74 Bangunan dan Rumah di Pasuruan Porak Poranda Diterjang Angin Puting Beliung

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau kawasan TPI di Kabupaten Pasuruan, setelah diterjang angin puting beliung. (Dok: Humas Pemprov Jatim)
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau kawasan TPI di Kabupaten Pasuruan, setelah diterjang angin puting beliung. (Dok: Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Angin puting beliung melanda Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu sore, 19 Januari 2025. Setelah didata, diketahui ada sebanyak 74 bangunan dan rumah warga rusak.

"Kami sudah cek ke lokasi, kondisi kerusakannya tergolong ringan. Total ada 74 bangunan termasuk rumah warga, dan yang terdampak mayoritas rumah warga," kata Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono, Selasa, 21 Januari 2025.

Selain rumah, lanjut Adhy, sebagian bangunan yang rusak adalah fasilitas usaha pelelangan ikan milik pemerintah, yang disewakan kepada masyarakat. Ia memastikan perbaikan akan segera dilakukan, terutama pada bagian atap yang rusak.

"Perbaikan akan segera dilakukan dengan bantuan Pemkab Pasuruan serta dukungan dari CSR. Fokus utamanya adalah atap-atap yang rusak akibat sapuan angin puting beliung," katanya.

Baca Juga : Heboh! Muncul HGB di Laut Timur Surabaya Diduga Proyek Reklamasi PSN

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan darurat berupa makanan dan perlengkapan rumah tangga kepada warga yang terdampak. Adhy mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, mengingat saat ini sedang berlangsung puncak musim hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan puting beliung.

"Kami berharap semua pihak tetap siaga dan responsif. Cuaca ekstrem seperti ini bisa terjadi kapan saja," ujarnya.

Adhy menekankan pentingnya upaya penyelamatan mata pencaharian nelayan di kawasan pesisir yang terdampak. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir harus tetap berjalan meski di tengah tantangan cuaca ekstrem.

"Kami akan mendukung agar aktivitas melaut tetap berjalan, sehingga roda perekonomian masyarakat pesisir bisa terus tumbuh," pungkasnya.

Berita Terbaru

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…