Dana Rp 8,2 Miliar Diduga Ditilep Pegawai Bank Sinarmas: Nasabah Desak OJK Tegas

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi (istimewa)
Ilustrasi (istimewa)

Jurnas.net - Kasus dugaan penyelewengan dana nasabah yang dilakukan oleh oknum pegawai Bank Sinarmas Cabang Pasar Anyar, Bogor, kini menjadi sorotan publik. Tak tanggung-tanggung, lima nasabah prioritas yang mayoritas berusia lanjut harus merelakan total dana sebesar Rp8,2 miliar raib tanpa kejelasan hingga kini.

Kelima korban yaitu, Oki Irawan, Betti, Maria, Tjhun Jan, dan Nurhayati, yang awalnya menyimpan dananya dalam produk Simas Diamond dan Simas Gold, dengan harapan menikmati masa tua yang tenang. Namun, kepercayaan mereka justru dikhianati oleh Relationship Manager bernama Suci Puji Lestari, yang secara resmi ditugaskan Bank Sinarmas untuk menangani nasabah prioritas.

Dengan dalih penukaran hadiah poin dan layanan bonus, Suci diduga memanfaatkan kelengahan para nasabah lansia untuk melakukan pemindahbukuan dana ke rekening atas nama Muhamad Hidayat, tanpa seizin pemilik rekening. Bahkan, sejumlah produk seperti asuransi MSIG milik nasabah dimanipulasi seolah masih aktif, padahal dananya telah dicairkan secara diam-diam.

“Saya sangat terpukul. Dana yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun justru dirampok oleh orang yang kami percaya dari bank,” kata Oki Irawan (66), mewakili para korban.

Lebih ironis, hingga tiga bulan pascakejadian, pihak Bank Sinarmas belum juga memberikan kejelasan soal pertanggungjawaban. Janji-janji untuk mempertemukan para korban dengan direksi pusat hanya menjadi harapan kosong. Kuasa hukum para nasabah, Ir. Fredy P. Sibarani, SH, MBA, CRA, CLA, menyebut tindakan ini mencederai kepercayaan publik terhadap industri perbankan.

“Bank Sinarmas tidak bisa lepas tangan. Sebagai pemberi kerja, mereka bertanggung jawab atas ulah pegawainya. Prinsip ini sudah ditegaskan dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 6424 K/PDT/2024 dan 3245 K/PDT/2015,” jelas Fredy, yang juga mantan direktur bank dan spesialis hukum perbankan.

Baca Juga : Bank Jatim di Titik “Kritis”: Pansel Dibentuk, Publik Menanti Perubahan Nyata Direksi

Fredy telah mengirimkan somasi kedua pada 15 Juli 2025 kepada Direktur Utama Bank Sinarmas, Frenky Tirtowijoyo, namun surat tersebut justru dijawab oleh Branch Manager Bogor, Roy Deni Sianipar orang yang sebelumnya juga ikut membujuk para nasabah untuk menempatkan dana mereka. Hal ini dianggap sebagai bentuk pengabaian dan pelecehan terhadap upaya hukum serta keluhan nasabah.

Tak tinggal diam, pengaduan resmi juga telah didaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tinggal menunggu jadwal mediasi. Kuasa hukum berharap OJK menunjukkan sikap tegas demi melindungi hak nasabah dan menjaga kredibilitas sistem perbankan nasional.

“Apakah nilai Rp 8,2 miliar terlalu kecil hingga tidak dianggap penting oleh manajemen Bank Sinarmas? Kami berharap Presiden Prabowo Subianto dan DPR turut memberi perhatian, khususnya karena korban adalah lansia,” ujar Fredy.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Sinarmas pusat belum memberikan keterangan resmi. Para korban pun hanya menuntut satu hal, yakni pengembalian dana secara utuh, termasuk bunga yang semestinya diterima. Mereka tidak berniat mencemarkan nama baik bank, namun hanya ingin keadilan.

“Tabungan kami adalah hasil jerih payah selama puluhan tahun. Kami hanya ingin dana itu kembali. Tak lebih,” pungkas Oki.

Berita Terbaru

Marak DBD dan BPJS Nonaktif, PDIP Jatim Perintahkan Kader Gerak Cepat Bantu Warga

Marak DBD dan BPJS Nonaktif, PDIP Jatim Perintahkan Kader Gerak Cepat Bantu Warga

Sabtu, 14 Feb 2026 17:16 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 17:16 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menginstruksikan seluruh kader di kabupaten/kota bergerak cepat membantu masyarakat, di tengah…

Gus Atho Reses di Gedeg: Krisis Pupuk dan Minimnya Alsintan Dikeluhkan Petani Mojokerto

Gus Atho Reses di Gedeg: Krisis Pupuk dan Minimnya Alsintan Dikeluhkan Petani Mojokerto

Sabtu, 14 Feb 2026 16:48 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 16:48 WIB

Jurnas.net - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, kembali melakukan Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2025–2026, di Desa B…

Kuasai 27 Kursi DPRD Jatim, PKB Percaya Diri Bidik Kursi Gubernur Jika Pilkada Lewat Parlemen

Kuasai 27 Kursi DPRD Jatim, PKB Percaya Diri Bidik Kursi Gubernur Jika Pilkada Lewat Parlemen

Sabtu, 14 Feb 2026 15:29 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 15:29 WIB

Jurnas.net - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur secara terbuka menyatakan kesiapan membidik kursi Gubernur Jawa Timur apabila mekanisme pemilihan…

Tekan Inflasi Ramadan, Pemkot Surabaya Andalkan Pangan Lokal Lewat GPM

Tekan Inflasi Ramadan, Pemkot Surabaya Andalkan Pangan Lokal Lewat GPM

Sabtu, 14 Feb 2026 14:41 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 14:41 WIB

Jurnas.net - Menjelang Ramadan, pengendalian inflasi tak hanya soal menurunkan harga, tetapi memastikan rantai pasok pangan tetap pendek, adil, dan berpihak…

Didominasi Pengurus Muda, PKB Jatim Siapkan Strategi Rebut Pemilih 60 Persen Milenial dan Gen Z 

Didominasi Pengurus Muda, PKB Jatim Siapkan Strategi Rebut Pemilih 60 Persen Milenial dan Gen Z 

Sabtu, 14 Feb 2026 13:12 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 13:12 WIB

Jurnas.net - Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur (DPW PKB Jatim) resmi memulai babak baru konsolidasi politik. Pengukuhan kepengurusan…

Jalankan Instruksi Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Perkuat Rantai Pasok Hotel dan UMKM

Jalankan Instruksi Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Perkuat Rantai Pasok Hotel dan UMKM

Sabtu, 14 Feb 2026 12:23 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 12:23 WIB

Jurnas.net - Kota Surabaya memasuki babak baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui…