Fuad Benardi: Direksi BUMD Harus Dievaluasi, Produk Laris Tapi Rugi Rp50 Miliar

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi. (Dok: Jurnas.net)
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net - Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyoroti serius dugaan pelanggaran terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tunggakan gaji terhadap sejumlah mantan karyawan PT Kasa Husada Wira Jatim, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Fuad menilai kasus ini bukan persoalan baru. Menurutnya, DPRD Jatim sudah sejak lama memantau kondisi keuangan Kasa Husada yang dikabarkan mengalami kerugian hingga Rp50 miliar, padahal perusahaan itu sudah lama berdiri dan memiliki reputasi kuat di bidang alat kesehatan dan perlengkapan medis.

"Ini sangat janggal. PT Kasa Husada bukan perusahaan kemarin sore. Produk-produknya sudah ada bahkan sebelum Indonesia merdeka. Merek Kasa Husada terkenal dan dipakai di banyak rumah sakit. Saya sendiri kalau beli di apotek sering pilih produk Kasa Husada,” kata Fuad, Kamis, 23 Oktober 2025.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, dengan pasar yang sudah mapan dan produk yang dikenal luas, kerugian besar tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola manajemen, baik di level direksi maupun komisaris.

"Kalau pasarnya jelas tapi masih rugi, berarti ada yang salah di manajemen. Direksi dan komisaris harus dievaluasi. Kinerja mereka tidak optimal, dan ini juga menjadi tanggung jawab induk perusahaannya, PT Panca Wira Usaha (PWU), yang selama ini juga belum menunjukkan performa baik,” tegas putra sulung mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu.

Baca Juga : 386,91 Km Jalan Pantai Selatan Terkoneksi, Diharap Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata

Fuad juga menyoroti rendahnya kontribusi BUMD Jawa Timur terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, sebagian besar setoran dividen BUMD masih jauh dari ideal dan timpang dibanding provinsi lain.

"Setoran dividen PWU itu kecil sekali. Kalau dibandingkan dengan Jawa Tengah, selisihnya jauh. Lebih dari 90 persen PAD dari BUMD Jatim hanya disumbang oleh Bank Jatim, sementara yang lain masih banyak yang minus,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi C DPRD Jatim berencana memanggil seluruh direksi BUMD, termasuk PWU dan Kasa Husada, dalam rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 yang akan digelar di Jakarta.

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi alasan meminta penyertaan modal dengan dalih kerugian. Direksi dan komisaris harus punya inisiatif, sinergitas, dan kreativitas. Tidak cukup hanya menunggu arahan, tapi harus berpikir maju untuk memajukan perusahaan,” pungkas Fuad.

Berita Terbaru

Surat Ringan "Syarat Pendidikan Pejabat Publik Yang Dipilih"

Surat Ringan "Syarat Pendidikan Pejabat Publik Yang Dipilih"

Kamis, 08 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:29 WIB

Oleh: Anas Urbaningrum Ini bukan tentang siapanya, tidak terkait dengan orangnya. Jika menyebut nama, sekadar contoh mempermudah mencerna pengertian. Tetapi,…

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara terkait persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dalam pencalonan Wakil Presiden Tahun…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Jurnas.net — Polemik dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak baru. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten S…

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Jurnas.net - Dugaan praktik politik uang dan transaksi jual beli suara dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi sorotan. Aktivis Nahdliyin, Haji…

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

  AMM Surabaya Dukung Larangan Diskotek Baru: Surabaya Harus Konsisten sebagai Kota Layak Anak SURABAYA — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Surabaya mendukung …

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, meluncurkan program Gebrak Bio (Gebrakan Bernilai Ekonomi Produk Biogas)…