Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode 2026–2030 melalui musyawarah mufakat dalam Kongres X GPM yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Alit menyampaikan terima kasih atas amanat dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa proses pemilihan tersebut mencerminkan demokrasi yang diajarkan Bung Karno, bukan demokrasi kapitalis.
Baca juga: Strategi Besar PSB untuk Bawean: Benahi Transportasi dan Perkuat Fondasi Ekonomi
Alit menekankan tiga agenda utama kepemimpinannya, yaitu konsolidasi organisasi, penguatan ideologi kader, dan pendampingan kaum Marhaen.
Konsolidasi organisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat soliditas dan kerja sama antarkader di seluruh Indonesia. Menurut Alit, kepemimpinan GPM tidak dapat dijalankan seorang diri, tetapi membutuhkan komunikasi, diskusi, dan kerja tim yang melibatkan seluruh kader.
Agenda kedua adalah memperkuat ideologi setiap kader Marhaenis agar Marhaenisme tidak berhenti sebagai teori politik, tetapi juga menjadi teori perjuangan yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kalau ngerti Pancasila harus ngerti Marhaenisme, kalau mau paham Pancasila harus paham Marhaenisme,” tegas Alit dalam keterangannya, Kamis(29/10).
Agenda ketiga adalah memperkuat peran kader GPM dalam mendampingi kaum Marhaen di seluruh Indonesia yang menghadapi penindasan oleh sistem kekuasaan, ekonomi, dan budaya. Alit menegaskan bahwa perjuangan Marhaenis harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan menjawab persoalan ketidakadilan yang dialami rakyat.
“GPM harus berdaya politik, ekonomi, dan sosial,” ujarnya.
Baca juga: Asy’ari Bagikan Kunci Survive Hadapi Persaingan Bisnis di Hadapan Saudagar Bawean
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Alit memohon dukungan dari Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Ketua Umum DPP GPM, serta para senior Marhaenis. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antarkader untuk memperkuat organisasi sekaligus melanjutkan perjuangan Marhaenis.
Rekam Jejak Organisasi dan Pemerintahan
Alit Kelakan memiliki pengalaman panjang dalam gerakan mahasiswa, organisasi politik, dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC GMNI Denpasar periode 1994–1996 dan anggota Presidium GMNI periode 1996–1998. Ia juga pernah memimpin DPD Persatuan Alumni GMNI Provinsi Bali periode 2018–2023.
Di lingkungan PDI Perjuangan, Alit pernah menduduki sejumlah posisi organisasi di tingkat daerah maupun pusat.
Baca juga: Terpilih Aklamasi Pimpin PSB, Asy'ari Arahkan Saudagar Bawean Naik Kelas di Ekonomi Nasional
Dalam pemerintahan, Alit mengawali kiprahnya sebagai anggota DPRD Provinsi Bali periode 1999–2003. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali pada 2003–2008, mendampingi Gubernur Dewa Made Beratha.
Setelah itu, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Bali untuk periode 2009–2014. Alit selanjutnya terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk periode 2019–2024 dan kembali memperoleh mandat untuk periode 2024–2029.
Pengalaman organisasi dan pemerintahan tersebut menjadi bekal bagi Alit dalam menjalankan amanat kepemimpinan GPM. Sejalan dengan tema Kongres X GPM, “Marhaenist Future: Dedication of Life, Tetap Setia di Jalan Ideologi,” kepemimpinan periode 2026–2030 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, memperdalam pemahaman ideologi kader, serta memperluas pendampingan bagi kaum Marhaen.
Kongres X GPM yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi GPM untuk memperkuat kesinambungan perjuangan Marhaenis dan menegaskan kembali komitmen terhadap keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Editor : Prabu Narashan