Ketua IKA ITS Jawa Timur yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa ITS bersama para alumninya siap memberikan pendampingan teknis, mulai dari penghitungan kekuatan struktur hingga rekomendasi arsitektur bangunan bagi pondok pesantren.
"Kami mengambil langkah pencegahan agar tragedi seperti di Ponpes Al Khoziny tidak terulang lagi. ITS melalui para alumninya, akan membantu menghitung ulang kekuatan struktur setiap bangunan pondok pesantren yang ada di Jatim,” kata Eri Cahyadi, Kamis, 16 Oktober 2025.
Eri menjelaskan tim khusus gabungan dari alumni ITS akan segera dibentuk dan diterjunkan ke lapangan. Mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan pondok pesantren, terutama yang berusia tua atau dibangun tanpa perencanaan struktur yang memadai.
"Kami bersama alumni ITS Jawa Timur akan bergerak ke seluruh pondok pesantren untuk membantu mengevaluasi kekuatan struktural bangunan. Ini bentuk tanggung jawab sosial kami terhadap keselamatan santri dan masyarakat pesantren,” tegas Eri.
Baca Juga : Walkot Eri Klaim 117 Ponpes di Surabaya Punya IMB
Sebagai langkah awal, IKA ITS akan memberikan bantuan teknis langsung di lokasi Ponpes Al Khoziny, yang menjadi perhatian utama pasca tragedi. Tim ahli ITS akan membantu melakukan perhitungan ulang struktur dan merancang perbaikan arsitektur agar aman digunakan kembali.
"Tujuan kami adalah agar setiap pembangunan pondok di masa depan, siapapun yang membangunnya, dapat memanfaatkan keahlian kami dalam perhitungan struktur dan arsitektur. Ini penting untuk menjamin keselamatan penghuni dan mencegah musibah berulang,” ujar Eri.
Program audit dan pendampingan teknis ini akan dimulai dari Kota Surabaya sebagai pilot project, sebelum diperluas ke berbagai kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.
"Kami akan mulai dari Surabaya dengan melibatkan seluruh elemen IKA ITS. Setelah itu, secara bertahap, program ini akan dilanjutkan ke seluruh Jawa Timur. Kami tengah menyiapkan tim khusus untuk melaksanakan pemetaan dan audit bangunan secara menyeluruh,” ucap Eri.
Eri berharap langkah ini dapat menjadi model nasional bagi kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. "Dalam rangka mewujudkan standarisasi bangunan pesantren yang aman, kuat, dan berkelanjutan," pungkas Eri.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
Khofifah Dorong SIER Genjot Kinerja dan Investasi untuk Perkuat Ekonomi Jatim
Kamis, 17 Sep 2026 17:12 WIB
Jurnas.net — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus m…
Trans Jatim Gratis Sehari di Harhubnas 2026, Khofifah Dorong Warga Beralih ke Transportasi Publik
Kamis, 17 Sep 2026 08:41 WIB
Jurnas.net — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggratiskan layanan Trans Jatim selama satu hari pada Kamis (17/9/2026). Kebijakan tersebut diberlakukan b…
Kemenkeu Jatim Sita 284 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilainya Capai Rp424,76 Miliar
Rabu, 16 Sep 2026 21:32 WIB
Jurnas.net – Peredaran rokok ilegal di Jawa Timur masih menjadi perhatian serius pemerintah. Hingga September 2026, Kementerian Keuangan mencatat ribuan p…
17 Siswa dan Guru di Jepara Keracunan MBG
Rabu, 16 Sep 2026 20:37 WIB
Jurnas.net - Sebanyak 17 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengalami keracunan. Penerima manfaat dari …
Bawaslu DIY-Kejati DIY Perkuat Sinergi Pencegahan Pelanggaran Pemilu
Rabu, 16 Sep 2026 19:40 WIB
Jurnas.net - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY memperkuat sinergi dalam upaya mencegah…
Saksi Ungkap Detik-detik Louis Dipukul dan Dicekik, Rekaman CCTV Jadi Kunci Pembuktian
Rabu, 16 Sep 2026 19:01 WIB
Jurnas.net – Kesaksian saksi Imam dalam sidang perkara dugaan pengeroyokan Louis di sebuah gudang buah kawasan Tanjungsari, Surabaya, menjadi sorotan. Bukan h…