Gus Hans: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Prabowo Dorong Ekonomi

Reporter : Redaksi
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, optimistis kepemimpinan Prabowo Subianto akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, ketegasan dan kebijakan yang tepat dapat meningkatkan kepercayaan publik, yang menjadi faktor utama dalam perputaran ekonomi.

"Ekonomi tumbuh dari optimisme masyarakat terhadap perputaran uang. Jika publik memiliki kepercayaan (trust) terhadap pemerintah, maka pertumbuhan ekonomi yang positif akan terjadi," kata Gus Hans, Senin, 24 Maret 2025.

Baca juga: Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Tegaskan Misi Cetak Pemimpin Antikorupsi

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Peran gubernur dan kepala daerah di setiap wilayah sangat krusial dalam mendukung kebijakan nasional agar dapat diimplementasikan dengan baik.

"Ini pekerjaan rumah (PR) berat bagi para pimpinan daerah. Semua ini bisa terwujud jika mereka satu barisan dan sejalan dengan arahan Pak Prabowo," katanya.

Baca Juga : Emil Dardak Pastikan Iklim Investasi di Jatim Kondusif, Demi Stabilitas Ekonomi

Baca juga: Prabowo Klaim Swasembada Pangan Terwujud Setahun Pemerintahannya: Indonesia Tak Butuh Impor

Gus Hans juga menyoroti tantangan ekonomi di Jawa Timur, khususnya terkait kesenjangan antarwilayah. Menurutnya, selama ini banyak yang menganggap pertumbuhan ekonomi rendah hanya terjadi di Madura, padahal ketimpangan juga terasa di kawasan Mataraman.

"Jika infrastruktur semakin baik, maka disparitas ekonomi bisa ditekan. Pemerataan pembangunan akan mewujudkan harapan yang disampaikan Pak Prabowo," tuturnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Sambangi Korban Tabrakan Mobil SPPG, Janji Kirim Bubur Ayam untuk Siswa

Ia pun berharap kebijakan ekonomi yang dijalankan ke depan dapat memberikan manfaat merata bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah yang masih tertinggal dalam pembangunan.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru