbaikan fasad bangunan utama, akan menjadi tanggung jawab Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya. “Untuk pekerjaan yang bersifat mayor seperti fasad bangunan, itu akan ditangani oleh pihak KBS sendiri karena masuk aset dan properti KBS serta membutuhkan anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Pemkot Surabaya menargetkan seluruh pekerjaan penataan kawasan plaza sisi selatan dan utara dapat diselesaikan dalam waktu enam bulan sejak dimulai pada April 2026. Hingga saat ini, progres pekerjaan dinilai masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Iya, targetnya tetap enam bulan sejak pengerjaan dimulai,” tegas Iman.

Dengan target tersebut, revitalisasi kawasan luar KBS diharapkan dapat selesai pada akhir 2026 sehingga wajah baru kawasan wisata tersebut dapat segera dinikmati masyarakat dan wisatawan. Kata Iman, program penataan kawasan KBS merupakan bagian dari visi besar Pemkot Surabaya untuk menghidupkan kembali daya tarik kebun binatang yang telah menjadi ikon wisata kota selama puluhan tahun.

Salah satu fokus pengembangan yang didorong Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi adalah menghadirkan konsep Night Zoo atau wisata kebun binatang pada malam hari yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Karena itu, kawasan luar KBS menjadi perhatian khusus agar mampu memberikan kesan pertama yang menarik dan nyaman bagi wisatawan sebelum memasuki area utama kebun binatang.

“Pak Wali Kota menginginkan agar konsep Night Zoo semakin menarik dan dapat dinikmati masyarakat. Karena itu kawasan luar juga harus ditata dengan baik agar mampu mendukung promosi dan meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke KBS,” ungkapnya.

Revitalisasi kawasan luar KBS menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya dalam memperkuat posisi Kebun Binatang Surabaya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Dengan pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas ruang publik, serta pengembangan konsep wisata baru seperti Night Zoo, KBS diharapkan tidak hanya menjadi tempat konservasi satwa, tetapi juga pusat rekreasi edukatif yang mampu menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun luar daerah.

Berita Terbaru

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Jurnas.net – Jajaran Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) turun langsung menemui sejumlah tenant melalui program BOD Visit Tenant. Selain m…

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Jurnas.net - Sebanyak 150 anak dari seluruh kecamatan di Jepara mengikuti lomba kolase. Mereka menggunakan serbuk kayu sebagai bahan baku berkarya. Ketua…

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…