Banyak Jargon, Hasil Minim: Kemiskinan Jatim di Era Khofifah Nyaris Tembus 10 Persen

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Sidang Paripurna di DPRD Jatim. (Insani/Jurnas.net)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Sidang Paripurna di DPRD Jatim. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Klaim Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa soal penanganan kemiskinan berbasis karakter wilayah kini diuji oleh data. Di tengah gencarnya narasi “pendekatan spasial”, angka kemiskinan di Jawa Timur justru masih tinggi dan nyaris menyentuh ambang krusial.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada 2025 mencapai 3,876 juta jiwa atau sekitar 9,50 persen dari total populasi. Angka ini mendekati 10 persen, batas yang kerap dikaitkan dengan kemiskinan kronis.

Fakta tersebut menjadi kontras dengan pernyataan Khofifah dalam rapat paripurna DPRD Jatim, yang menegaskan bahwa penanganan kemiskinan telah dilakukan secara spesifik berdasarkan karakter wilayah, mulai dari Madura, Tapal Kuda, Mataraman hingga Pantura. “Intervensi tidak bisa seragam,” kata Khofifah.

Namun di tengah berbagai klaim itu, kantong-kantong kemiskinan justru masih bertahan di wilayah yang sama menandakan pendekatan yang dijalankan belum efektif menembus akar persoalan.

Pemprov Jatim memaparkan beragam program: hilirisasi produk desa, penguatan BUMDes, pelatihan tenaga kerja, hingga pengembangan ekonomi digital di perkotaan. Infrastruktur dasar seperti RTLH, air bersih, dan sanitasi juga diklaim terus diperbaiki.

Namun kritik datang dari legislatif. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menilai penurunan kemiskinan masih stagnan dan belum menunjukkan dampak signifikan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pendekatan “spasial” benar-benar solusi, atau sekadar jargon kebijakan tanpa hasil terukur?

Di sisi lain, Pemprov Jatim masih mengandalkan program bantuan sosial seperti PKH Plus dan bantuan kemiskinan ekstrem sebesar Rp1,5 juta per penerima.

Ironisnya, Khofifah sendiri menegaskan bahwa kemiskinan tidak bisa diatasi hanya dengan bantuan karitatif. Namun dalam praktiknya, bansos tetap menjadi instrumen dominan.

Kontradiksi ini memperkuat anggapan bahwa strategi pengentasan kemiskinan masih berkutat pada pendekatan jangka pendek, bukan transformasi struktural.

Data BPS menunjukkan mayoritas penduduk miskin di Jawa Timur bekerja di sektor rentan seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan (55,53 persen). Selain itu, kelompok usia lanjut (di atas 60 tahun) mendominasi rumah tangga miskin.

Fakta ini menegaskan bahwa persoalan kemiskinan di Jawa Timur bersifat struktural bukan sekadar soal bantuan, melainkan menyangkut akses pekerjaan layak, perlindungan lansia, hingga ketimpangan desa-kota.

Tanpa perubahan kebijakan yang lebih mendasar, pendekatan berbasis wilayah yang digaungkan Pemprov Jatim berisiko hanya menjadi narasi tanpa dampak nyata. Di tengah angka kemiskinan yang nyaris menembus 10 persen, publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar retorika.

Berita Terbaru

Disdukcapil Surabaya: Bayi Lahir Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk dan NIK untuk Akses BPJS

Disdukcapil Surabaya: Bayi Lahir Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk dan NIK untuk Akses BPJS

Jumat, 17 Jul 2026 16:53 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:53 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan setiap bayi yang lahir dari orang tua ber-KTP atau Kartu Keluarga (KK) Surabaya langsung memperoleh t…

19 Desa di Lumajang Terancam Krisis Air, DPRD Jatim Minta Distribusi Air Bersih Ditingkatkan

19 Desa di Lumajang Terancam Krisis Air, DPRD Jatim Minta Distribusi Air Bersih Ditingkatkan

Jumat, 17 Jul 2026 15:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 15:49 WIB

Jurnas.net – Musim kemarau yang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang mendapat perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah P…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Bangun Sistem Transmisi Andal demi Dukung Industri Jawa Timur

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Bangun Sistem Transmisi Andal demi Dukung Industri Jawa Timur

Jumat, 17 Jul 2026 14:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:41 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menegaskan komitmennya menghadirkan sistem transmisi tenaga listrik y…

Brigjen Pol Muhammad Irhamni: Simposium Kejahatan SDA-LH Jadi Bekal APH Perkuat Penegakan Hukum

Brigjen Pol Muhammad Irhamni: Simposium Kejahatan SDA-LH Jadi Bekal APH Perkuat Penegakan Hukum

Jumat, 17 Jul 2026 13:13 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:13 WIB

Jurnas.net – Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Muhammad Irhamni, menilai Simposium Nasional Outlook Kejahatan Sumber Daya …

Brigjen Muhammad Irhamni: Kejahatan Lingkungan Harus Ditindak sebagai Kejahatan Terorganisasi Serius

Brigjen Muhammad Irhamni: Kejahatan Lingkungan Harus Ditindak sebagai Kejahatan Terorganisasi Serius

Jumat, 17 Jul 2026 11:24 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Brigjen Pol Muhammad Irhamni mengajak seluruh aparat penegak hukum memperkuat sinergi dan strategi penindakan dalam menghadapi kejahatan di sektor …

Dari Rongsokan Menjadi Harapan, Yayasan RBR Hadiahkan Khitan Gratis untuk 100 Anak

Dari Rongsokan Menjadi Harapan, Yayasan RBR Hadiahkan Khitan Gratis untuk 100 Anak

Kamis, 16 Jul 2026 17:11 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 17:11 WIB

Jurnas.net - Perjuangan menghidupi rumah singgah dari hasil mengumpulkan rongsokan tak menyurutkan langkah Yayasan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) Indonesia Sehat.…