Pemkab Banyuwangi Periksa Kesehatan Hewan Kurban, Pastikan Layak saat Idul Adha

Reporter : Wulansari
Tim medis di Banyuwangi periksa kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan ternak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan memenuhi syarat syariat kurban.

Pemeriksaan dilakukan dengan menyasar 11 lapak penjualan hewan ternak di kawasan pusat Kota Banyuwangi pada Selasa, 19 Mei 2026. Mayoritas ternak yang diperiksa berupa kambing dan domba yang mulai banyak diburu masyarakat menjelang Idul Adha.

Baca juga: Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Petugas memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh, mulai dari suhu tubuh, kebersihan, nafsu makan, hingga memastikan usia hewan telah memenuhi syarat kurban melalui pemeriksaan gigi atau poel.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan di tengah meningkatnya aktivitas jual beli ternak menjelang Idul Adha.

“Kalau ditemukan kondisi hewan kurang sehat, langsung kami beri penanganan berupa obat dan vitamin. Sementara untuk memastikan usia ternak memenuhi syarat, kami cek kondisi giginya apakah sudah poel atau belum,” kata Danang.

Menurutnya, pengawasan kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan di lapak permanen, tetapi juga menyasar pedagang musiman yang mulai bermunculan di berbagai titik jalan protokol dan pasar hewan. “Pengawasan ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit hewan. Jangan sampai ada ternak sakit yang diperjualbelikan kepada masyarakat. Tim akan terus turun ke lapangan memantau seluruh lapak, termasuk pedagang musiman,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh hewan ternak yang diperiksa di lapak kawasan pusat kota dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban. Sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat, petugas juga memberikan sertifikat kesehatan kepada lapak yang telah lolos pemeriksaan.

Baca juga: Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah 4 Mobil Perpustakaan Listrik untuk Perluas Literasi

Selain memastikan kesehatan ternak, Pemkab Banyuwangi juga memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini dalam kondisi aman.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Banyuwangi, Nanang Sugiharto, menyebut kebutuhan hewan kurban di Banyuwangi diperkirakan mencapai sekitar 3 ribu ekor sapi, 10 ribu ekor kambing, dan 7 ribu ekor domba selama Idul Adha 2026.

Menurut Nanang, Banyuwangi masih berada dalam kondisi surplus populasi ternak sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan hewan kurban. “Populasi ternak di Banyuwangi sangat mencukupi. Saat ini ada sekitar 89 ribu ekor sapi dan sekitar 325 ribu kambing serta domba,” jelasnya.

Baca juga: Kemenkum RI Resmi Tetapkan 12 Lagu Tradisional Banyuwangi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Di sisi lain, para pedagang hewan kurban mengaku penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Salah satu pedagang musiman di Jalan MH Thamrin Banyuwangi, Misdi, mengatakan permintaan hewan kurban mulai ramai sejak beberapa hari terakhir. “Saya sudah jualan tiga hari dan sehari bisa terjual sekitar lima ekor. Tahun lalu kadang sehari hanya satu atau dua ekor,” kata Misdi.

Tahun ini, ia menargetkan mampu menjual hingga 100 ekor kambing dan domba dengan harga bervariasi mulai Rp2 juta hingga Rp6,5 juta per ekor tergantung ukuran dan kualitas ternak.

Menurutnya, harga hewan kurban saat ini naik sekitar 25 persen dibanding hari biasa karena tingginya permintaan menjelang Idul Adha. Meski demikian, ia memberikan fasilitas penitipan hewan kurban tanpa biaya tambahan hingga hari pelaksanaan penyembelihan. “Kalau beli di tempat kami, hewan bisa dititipkan sampai hari H Idul Adha tanpa biaya tambahan,” tandasnya.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru