Masa Tunggu Haji di Gresik Dipangkas Jadi 26 Tahun: Kuota 2026 Naik Jadi 2.846 Jamaah

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Penantian panjang Calon Jemaah Haji (CJH) Gresik akhirnya menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun masa tunggu di Jawa Timur dikenal sebagai salah satu yang terlama di Indonesia, aturan baru Kementerian Haji Arab Saudi justru membawa angin segar. Masa tunggu yang sebelumnya mencapai 34 tahun kini dipangkas menjadi 26 tahun, mempersingkat antrean hingga tujuh tahun.

Dampak dari kebijakan tersebut langsung terasa di Gresik. Kuota pemberangkatan tahun 2026 melonjak signifikan, memberi kesempatan lebih cepat bagi ribuan jamaah untuk berangkat ke tanah suci.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik, Lulus, menjelaskan bahwa meski kuota nasional tetap 221.000 jamaah dengan 203.320 jamaah reguler, dan 17.680 jamaah khusus mekanisme distribusi kuota kini berubah total.

"Skema lama 1.000 penduduk = 1 kuota membuat masa tunggu Jawa Timur sangat panjang, hingga 34 tahun. Dengan aturan baru dari Saudi yang menyamaratakan masa tunggu 26 tahun, otomatis antrean di Gresik ikut terpangkas, dan kuota berangkat tahun 2026 meningkat,” kata Lulus, Jumat, 28 November 2025.

Berdasarkan data Kemenag, Gresik mendapat 2.846 kuota untuk keberangkatan 2026, lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 2.100 jamaah. Jamaah yang masuk daftar berangkat diwajibkan melunasi Bipih sebelum diterbangkan ke tanah suci.

"Dengan masa tunggu menjadi 26,5 tahun, jamaah yang nomor porsinya masuk akan berangkat tahun berikutnya. Pemangkasan masa antre ini sekitar tujuh tahun,” kata Lulus.

Tidak hanya kuota jamaah yang mengalami penyesuaian. Komposisi petugas kloter juga direstrukturisasi demi efisiensi. Jika sebelumnya satu kloter terdiri dari empat petugas utama, kini hanya dua petugas yang diberangkatkan.

"Ketua kloter kini merangkap pembimbing. Sedangkan dokter juga merangkap paramedis,” jelasnya.

Dengan kuota yang meningkat, Gresik pada tahun 2026 akan memberangkatkan 7,5 kloter, berasal dari 22 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) aktif di kabupaten tersebut.

"Dari sebelumnya hanya 5,5 kloter, kini bertambah menjadi 7,5 kloter. Ada kenaikan sekitar 700–800 jamaah,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Jurnas.net - InJourney Management dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama pengembangan destinasi wisata candi. Ada sejumlah aspek yang dikembangka…

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Dampak kekerasan yang dialami anak-anak di daycare memerlukan penanganan serius. Bukan hanya penanganan, dampak kekerasan itu perlu deteksi dini pa…

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi oleh Polda Jawa Timur tak sekadar menjadi catatan penegakan hukum. Di balik angka k…