Jeep Tour Disiapkan Untuk Antar Wisatawan Keliling Kota Lama di Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Balai Kota Surabaya. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)
Balai Kota Surabaya. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen penuh dalam menghidupkan wisata heritage di kawasan kota lama. Para pelancong nantinya dapat mengelilingi kota lama dengan memilih paket wisata yang telah disediakan, mulai dari Walking Tour, Bike, Tour, hingga yang paling terbaru bisa memilih paket wisata Jeep Tour.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan bahwa sejumlah paket wisata telah berjalan dan sudah dinikmati oleh para wisatawan. Bahkan, dalam upaya menghidupkan wisata kota lama, pemkot mempersilahkan komunitas dan travel agensi untuk menyediakan paket wisata.

“Paket wisata sudah berjalan, bahkan Walking Tour sudah berjalan terlebih dahulu dengan diinisiasi atau dijalankan oleh komunitas maupun travel agensi. Mereka berkeliling kota lama dengan beberapa rute,” kata Hidayat Syah, Minggu, 21 Januari 2024.

Upaya ini sejalan dengan proses revitalisasi yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya di kawasan Pecinan dan Eropa. Kedua zona wisata yang berdekatan ini tengah di kebut revitalisasinya. Mulai dari wisata kuliner khas Pecinan melalui kegiatan Kya-Kya Rebon yang sudah dibuka sejak tahun 2023, lalu dipercantik dengan pemasangan papan nama toko bahasa Mandarin, serta dekorasi untuk menguatkan nuansa Chinatown.

Selanjutnya, di kawasan Eropa sendiri, Pemkot Surabaya memulainya dari Taman Sejarah yang ditambah dengan arena bermain basket, playground, hingga F&B. Selain itu, di beberapa titik strategis akan di pasang cobblestone, lalu perapian vegetasi yang tidak menutupi bagunan agar dapat menonjolkan keunikan bagunan lawas gaya Eropa.

“Eropa street furniture akan dimasukkan di sana, misalkan warna, bentuk, dan PJU. Harapannya dengan revitalisasi kawasan itu, mereka jadi lebih nyaman membawa tamu untuk berkeliling dengan jalan kaki di area tersebut,” ujarnya.

Hidayat Syah menambahkan bahwa Pemkot Surabaya menginisiasi paket wisata terbaru yang tengah dimatangkan, yakni paket wisata Jeep Tour. Rencananya, rute yang dilalui akan dimulai dari Pos Bloc karena menjadi salah satu titik menarik di kawasan zona Eropa.

“Kalau Walking Tour, rute tidak terlalu panjang, sedangkan Jeep bisa melewati jalan besar dengan rute yang lebih jauh. Pos Bloc kebetulan juga sedang direvitalisasi dan bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Sehingga upaya itu nanti terintegrasi antara Pos Bloc dan kawasan (Pecinan dan Eropa) mulai dari Taman Sejarah menggunakan Jeep Tour,” terangnya.

Pemkot Surabaya juga berencana berkolaborasi dengan para pemilik Jeep Willys untuk membuat paket wisata Jeep Tour, yakni salah satu komunitas terbesar yang ada di Kota Pahlawan. Paket wisata Jeep Tour ini akan sama dengan sejumlah wisata berbayar yang ada di Kota Surabaya, seperti Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Wisata Perahu Susur Sungai Kalimas, dan lainnya

“Nantinya mereka juga akan bekerjasama secara langsung dengan Pos Bloc. Saat ini kami masih berkomunikasi dengan Pos Bloc untuk menata pola kerjasama. Jeep Tour berbayar dan masih dihitung nominalnya,” ungkapnya.

Dengan demikian, Hidayat Syah berharap para pelancong akan lebih mudah berkeliling di kawasan kota lama. Sebab, kawasan kota lama menjadi salah satu ikon destinasi utama Kota Surabaya yang terus di tawarkan kepada para pengunjung.

Apalagi Pemkot Surabaya mempermudah para pelancong yang bertandang ke kota lama dengan transportasi umum. Yaitu melalui armada transportasi umum Suroboyo Bus dan Wira-Wiri Suroboyo. Para pelancong dapat memulai perjalannya melalui centerpoint di Taman Sejarah Surabaya.

“Ini menjadi kesempatan wisatawan menggunakan transportasi umum. Dengan mudah mereka akan langsung turun di titik center poinnya kota lama. Kemudian wisatawan bisa mengexplore lagi kawasan kota lama saat pulang menggunakan Suroboyo Bus,” pungkasnya.

Berita Terbaru

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …

Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Sebut 130 PCNU Siap Kembalikan Dana ke KPK

Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Sebut 130 PCNU Siap Kembalikan Dana ke KPK

Kamis, 15 Okt 2026 07:19 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 07:19 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus kiai kampung, berencana kembali melaporkan sejumlah pihak ke …