WTP 10 Kali Bukan Jaminan Bersih, DPRD Soroti Masalah Pengelolaan Keuangan Pemprov Jatim

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Insani/Jurnas.net)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - DPRD Jawa Timur menyoroti opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bagi DPRD Jatim, capaian itu justru memicu tanda tanya besar terkait pengelolaan keuangan yang bersih dan efisien, atau hanya tampak baik di atas kertas.

"Kami apresiasi opini WTP, tapi perlu diingat bahwa ini bukan prestasi, melainkan kewajiban. Justru jika tidak WTP, artinya ada kegagalan sistemik yang fatal," kata anggota DPRD Jatim, Aufa Zhafiri, dalam rapat paripurna penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, Kamis, 24 April 2025.

Politisi Gerindra itu mengingatkan Pemprov Jatim, bahwa audit BPK bersifat sampling, bukan audit menyeluruh. Sehingga WTP tidak dapat dijadikan jaminan, bahwa keuangan daerah benar-benar bersih dari penyimpangan. "Audit ini tidak menjawab benar atau salah, hanya menilai kewajaran. Meski dapat WTP, bukan berarti ada persoalan," ujarnya.

Ia pun menyoroti sejumlah temuan BPK yang memperlihatkan kelemahan pengelolaan keuangan. Mulai dari buruknya tata kelola belanja hibah, hingga UPJ SMK Negeri yang belum berstatus BLUD, namun sudah melakukan kegiatan keuangan secara aktif.

"Permasalahan ini bukan kali pertama muncul. Tapi anehnya, dari tahun ke tahun hanya berganti nama dokumen, bukan menyelesaikan akar masalahnya,” katanya.

Baca Juga : KPK Kembali Obok-obok Pemprov Jatim Terkait Kasus Dana Hibah

[caption id="attachment_7433" align="alignnone" width="1080"] Suasana Sidang Paripurna di DPRD Jawa Timur. (Insani/Jurnas.net)[/caption]

Tak hanya itu, Aufa juga mengkritisi kinerja BUMD seperti buruknya pengelolaan keuangan Bank Jatim, yang menurutnya belum optimal dalam membawa manfaat nyata bagi rakyat Jatim. Ia menilai masih banyak program OPD yang sekadar formalitas tanpa dampak konkret terhadap masyarakat.

"OPD seolah berlomba menyusun laporan indah, padahal rakyat masih menjerit. Apa gunanya opini WTP kalau rakyat tak merasakan apa-apa," ucapnya.

Sementara itu, BPK sendiri dalam laporannya menyebutkan masih ada kelemahan dalam sistem pengendalian intern serta ketidakpatuhan terhadap sejumlah aturan, meski secara keseluruhan tidak memengaruhi opini atas kewajaran laporan keuangan.

Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain. Pertama, penatausahaan keuangan UPJ SMK Negeri yang belum menjadi BLUD belum berjalan optimal, kedua terkait pengelolaan belanja hibah dinilai belum memadai dan harus segera diperbaiki.

Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK, Widhi Widayat, menyerahkan langsung LHP BPK kepada Ketua DPRD dan Gubernur Jawa Timur dalam rapat paripurna tersebut. Turut hadir Kepala Perwakilan BPK Jatim, Yuan Candra Djaisin.

Sebagai informasi, Pemprov Jatim telah meraih opini WTP selama sepuluh tahun berturut-turut sejak 2015. Namun, BPK menekankan bahwa opini WTP bukanlah jaminan absennya penyimpangan. Setiap temuan yang berpotensi merugikan negara tetap harus diungkap dan ditindaklanjuti. "Catatan BPK harus jadi pijakan perbaikan, bukan sekadar laporan," tandasnya.

Berita Terbaru

Penjelasan Pakar Terkait Erupsi Sejumlah Gunung Berapi dalam Waktu Relatif Bersamaan

Penjelasan Pakar Terkait Erupsi Sejumlah Gunung Berapi dalam Waktu Relatif Bersamaan

Selasa, 08 Sep 2026 17:32 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:32 WIB

Jurnas.net - Enam gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam waktu yang relatif hampir bersamaan. Fenomena yang melibatkan Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ile…

Tikar Pandan Bawean Resmi Jadi WBTbI 2026, Pemdes Gunungteguh Ingin Jadi Etalase Budaya Gresik

Tikar Pandan Bawean Resmi Jadi WBTbI 2026, Pemdes Gunungteguh Ingin Jadi Etalase Budaya Gresik

Selasa, 08 Sep 2026 17:14 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:14 WIB

Jurnas.net - Penetapan Tikar Pandan Bawean sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) 2026 disambut bangga Pemerintah Desa Gunungteguh,…

1.214 Mahasiswa Surabaya Lolos Bantuan Kuliah, Dapat UKT hingga Rp2,5 Juta dan Uang Saku

1.214 Mahasiswa Surabaya Lolos Bantuan Kuliah, Dapat UKT hingga Rp2,5 Juta dan Uang Saku

Selasa, 08 Sep 2026 15:29 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:29 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menyalurkan Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan bagi warga Surabaya. Tahun ini, sebanyak 1.214 m…

Karhutla Kawah Ijen Mulai Mereda, Tim Gabungan Sisir Bara Api untuk Cegah Kebakaran Meluas

Karhutla Kawah Ijen Mulai Mereda, Tim Gabungan Sisir Bara Api untuk Cegah Kebakaran Meluas

Selasa, 08 Sep 2026 14:51 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 14:51 WIB

Jurnas.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai mereda. Sejumlah titik api, terutama di sekitar jalur p…

Tour de Java Film Roots Ditutup di Surabaya, Kisah Walter Spies Jadi Refleksi Pelestarian Budaya

Tour de Java Film Roots Ditutup di Surabaya, Kisah Walter Spies Jadi Refleksi Pelestarian Budaya

Selasa, 08 Sep 2026 11:31 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 11:31 WIB

Jurnas.net – Pemutaran film dokumenter fiksi Roots: Seratus Tahun Walter Spies di Bali menuntaskan rangkaian Roots Tour de Java di Surabaya, Jawa Timur. S…

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…