Pemkot Surabaya Jemput Bola ke Kampung, Wujudkan Program 1 KK 1 Sarjana lewat Bantuan Kuliah

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Surabaya antusias mendaftar beasiswa yang digelar Pemkot Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Warga Surabaya antusias mendaftar beasiswa yang digelar Pemkot Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net — Pemerintah Kota Surabaya mulai bergerak agresif “menjemput bola” calon mahasiswa dari keluarga miskin. Lewat penyisiran langsung ke kampung-kampung, pemkot memburu pemuda yang terancam gagal kuliah karena keterbatasan biaya, sekaligus memastikan program bantuan pendidikan tepat sasaran.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan program “1 KK 1 Sarjana” yang digagas Wali Kota Eri Cahyadi. Program tersebut kini diperkuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 4 Tahun 2026 tentang bantuan biaya perkuliahan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa skema baru ini menggantikan program sebelumnya dan dirancang lebih luas serta inklusif.

“Ini tindak lanjut dari program 1 KK 1 Sarjana. Pemerintah hadir membantu biaya perkuliahan bagi warga yang membutuhkan,” kata Herry, Kamis, 23 April 2026.

Tak hanya memperkuat regulasi, Pemkot Surabaya juga memperluas jaringan kampus mitra. Jika sebelumnya hanya menggandeng perguruan tinggi negeri, kini kerja sama mencakup perguruan tinggi swasta.

Total ada 65 kampus yang terlibat, terdiri dari 15 perguruan tinggi negeri dan 50 swasta. Langkah ini membuka akses lebih besar bagi calon mahasiswa dari keluarga prasejahtera.

Bantuan yang diberikan meliputi uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp2,5 juta serta uang saku Rp300 ribu per bulan selama 10 bulan setiap tahun hingga mahasiswa lulus.

Pada 2026, kuota bantuan mencapai sekitar 23.860 penerima. Hingga saat ini, sekitar 11.600 mahasiswa telah merasakan manfaat program tersebut.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses seleksi dilakukan berlapis. Selain berbasis data, tim juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual. “Kalau masih meragukan, kami survei langsung. Semua terdokumentasi agar tidak ada penyalahgunaan,” tegas Herry.

Program ini menyasar warga dalam kategori desil 1 hingga 5 atau kelompok ekonomi terbawah. Pemkot menegaskan, penerima yang tidak memenuhi kriteria akan langsung didiskualifikasi.

Di tingkat wilayah, strategi jemput bola dijalankan hingga ke level kecamatan dan kelurahan. Salah satu contohnya dilakukan di Kecamatan Sawahan.

Camat Sawahan, Kanti Budiarti, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pendataan sejak dua bulan terakhir dengan metode door to door, melibatkan RT/RW hingga Kader Surabaya Hebat. “Hampir setiap hari kami turun ke lapangan, memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan kuliah,” ujarnya.

Dari hasil pendataan, terdapat 2.041 pemuda dalam kategori desil 1 hingga 5 di wilayah tersebut. Sebanyak 204 di antaranya sudah berstatus mahasiswa dan kini didorong untuk segera mengakses bantuan biaya kuliah.

Langkah aktif Pemkot Surabaya ini menjadi upaya konkret memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus memastikan tidak ada generasi muda yang tertinggal hanya karena persoalan biaya.

Berita Terbaru

Kementrans dan Agrinas Siapkan Kolaborasi Kelola 2,3 Juta Hektare Sawit, Fokus Ciptakan Kesejahteraan Rakyat

Kementrans dan Agrinas Siapkan Kolaborasi Kelola 2,3 Juta Hektare Sawit, Fokus Ciptakan Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 07 Jun 2026 07:04 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka peluang kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam pengelolaan p…

Semangat Kebersamaan dan Afirmasi Gender pada UGM Trail Run 2026

Semangat Kebersamaan dan Afirmasi Gender pada UGM Trail Run 2026

Sabtu, 06 Jun 2026 13:27 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 13:27 WIB

Jurnas.net - Universtas Gadjah Mada (UGM) Trail Run 2026 mengusung semangat multi dimensi. Bukan hanya semangat kemanusiaan, namun juga kepedulian terhadap ling…

Banyuwangi Diserbu 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang, Hotel Penuh dan Destinasi Membludak

Banyuwangi Diserbu 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang, Hotel Penuh dan Destinasi Membludak

Sabtu, 06 Jun 2026 08:31 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 08:31 WIB

Jurnas.net – Kabupaten Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Selama periode libur panjang Hari Raya Idul A…

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jurnas.net – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur terus mematangkan berbagai persiapan menjelang Musyawarah Wilayah (…

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki seluruh modal strategis untuk menjadi salah satu pemain utama d…

Rembug Lansia Jadi Instrumen Banyuwangi Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

Rembug Lansia Jadi Instrumen Banyuwangi Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

Jumat, 05 Jun 2026 07:16 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:16 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya mewujudkan pembangunan yang inklusif dengan memastikan kelompok lanjut usia (lansia) m…