Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai menggerakkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan bersih-bersih di kawasan umum. Bersih-bersih di kawasan umum itu dilakukan setiap Jumat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan pelibatan ASN menjadi solusi konkret menutup keterbatasan petugas kebersihan yang selama ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah kota secara optimal di tengah persoalan sampah. Ia menyatakan sebanyak 4.500 ASN disebar di puluhan titik.
Baca juga: Stasiun Yogyakarta Dioperasikan dan Dilayani Para Srikandi Kereta Api
"Gotong royong ini kita bagi di 150 titik strategis. Setiap kelurahan ada sekitar tiga sampai empat titik. Di setiap titik akan diisi sekitar 30 ASN," kata Hasto di Yogyakarta pada Kamis, 23 April 2026.
Ia mengatakan para ASN akan difokuskan membersihkan berbagai area publik seperti pinggir jalan, lapangan, hingga bantaran sungai yang kerap menjadi titik penumpukan sampah dan pertumbuhan rumput liar. Menurut dia, pembagian kerja ini dirancang agar setiap kelompok ASN memiliki tanggung jawab yang jelas terhadap satu titik tertentu.
"Setiap 30 ASN itu fokus di satu titik saja. Jadi nanti akan terlihat mana titik yang bersih dan mana yang belum optimal. Ini akan kita evaluasi, bahkan kita kompetisikan antar titik," katanya.
Baca juga: Suporter Protes Laga PSIM Lawan Persija Dipindahkan ke Bali
Pemkot Yogyakarta menerapkan sistem presensi digital di masing-masing lokasi kerja bakti setiap ASN. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas serta meminimalisir potensi ketidakhadiran tanpa alasan jelas.
Hasto juga menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan. Ia hendak memastikan bahwa seluruh ASN benar-benar menjalankan tugas kerja bakti dengan maksimal, bukan sekadar formalitas.
Baca juga: Kisah Anak Tukang Bangunan Jadi Mahasiswa Berprestasi di UGM
Di sisi lain, para ASN diwajibkan membawa peralatan kerja bakti secara mandiri, seperti sekop, gunting rumput, dan perlengkapan kebersihan lainnya. Hasto menekankan bahwa efektivitas kerja bakti sangat bergantung pada kesiapan alat yang digunakan.
"Percuma kerja bakti kalau hanya datang dengan tangan kosong. Harus bawa alat supaya hasilnya maksimal," ujarnya.
Editor : A. Mustaqim