PLN Sosialisasikan Bahaya Balon Udara Liar di Tulungagung, Antisipasi Gangguan Listrik Saat Ramadan

Reporter : Insani
PLN menggelar sosialisasi bahaya balon udara liar terhadap infrastruktur ketenagalistrikan. (Humas PLN IUT JBM)

Jurnas.net - Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, PLN (Perusahaan Listrik Negara) meningkatkan upaya pencegahan gangguan listrik dengan menggelar sosialisasi bahaya balon udara liar terhadap infrastruktur ketenagalistrikan.

Kegiatan yang digelar oleh PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun ini berlangsung di Kantor Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung pada Rabu, 4 Maret 2026.

Baca juga: Reklame Roboh Timpa Jaringan Listrik di Taman Sidoarjo, PLN Kerahkan 63 Personel Lakukan Pemulihan

Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat TNI dan Polri, hingga para kepala desa serta Bhabinkamtibmas di wilayah Kecamatan Bandung dan Besuki. Sinergi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Wilayah Tulungagung sendiri dikenal memiliki tradisi masyarakat menerbangkan balon udara, khususnya pada momentum Ramadan dan Lebaran. Namun balon udara yang diterbangkan secara bebas berpotensi membahayakan jaringan listrik karena dapat mendekati bahkan tersangkut pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Dalam sosialisasi tersebut, PLN menjelaskan bahwa balon udara yang menggunakan api sebagai sumber panas memiliki risiko tinggi menimbulkan gangguan pada jaringan transmisi listrik. Jika balon udara tersangkut pada konduktor atau tower transmisi, hal itu dapat memicu gangguan sistem kelistrikan, seperti trip pada jaringan hingga berpotensi menyebabkan pemadaman listrik dalam skala luas.

Baca juga: Ramadan Penuh Berkah, PLN Nyalakan 350 Sambungan Listrik Gratis untuk Warga Pra Sejahtera Jatim

Selain menjelaskan potensi risiko, PLN juga memberikan pemahaman kepada aparat desa mengenai dampak teknis dan bahaya keselamatan dari penerbangan balon udara liar, terutama terhadap infrastruktur SUTT dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang melintasi wilayah Kecamatan Bandung dan Besuki.

Langkah pencegahan yang dibahas dalam forum tersebut antara lain peningkatan patroli wilayah, sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi antara aparat desa, TNI, Polri, dan PLN dalam pengawasan aktivitas penerbangan balon udara.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama pada momen Ramadan yang menjadi periode penting bagi masyarakat.

Baca juga: PLN Perkuat Backbone 500 kV Paiton–Grati Tanpa Padam Listrik

“PLN terus berupaya menjaga keandalan penyaluran listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman. Melalui sosialisasi ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya balon udara terhadap jaringan transmisi listrik,” ujar Ika.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat sangat penting dalam mencegah potensi gangguan listrik akibat balon udara liar. Dalam kesempatan tersebut, para camat, kapolsek, dan danramil yang hadir juga menyampaikan komitmen untuk mendukung upaya pencegahan dengan memperkuat edukasi di tingkat desa serta meningkatkan pengawasan selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Editor : Rahmat Fajar

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru