Gus Athoillah: Trans7 Harus Sowan ke Lirboyo Karena Tayangan Xpose Lukai Marwah Ulama dan Pesantren

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, saat sowan ke kiai Ploso Kediri. (Dok: Jurnas.net)
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, saat sowan ke kiai Ploso Kediri. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net - Tayangan program “Xpose Uncensored” di stasiun televisi nasional Trans7 menuai gelombang protes dari kalangan santri, alumni, dan masyarakat pesantren. Tayangan tersebut dinilai melecehkan martabat Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, serta mencederai kehormatan pengasuhnya, KH. Anwar Manshur, salah satu tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama.

Dalam tayangan itu, narasi yang dibangun disebut menampilkan pesantren dengan framing negatif, seolah terdapat praktik “perbudakan” dan “eksploitasi” di lingkungan pendidikan Islam tradisional tersebut. Tuduhan itu memicu kemarahan publik pesantren dan melahirkan aksi protes, baik di lapangan maupun di media sosial.

Gelombang penolakan bahkan berkembang menjadi seruan boikot terhadap Trans7, disertai desakan agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers menindak tegas media yang dinilai tidak menghormati nilai-nilai keislaman dan kebangsaan tersebut.

Desakan dari DPRD Jatim: Media Harus Menjunjung Adab dan Etika

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, yang juga dikenal sebagai Gus Athoillah, menyampaikan penyesalan mendalam atas tayangan yang dianggap melukai marwah pesantren dan para ulama.

Politisi PKB yang sekaligus Pengasuh Asrama Sunan Ampel Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang ini menegaskan, media semestinya menjadi mitra pendidikan masyarakat, bukan justru memecah kepercayaan publik terhadap lembaga keagamaan yang telah berperan besar dalam membentuk karakter bangsa.

"Kami di Jawa Timur merasa sangat tersinggung. Lirboyo bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi pilar moral dan keagamaan bangsa. Framing negatif terhadap pesantren sama saja mencoreng wajah pers dan mencederai nilai-nilai luhur keindonesiaan,” kata Gus Athoillah, Selasa, 14 Oktober 2025.

Baca Juga : Gus Atho’ Dorong Khofifah Perkuat SDM Koperasi Merah Putih Untuk Ekonomi Rakyat

Desak Trans7 Sowan dan Minta Maaf Langsung ke KH. Anwar Manshur

Gus Athoillah menegaskan bahwa permintaan maaf formal melalui media tidak cukup. Ia mendesak pihak Trans7 untuk bersilaturahmi langsung (sowan) kepada KH. Anwar Manshur di Kediri sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab moral.

"Ini bukan sekadar urusan rating atau klarifikasi. Ini soal adab. Mereka harus datang, bersowan, dan menunjukkan rasa hormat kepada para kiai yang telah menjaga marwah pesantren dan membangun fondasi nilai-nilai bangsa,” ujar Gus Athoillah.

Ia juga berharap kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh insan pers agar lebih berhati-hati dalam mengangkat isu keagamaan, khususnya pesantren, yang memiliki sensitivitas sosial dan historis tinggi di Indonesia.

"Kami mendorong KPI dan Dewan Pers agar bersikap tegas. Jangan sampai kejadian yang merugikan pesantren seperti ini terulang di masa depan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net — Peristiwa tragis meninggalnya seorang perempuan lanjut usia setelah kendaraan yang dikendarainya tercebur ke area proyek pembangunan gorong-gorong …

Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, EastFood dan ALLPACK Surabaya 2026 Siap Dongkrak Investasi dan Ekspor

Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, EastFood dan ALLPACK Surabaya 2026 Siap Dongkrak Investasi dan Ekspor

Senin, 15 Jun 2026 15:04 WIB

Senin, 15 Jun 2026 15:04 WIB

Jurnas.net – Kinerja ekonomi Jawa Timur yang tumbuh impresif pada Triwulan I 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor riil dan memperluas peluang i…

DPRD Jatim Soroti Dugaan Grup Gay di Surabaya, Lilik Hendarwati Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Karakter

DPRD Jatim Soroti Dugaan Grup Gay di Surabaya, Lilik Hendarwati Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Karakter

Senin, 15 Jun 2026 13:47 WIB

Senin, 15 Jun 2026 13:47 WIB

Jurnas.net – Terungkapnya sebuah grup media sosial di kawasan Surabaya Timur yang diduga berkaitan dengan aktivitas perilaku seksual menyimpang menjadi p…

Polres Situbondo Tangkap Dua Buronan Pencabulan Anak dan Curat di Bali

Polres Situbondo Tangkap Dua Buronan Pencabulan Anak dan Curat di Bali

Senin, 15 Jun 2026 12:27 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:27 WIB

Jurnas.net - Komitmen Polres Situbondo dalam memburu pelaku kejahatan yang mencoba melarikan diri dari jerat hukum kembali dibuktikan. Hanya berselang dua hari…

DPRD Jatim: Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp2 Juta Harus Dibuktikan dengan Komitmen Nyata, Bukan Pencitraan

DPRD Jatim: Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp2 Juta Harus Dibuktikan dengan Komitmen Nyata, Bukan Pencitraan

Senin, 15 Jun 2026 11:31 WIB

Senin, 15 Jun 2026 11:31 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menaikkan tunjangan guru non-ASN atau guru honorer …

Pemkot Surabaya Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Utsawa Dharma Gita 2026

Pemkot Surabaya Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Utsawa Dharma Gita 2026

Senin, 15 Jun 2026 09:27 WIB

Senin, 15 Jun 2026 09:27 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter melalui berbagai kegiatan keagamaan dan b…