Jatim Sumbang 52,10 Persen Produksi Tembakau Nasional, Produktivitas Terus Diperkuat Hadapi Perubahan Iklim

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno. (Istimewa)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno. (Istimewa)

Jurnas.net - Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung tembakau nasional. Dengan kontribusi mencapai 52,10 persen dari total produksi nasional, provinsi ini menjadi penopang utama industri tembakau Indonesia sekaligus menghadapi tantangan besar berupa perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas petani.

Data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur mencatat, pada 2025 luas areal tanam tembakau di provinsi ini mencapai 131.017,41 hektare dengan total produksi 147.794,10 ton. Produksi tersebut menyumbang lebih dari separuh total produksi tembakau nasional yang berada di kisaran 256.000 ton.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, mengatakan komoditas tembakau masih menjadi salah satu sektor perkebunan strategis yang menopang perekonomian daerah. Saat ini, terdapat 29 kabupaten/kota di Jawa Timur yang menjadi sentra pengembangan tembakau.

"Pada tahun 2025, Jawa Timur memiliki luas areal tembakau sebesar 131.017,41 hektare dengan total produksi mencapai 147.794,10 ton. Kontribusinya mencapai 52,10 persen terhadap produksi nasional," kata Heru, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Heru, keunggulan Jawa Timur tidak hanya terletak pada besarnya produksi, tetapi juga keberagaman jenis tembakau yang dibudidayakan. Sedikitnya terdapat lima varietas utama yang memiliki karakteristik dan pangsa pasar berbeda.

Varietas pertama adalah tembakau Jawa atau tembakau hitam yang menjadi bahan baku utama sigaret kretek tangan (SKT). Tembakau ini dikenal memiliki kadar nikotin tinggi sehingga memberikan cita rasa yang kuat.

Selanjutnya, tembakau Kasturi atau Virginia yang termasuk kelompok tembakau kuningan. Jenis ini memiliki kadar nikotin rendah dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pengisi (filler) untuk sigaret kretek mesin (SKM) maupun SKT.

Jenis lainnya ialah tembakau Madura yang dikenal sebagai tembakau aromatik. Kandungan gula reduksi yang tinggi membuat tembakau ini memiliki aroma harum dan cita rasa manis alami sehingga banyak digunakan sebagai pemberi aroma pada produk rokok.

Sementara itu, tembakau Besuki Na Oogst menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Jawa Timur. Varietas ini digunakan sebagai bahan baku cerutu premium dan dibudidayakan dengan standar internasional yang ketat sesuai kebutuhan pasar global.

Adapun jenis kelima adalah White Burley, varietas introduksi yang kini menjadi bahan baku utama sigaret putih mesin (SPM). Awalnya dikembangkan di Kabupaten Lumajang, tembakau ini kini mulai dibudidayakan di Banyuwangi, Ponorogo, dan Pacitan.

Di balik besarnya kontribusi tersebut, Heru mengingatkan bahwa budidaya tembakau sangat bergantung pada kondisi cuaca. Karena itu, petani diminta terus memantau informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum maupun selama musim tanam.

Menurut dia, tanaman tembakau membutuhkan kondisi lahan yang relatif kering, paparan sinar matahari yang cukup, serta curah hujan rendah. Kelembapan yang tinggi maupun genangan air dapat menurunkan kualitas daun sekaligus meningkatkan risiko serangan penyakit tanaman.

"Tanaman tembakau sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih dan genangan air. Kondisi tersebut dapat memicu serangan penyakit sehingga berdampak terhadap kualitas maupun hasil panen," katanya.

Untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen, Dinas Perkebunan Jawa Timur menjalankan berbagai program penguatan sektor tembakau. Program tersebut meliputi intensifikasi budidaya melalui bantuan pupuk, alat dan mesin pertanian, penyediaan benih bermutu, hingga pendampingan teknis kepada petani.

Selain itu, pemerintah juga memberikan pelatihan mengenai pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), teknologi budidaya, serta teknik panen dan pascapanen agar mutu tembakau tetap terjaga.

Menurut Heru, peningkatan kapasitas petani juga diarahkan untuk menghadapi dampak perubahan iklim melalui berbagai pelatihan adaptasi dan mitigasi sehingga produksi tembakau Jawa Timur tetap kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

"Dengan peningkatan kemampuan petani dalam budidaya hingga penanganan pascapanen, kami berharap kualitas tembakau Jawa Timur semakin baik dan daya saingnya terus meningkat di tengah tantangan perubahan iklim," pungkasnya.

Berita Terbaru

Soekarno Cup 2026 Bergulir di Jatim, Satukan Talenta Muda Sepak Bola dari Papua hingga Sumut

Soekarno Cup 2026 Bergulir di Jatim, Satukan Talenta Muda Sepak Bola dari Papua hingga Sumut

Selasa, 04 Agu 2026 16:32 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 resmi memasuki edisi ketiga dengan mengusung semangat persatuan dan pembinaan talenta muda dari b…

Wamenhub Kunjungi Korban KM Mutiara Sentosa II, Keluarga Korban Terima Santunan hingga Rp125 Juta

Wamenhub Kunjungi Korban KM Mutiara Sentosa II, Keluarga Korban Terima Santunan hingga Rp125 Juta

Selasa, 04 Agu 2026 13:22 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 13:22 WIB

Jurnas.net - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol. (Purn) Suntana melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Selasa (4/8/2026), untuk memastikan…

Eri Cahyadi Minta Mal di Surabaya Tak Tinggikan Pagar, Utamakan Estetika dan Rasa Aman

Eri Cahyadi Minta Mal di Surabaya Tak Tinggikan Pagar, Utamakan Estetika dan Rasa Aman

Selasa, 04 Agu 2026 11:49 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 11:49 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkoordinasi dengan sejumlah pengelola pusat perbelanjaan agar tidak membangun pagar dengan ketinggian…

KUHAP Baru Berlaku, PT Surabaya Terapkan Sidang Elektronik untuk Perkara Pidana

KUHAP Baru Berlaku, PT Surabaya Terapkan Sidang Elektronik untuk Perkara Pidana

Selasa, 04 Agu 2026 10:44 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:44 WIB

Jurnas.net – Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya mulai menerapkan persidangan elektronik untuk perkara pidana sebagai tindak lanjut berlakunya Undang-Undang Nomor 2…

Tangis Haru Keberangkatan 156 Karyawan HS ke Tanah Suci

Tangis Haru Keberangkatan 156 Karyawan HS ke Tanah Suci

Selasa, 04 Agu 2026 08:30 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 08:30 WIB

Jurnas.net - Air mata Yoga dan Yogi, 20, tak mampu lagi dibendung menjelang keberangkatan rombongan karyawan HS Surya Group menuju Tanah Suci pada Senin pagi, 3…

SIER Bidik Investasi Baru dari Taiwan, Promosikan Kawasan Industri di Hadapan 100 Investor

SIER Bidik Investasi Baru dari Taiwan, Promosikan Kawasan Industri di Hadapan 100 Investor

Senin, 03 Agu 2026 17:22 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperluas upaya menarik investasi asing dengan mempromosikan kawasan industrinya kepada sekitar 100 i…