Muktamar Ke-35 PBNU: Menjaga Marwah Organisasi di Tengah Transformasi Digital

author jurnas.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Flayer Muktamar ke- 35 PBNU. (Istimewa)
Flayer Muktamar ke- 35 PBNU. (Istimewa)

Oleh: Ir. La Mema Parandy, S.T., M.M., CBPA., IPM.

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, merupakan momentum penting bagi organisasi memasuki abad kedua. Muktamar bukan sekadar forum memilih Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tetapi menjadi arena strategis untuk merumuskan arah organisasi dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang berkembang semakin cepat.

Di tengah derasnya arus transformasi global, NU dituntut tidak hanya menjaga warisan tradisi pesantren, tetapi juga mampu membangun tata kelola organisasi yang semakin modern, profesional, dan adaptif. Karena itu, ukuran keberhasilan Muktamar tidak berhenti pada terpilihnya pemimpin baru, melainkan pada kemampuan forum menghasilkan keputusan yang memperkuat persatuan jam'iyah sekaligus menyiapkan organisasi menghadapi tantangan masa depan.

Salah satu indikator penting yang menunjukkan semakin matangnya tata kelola NU adalah proses validasi kepesertaan Muktamar. Tahapan Daftar Peserta Sementara (DPS) yang dilakukan PBNU menjadi instrumen untuk memastikan seluruh pemilik hak suara memiliki legalitas yang sah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Proses ini bukan sekadar administrasi, melainkan fondasi legitimasi seluruh keputusan Muktamar.

Dalam organisasi sebesar NU yang memiliki ratusan pengurus wilayah dan cabang, bahkan jaringan internasional melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), kepastian mengenai hak representasi menjadi sangat penting. Validasi peserta menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi sengketa, menghindari dualisme kepengurusan, sekaligus menjaga kepercayaan warga Nahdliyin terhadap mekanisme demokrasi organisasi.

Lebih dari itu, Muktamar kali ini berlangsung ketika NU memasuki fase transformasi kelembagaan yang semakin kuat. Digitalisasi organisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Pengelolaan administrasi, kaderisasi, pelayanan organisasi, hingga pengambilan keputusan berbasis data merupakan keniscayaan bagi organisasi yang memiliki jaringan sangat luas.

Digitalisasi harus dipahami sebagai perubahan cara kerja organisasi, bukan sekadar penggunaan teknologi. Integrasi data kepengurusan, sistem administrasi yang lebih efisien, penguatan basis data kader, hingga layanan organisasi yang mudah diakses akan meningkatkan efektivitas koordinasi dari tingkat pusat hingga daerah. Dengan tata kelola yang terdigitalisasi, organisasi dapat bekerja lebih cepat, akurat, dan akuntabel.

Namun, transformasi digital tidak cukup hanya dengan membangun sistem informasi. Keberhasilannya bergantung pada kualitas sumber daya manusia, literasi digital, keamanan data, serta budaya kerja yang terbuka terhadap perubahan. Teknologi hanyalah alat. Nilai utama tetap terletak pada integritas pengelolanya dan komitmen organisasi untuk menjadikan teknologi sebagai instrumen pelayanan kepada umat.

Di sinilah NU memiliki tantangan sekaligus keunggulan. Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang tumbuh dari tradisi pesantren, NU memiliki modal sosial yang sangat besar berupa jaringan ulama, pesantren, lembaga pendidikan, organisasi otonom, lembaga sosial, hingga diaspora di berbagai negara. Seluruh potensi tersebut akan memberikan dampak yang jauh lebih besar apabila dikelola secara terintegrasi melalui tata kelola digital yang baik.

Meski demikian, modernisasi organisasi tidak boleh menghilangkan identitas NU. Tradisi musyawarah, ukhuwah, tawassuth, tawazun, dan tasamuh harus tetap menjadi fondasi dalam setiap proses pengambilan keputusan. Digitalisasi seharusnya memperkuat nilai-nilai tersebut, bukan menggantikannya. Teknologi harus menjadi sarana memperluas kemaslahatan, bukan mengurangi ruh organisasi.

Dinamika menjelang Muktamar juga memperlihatkan bahwa demokrasi internal NU berjalan secara hidup. Perbedaan pandangan mengenai tata tertib, kaderisasi, maupun mekanisme pencalonan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar. Yang harus dijaga adalah agar seluruh proses berlangsung dalam koridor adab, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keputusan forum.

Karena itu, kepemimpinan yang lahir dari Muktamar harus mampu menjadi titik temu berbagai aspirasi. NU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki legitimasi organisatoris, tetapi juga kapasitas manajerial, keteladanan moral, kemampuan membangun konsensus, dan visi yang mampu membawa organisasi menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Ke depan, tantangan NU akan semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan artifisial, transformasi ekonomi digital, perubahan karakter generasi muda, hingga dinamika sosial-keagamaan menuntut organisasi memiliki kemampuan beradaptasi secara cepat. Kondisi tersebut memerlukan tata kelola yang semakin profesional, transparan, dan berbasis data, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi identitas NU sejak didirikan.

Pada akhirnya, Muktamar Ke-35 PBNU harus dimaknai sebagai momentum konsolidasi organisasi, bukan sekadar kontestasi kepemimpinan. Forum ini diharapkan melahirkan konsensus yang memperkuat persatuan jam'iyah, memperbaiki tata kelola organisasi, mempercepat transformasi digital, serta memperkokoh peran NU sebagai kekuatan moral, sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Jika mampu menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, antara nilai dan teknologi, serta antara demokrasi organisasi dan kepemimpinan yang visioner, NU akan tetap menjadi organisasi yang kokoh menjaga marwahnya sekaligus relevan amenjawab tantangan abad ke-21. Itulah makna strategis Muktamar Ke-35: bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi menyiapkan masa depan Nahdlatul Ulama dan kontribusinya bagi Indonesia serta peradaban dunia.

 

Penulis adalah peneliti, akademisi, praktisi, penulis dan pemerhati organisasi dan teknologi

Berita Terbaru

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Pahlawan 2026, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Instalasi T…

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Jurnas.net – PDI Perjuangan menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi terhadap ketegasan dan keberanian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam m…

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi di 22 lokasi y…

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Jurnas.net - Aksi tutup paksa toko kelontong Madura oleh LSM ‘Keluarga Madura Yogyakarta' (KMY) kembali terjadi. Jika sebelumnya terjadi pada Juni 2026, di k…

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The E…

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

PBNU mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons keluhan masyarakat terkait tindakan aparat kepolisian dalam penegakan hukum di Sukoharjo…

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Peringatan Hari Pahlawan di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat pada 1-2 November 2026 berlangsung meriah.…

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Sikap sejumlah perusahaan asuransi yang masih berhati-hati dalam memberikan perlindungan terhadap mobil listrik menjadi alarm bagi pemerintah…

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Jurnas.net - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan pembahasan sejumlah hal penting dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih…

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…

PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League

PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League

Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri puasa kemenangan di BRI Super League 2026/2027 pascamengandaskan perlawanan Borneo FC Samarinda dalam laga yang…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …