Tekun Nabung Rp10 Ribu Sehari, Nenek Penjual Cilok Akhirnya Berangkat Haji

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muslichah, 85, penjual cilok wujudkan impian berhaji. (Insani/Jurnas.net)
Muslichah, 85, penjual cilok wujudkan impian berhaji. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Di tengah derasnya arus kehidupan modern, kisah Muslichah (85) justru menghadirkan pelajaran sederhana namun jarang disadari: kekuatan disiplin dari uang recehan. Perempuan asal Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini membuktikan bahwa impian besar bisa lahir dari kebiasaan kecil yang dijaga puluhan tahun.

Setiap hari, Muslichah masih mendorong rombong cilok sejauh sekitar satu kilometer. Rutinitas itu ia jalani bukan semata untuk bertahan hidup, melainkan bagian dari perjalanan panjang mewujudkan satu impian: berangkat haji.

Sejak muda, tepatnya setelah menikah di usia 18 tahun, Muslichah sudah terbiasa bekerja keras. Bahkan di usia senja, ia tetap bangun dini hari untuk menyiapkan dagangan.

"Subuh sudah di dapur, jam dua sudah mulai persiapan. Semua saya buat sendiri,” kata Muslichah, Jumat, 24 April 2026.

Penghasilannya tak besar. Dari berjualan di kantin sekolah, ia hanya membawa pulang sekitar Rp50 ribu per hari. Namun justru dari keterbatasan itu, ia membangun kebiasaan yang konsisten: menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari.

Tabungan itu tidak disimpan di bank, melainkan sebagian diselipkan di bambu di rumahnya. Cara sederhana, tapi penuh komitmen. “Sedikit-sedikit saya sisihkan. Kalau tidak nabung, ya tidak bisa berangkat,” katanya.

Selain itu, ia juga rutin mengikuti arisan mingguan. Dari kombinasi disiplin menabung dan kebiasaan hidup hemat, Muslichah akhirnya mampu mendaftar haji pada 2017. Setelah menunggu sembilan tahun, kini ia berangkat dengan hati penuh syukur.

Perjalanan hidupnya bukan tanpa ujian. Suaminya telah wafat 12 tahun lalu, dan dua dari delapan anaknya lebih dulu meninggal dunia. Namun, cobaan itu tidak mematahkan semangatnya.

Kini, ia tidak berangkat sendiri. Putri bungsunya, Mariyatul Kibtiyah (35), ikut mendampingi melalui penggabungan mahram lansia. Keputusan itu lahir dari kekaguman sang anak terhadap ketekunan ibunya.

“Saya melihat sendiri bagaimana emak menabung dari jualan cilok. Saya jadi ingin ikut mendampingi,” ujar Mariyatul.

Selama lima tahun terakhir, Mariyatul turut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan cilok pada malam hari. Ia bahkan menyisihkan uang dari sisa belanja bahan dagangan untuk ikut menabung.

Kisah Muslichah bukan sekadar tentang keberangkatan haji. Ini adalah cerita tentang konsistensi, ketahanan, dan keyakinan bahwa mimpi tidak selalu butuh langkah besar, cukup langkah kecil yang dilakukan tanpa henti.

Kini, di usia 85 tahun, Muslichah akhirnya menapaki perjalanan spiritual yang telah ia perjuangkan seumur hidupnya. “Senang sekali rasanya. Alhamdulillah bisa berangkat,” ucapnya haru.

Berita Terbaru

DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Pintu Aspirasi Terbuka, Penanganan Banjir Cijagra Jadi Prioritas

DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Pintu Aspirasi Terbuka, Penanganan Banjir Cijagra Jadi Prioritas

Senin, 08 Jun 2026 14:26 WIB

Senin, 08 Jun 2026 14:26 WIB

Jurnas.net - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk selalu terbuka menerima aspirasi dan kritik dari seluruh…

Kementrans dan Agrinas Siapkan Kolaborasi Kelola 2,3 Juta Hektare Sawit, Fokus Ciptakan Kesejahteraan Rakyat

Kementrans dan Agrinas Siapkan Kolaborasi Kelola 2,3 Juta Hektare Sawit, Fokus Ciptakan Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 07 Jun 2026 07:04 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka peluang kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam pengelolaan p…

Semangat Kebersamaan dan Afirmasi Gender pada UGM Trail Run 2026

Semangat Kebersamaan dan Afirmasi Gender pada UGM Trail Run 2026

Sabtu, 06 Jun 2026 13:27 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 13:27 WIB

Jurnas.net - Universtas Gadjah Mada (UGM) Trail Run 2026 mengusung semangat multi dimensi. Bukan hanya semangat kemanusiaan, namun juga kepedulian terhadap ling…

KTP Elektronik Surabaya Tembus 99,68 Persen, Langkah Besar Menuju Kota Digital

KTP Elektronik Surabaya Tembus 99,68 Persen, Langkah Besar Menuju Kota Digital

Sabtu, 06 Jun 2026 09:42 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 09:42 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin memperkuat langkah menuju kota digital melalui percepatan transformasi layanan administrasi k…

Banyuwangi Diserbu 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang, Hotel Penuh dan Destinasi Membludak

Banyuwangi Diserbu 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang, Hotel Penuh dan Destinasi Membludak

Sabtu, 06 Jun 2026 08:31 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 08:31 WIB

Jurnas.net – Kabupaten Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Selama periode libur panjang Hari Raya Idul A…

Jadi Pilot Project Nasional, Surabaya Berhasil Kurangi Satu Ton Sampah Plastik Sungai per Hari

Jadi Pilot Project Nasional, Surabaya Berhasil Kurangi Satu Ton Sampah Plastik Sungai per Hari

Sabtu, 06 Jun 2026 07:24 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 07:24 WIB

Jurnas.net – Komitmen Kota Surabaya dalam menangani persoalan sampah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Pemerintah Kota (Pemkot) …