Ditanya Luluk Data Bansos Tak Sinkron, Risma Malah Jawab Mitigasi Bencana

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasangan cagub/cawagub Jatim nomor urut 03, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans. (Insani/Jurnas.net)
Pasangan cagub/cawagub Jatim nomor urut 03, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah, sempat mempertanyakan soal data bantuan sosial (bansos) menjadi polemik di masyarakat. Namun, Cagub 03 yang sekaligus mantan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini malah gak nyambung, saat ditanya perihal tersebut.

"Terkait bantuan bencana dan bansos ini menjadi polemik karena tidak sinkronnya data dari Kemensos. Apa tanggapan Bu Risma mengenai hal ini," ujar Luluk, saat debat kedua Pilgub Jatim, Minggu, 3 November 2024.

Risma pun menjawab pertanyaan dari cagub Luluk, namun jawabannya gak nyambung. Sebab, ia menjelaskan soal mitigasi bencana dan pamer bahwa data bansos mendapat nilai 100 dan 98 dari KPK. "Saya menjadi Mensos untuk data bansos, mendapat nilai 100 dan 98 dari KPK," kata Risma.

Baca Juga : Survei Pilgub Jatim: Risma-Gus Hans dan Luluk-Lukman Sulit Saingi Khofifah-Emil

Selebihnya, Risma menjelaskan soal mitigas bencana yang dilakukannya saat menjadi Mensos. Ia bangga menganggap dirinya berhasil dalam mengatasi bencana di Indonesia. "Mitigasi bencana harus dilakukan, apalagi wilayah pantai selatan Jatim sangat rentan karena ada lempeng sesar dan gunung berapi," katanya.

Risma pun menyampaikan bagaimana dirinya melakukan mitigasi bencana ke masyarakat.Di antaranya, mengedukasi masyarakat, serta membangun lumbung sosial untuk kebutuhan masyarakat saat terjadi bencana.

"Ketika terjadi bencana, masyarakat tahu yang harus kemana. Karena masyarakat di situ diajarkan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana di Jatim perlu diperbanyak karena wilayahnya jauh dari pusat kota," pungkasnya.

Baca Juga : Ogah Dukung Risma, Eks Banteng Ketaton Surabaya Teriakan Khofifah Dua Priode

Mendengar tanggapan Risma, Cagub 01 Luluk kembali menegaskan bahwa dirinya bertanya terkait bansos jadi polemik karena data Kemensos tak sinkron. Sehingga, kata Luluk, persoalan tersebut masih sangat rumit dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Luluk kemudian menegaskan pentingnya sistem yang lebih baik dalam pengumpulan, dan pengelolaan data penerima bantuan sosial. Dengan adanya data yang akurat dan terintegrasi, distribusi bantuan akan berjalan lebih lancar dan tepat sasaran.

"Karena tidak sinkronnya antara data dan siapa yang berhak menerima bantuan, itu sangat rumit. Kepala desa pada saat pembagian bansos itu harus minggir dari desa karena takut dikeroyok oleh warganya," kata Luluk.

Berita Terbaru

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi…

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Kesulitan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun menata masa depan. Semangat tersebut…

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Dinamika penyusunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan setelah Rapat Formatur Pertama digelar. Salah…

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memberikan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan…

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengamankan kembali aset berupa lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan…

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Jurnas.net - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memperkuat sistem antisipasi pencemaran air baku, setelah muncul keluhan…