Kasus Covid-19 di Jatim Diklaim Aman, Masyarakat Diimbau Pakai Masker

Reporter : Redaksi
Ilustrasi - kasus covid-19

Jurnas.net - Juru bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril Al Farabi, menyebut peningkatan kasus di Jatim relatif rendah karena di bawah positivity rate dari organisasi kesehatan dunia atau WHO. Menurut data terakhir, terdapat 36 kasus Covid-19 dengan tingkat keterisian rumah sakit 0,6 persen.

Baca juga: Surabaya Jadi Episentrum Logistik Baru: Investasi DHL Permudah Ekspor Industri Jawa Timur

"Kasus covid-19 nya ada, tapi kasusnya ringan-ringan, karena (positivity rate) WHO lima persen yang bahaya, sementara di Jatim masih kurang lebih satu persen," kata Jibril, Rabu, 13 Desember 2023.

Jibril mengatakan peningkatan kasus di Jatim terjadi sejak tiga pekan sebelumnya, yang mana terus bertambah mulai dari 12 kasus, 15 kasus, hingga 36 kasus. Menurutnya, 36 kasus itu relatif lebih sedikit bila dibanding dengan jumlah penduduk di Jatim yang mencapai 40 juta jiwa.

"Rndahnya persebaran kasus itu, faktornya dipengaruhi tingkat ketercapaian vaksinasi yang tinggi. Karena rata-rata (warga) lebih dari 80 persen sudah vaksinasi di Jatim," katanya.

Baca juga: Kado dari Khofifah untuk Buruh: UMK 7 Daerah Jatim Naik Per November

Jibril menduga subvarian EG.5 dan EG.2 atau disebut Eris menjadi biang kerok meningkatnya jumlah kasus Covid-19 secara nasional. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 6 Desember 2023, rata-rata kasus harian bertambah sebanyak 35-40 kasus.

"Kasus covid-19 subvarian Eris belum ditemukan di Jatim. Kami imbau masyarakat agar tetap waspada, dan kembali menggunakan masker untuk mencegahnya," ujarnya.

Jibril mengingatkan memasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan ini, penyakit akan lebih rentan menyerang tubuh manusia. "Sehingga bagi masyarakat yang merasakan gejala Covid-19, agar mengenakan masker terutama saat berada di tempat berisiko seperti rumah sakit," pungkasnya. (Mal)

Baca juga: 11 Jemaah Haji Surabaya Terindikasi Covid-19 dan Tunggu Hasil Tes PCR

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru