Ogah Dukung Risma, Eks Banteng Ketaton Surabaya Teriakan Khofifah Dua Priode

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mat Mochtar, mantan politisi senior PDI Perjuangan yang juga pentolan Banteng Ketaton Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Mat Mochtar, mantan politisi senior PDI Perjuangan yang juga pentolan Banteng Ketaton Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Mantan relawan atau pendukung fanatik Tri Rismaharini pada Pilkada 2015, Mat Mochtar, secara tegas menolak mendukung Risma pada Pilgub Jawa Timur 2024. Mantan politisi senior PDI Perjuangan yang dikenal pentolan Banteng Ketaton Surabaya itu, blak-blakan mendukung paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

"Ini kami rakyat menginginkan agar Bu Khofifah melanjutkan dua priode. Karena masyarakat telah merasakan makmur, sejahtera," kata Mochtar, usai menghadiri pengundian nomor urut paslon Pilgub Jatim di Surabaya, Senin, 23 September 2024.

Sikap Mochtar menolak Risma bukan saat ini saja. Di mana pada Pilkada Surabaya 2020 lalu, Mochtar juga menentang keras dan menolak mendukung calon yang didukung oleh Risma, yakni Eri Cahyadi-Armuji.

Bahkan, Mochtar mengerahkan massa yang didominasi Banteng Ketaton Surabaya menolak Eri-Armuji. Alasannya simpel, mereka kecewa terhadap Risma karena dianggap sewenang-wenang saat menjabat Wali Kota Surabaya. Saat itu, Mochtar bersama relawan dan simpatisan memilih mendukung Machfud Arifin dan Mujiaman.

Baca Juga : Dulu Pilwali Surabaya Diantar Risma, Kini Eri Malah Kawal Khofifah

Pada Pilgub Jatim 2024 ini, Risma yang berpasangan dengan Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans. Paslon nomor urut 3 itu didukung PDI Perjuangan dan Partai Hanura.

Sikap Mochtar tegas, menolak menudukung Risma-Gus Hans. Alasannya, lanjut Mochtar, warga Jatim lebih menginginkan Khofifah melanjutkan dua priode, dari pada mendukung Risma. "Sehingga hati saya harus mengikuti kemauan masyarakat. Dari pada saya mengkhianati rakyat, lebih baik saya mengikuti kemauan rakyat," ujarnya.

Bahkan, Mochtar mengklaim dirinya sudah berkeliling ke berbagai daerah di Jatim untuk memenangkan paslon Khofifah-Emil. Ia menganggap sosok Khofifah-Emil terbukti mampu mensejahterakan masyarakat Jatim.

"Bahkan saya sudah keliling ke berbagai daerah di Jatim untuk menggalang dukungan untuk Bu Khofifah. Karena hanya Bu Khofifah yang telah terbukti, kalau yang lainnya hanya ngomong doang," pungkasnya.

Baca Juga : Risma Klaim Turunan Sunan Bungkul, Jelang Daftar Pilgub Jatim

Untuk diketahui, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pepatah banteng ketaton dapat diartikan banteng yang luka terkena senjata, sebagai simbolisasi sikap melawan atau mempertahankan diri dengan gigih.

Namun menurut pepindhan dalam Bahasa Jawa, tidak hanya perlawanan dengan gigih, tapi juga berani mati, tanpa rasa takut, tandang nggegirisi ora wedi sapa-sapa.

Peribahasa banteng ketaton juga pernah digunakan Bung Karno (Presiden Sukarno untuk pidato) untuk pidato, menyemangati rakyat yang berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

Untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah pada Agresi Militer Belanda I tahun 1947, monumen banteng ketaton dibangun di Madiun Jawa Timur.

Semangat banteng ketaton juga sempat digunakan PDIP dan tim sukses capres/cawapres, untuk memenangkan pasangan Ganjar Pranowo dan Mafud MD dalam Pilpres 2024.

Berita Terbaru

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Jurnas.net - DiDesa Kayuputih, Situbondo, berdiri sebuah bangunan kayu tua yang kini lebih sering disebut langgar atau musala. Sederhana bentuknya, tetapi…

Copet di Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya Dibekuk Polisi Berkat Rekaman CCTV

Copet di Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya Dibekuk Polisi Berkat Rekaman CCTV

Senin, 12 Jan 2026 08:27 WIB

Senin, 12 Jan 2026 08:27 WIB

Jurnas.net - Kasus pencurian dompet di kawasan wisata religi Sunan Ampel, Surabaya, kembali membuktikan pentingnya sistem pengawasan dan kepedulian jamaah…

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Lamongan, Strategi Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Lamongan, Strategi Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

Senin, 12 Jan 2026 07:15 WIB

Senin, 12 Jan 2026 07:15 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya menggelar pasar murah, tetapi sekaligus mengubah pendekatan intervensi harga dengan menyasar…

Polda Jatim Tangkap Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Bangkalan

Polda Jatim Tangkap Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Bangkalan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:06 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:06 WIB

Jurnas.net - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kini tidak hanya…

Gus Lilur Desak KPK Buka Jejak Dana Korupsi Kuota Haji, dan Pemeriksaan Ketum PBNU Jika Ada Bukti

Gus Lilur Desak KPK Buka Jejak Dana Korupsi Kuota Haji, dan Pemeriksaan Ketum PBNU Jika Ada Bukti

Sabtu, 10 Jan 2026 11:48 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) sekaligus Owner Kabantara Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, atau Gus Lilur, mendesak Komisi…

Eri Cahyadi Nyatakan Perang terhadap Premanisme di Surabaya: Lapor Ditindak 2×24 Jam dan Gratis

Eri Cahyadi Nyatakan Perang terhadap Premanisme di Surabaya: Lapor Ditindak 2×24 Jam dan Gratis

Sabtu, 10 Jan 2026 08:56 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 08:56 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan sikap “zero tolerance” terhadap praktik premanisme yang kerap mengganggu aktivitas usaha. Hal itu dis…