Aktivis 98 Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Jangan Putihkan Luka Sejarah!

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
File foto tertanggal 22 Mei 1998 ini menunjukkan mantan Presiden Indonesia Soeharto memberi hormat kepada para pengawal dan staf saat meninggalkan Istana Kepresiden. (AGUS LOLONG / AFP FILES / AFP)
File foto tertanggal 22 Mei 1998 ini menunjukkan mantan Presiden Indonesia Soeharto memberi hormat kepada para pengawal dan staf saat meninggalkan Istana Kepresiden. (AGUS LOLONG / AFP FILES / AFP)

Jurnas.net - Gelombang penolakan terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto kembali menguat. Kali ini datang dari Front Pembebasan Rakyat (FPR) — wadah yang berisi para aktivis gerakan reformasi 1998 lintas kampus.

Mereka menilai langkah tersebut bukan sekadar keliru secara moral, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi dan upaya memutihkan sejarah kelam Orde Baru.

Dalam rilis resminya yang diterima media ini, FPR menegaskan bahwa gelar Pahlawan Nasional seharusnya diberikan kepada sosok yang benar-benar memperjuangkan kemerdekaan, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. Bagi mereka, sosok Soeharto justru identik dengan pembungkaman demokrasi, korupsi sistemik, dan kekerasan negara terhadap rakyatnya.

"Kami hidup dan menyaksikan sendiri bagaimana ruang demokrasi dirampas dari rakyat. Penangkapan tanpa proses hukum, pembredelan media, hingga represi di kampus terjadi di masa itu. Mengangkat Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sama saja menutupi luka sejarah,” kata Agus Wiryono, aktivis FPR alumnus UNESA.

Nada serupa disampaikan Heru Krisdianto, aktivis lulusan Universitas Airlangga (Unair). Ia menilai, pemberian gelar tersebut justru mencederai perjuangan Reformasi 1998 yang menumbangkan kekuasaan Orde Baru.

"Tahun 1998 bukan sekadar peristiwa politik, tapi jeritan rakyat yang sudah tak sanggup menahan penindasan. Banyak kawan kami dipenjara, diculik, bahkan hilang hingga kini tak kembali. Memberi gelar pahlawan kepada Soeharto adalah bentuk pengkhianatan terhadap pengorbanan itu,” ujarnya.

Baca Juga : OTT Bupati Ponorogo Jadi Tamparan PDIP: Said Abdullah Akui Politik Biaya Tinggi Picu Korupsi

Sementara itu, Onny Wiranda, aktivis jebolan Universitas Kristen Petra, menegaskan bahwa bangsa yang sehat harus berani mengakui sejarah apa adanya, bukan menutupi masa lalu dengan penghargaan simbolik.

"Ini bukan soal dendam, tapi soal kebenaran dan rasa hormat terhadap para korban. Kalau negara ingin memberi teladan, maka teladan itu adalah keberanian untuk jujur, bukan menutupi luka,” kata Onny.

FPR menegaskan, bangsa Indonesia tidak bisa maju tanpa keberanian berdamai dengan sejarah melalui pengakuan yang jujur. Mereka menyerukan kepada pemerintah agar menghentikan rencana pemberian gelar tersebut dan mengingat kembali nilai-nilai demokrasi yang diperjuangkan pada 1998.

"Gelar pahlawan bukan sekadar penghargaan seremonial, tapi tanggung jawab moral. Jangan sampai bangsa ini kehilangan kompas sejarahnya,” tandss pernyataan FPR.

Adapun tokoh dan aktivis Reformasi 98 lainnya yang tergabung dalam Front Pembebasan Rakyat (FPR) dari berbagai kampus di Jawa Timur turut menandatangani sikap penolakan ini, yakni: 

Heru Krisdianto (Unair)
Agus Wiryono (Unesa)
Onny Wiranda (UK. Petra)
Dandik Katjasungkana (Unair)
Aldi Karmailis (Unair)
Andri Arianto (Unair)
Matius Eko Purwanto (UWM)
Eusebius Purwadi (Unair)
Opi Maharani Banong (STIESIA)
Andre Hapsara (UWM)
Didik Iskandar (UWKS)
Abdi Edison (Untag)
Didik Nurhadi (Unesa)
Achmad Hilmi (Unitomo)
Rinto M Siagian (Unitomo)
Ferry Irawan (Unitomo)
Nina Agustin (Unitomo)
Singgih Prayogo (Unitomo)
Mochamad Verie (UWK)
Moh Rouf (Unesa)
Mei Indarwanti (Unesa)
Yudhit Ciphardian (UK. Petra)
Dewa Made (UWKS)
Agatha Retnosari (ITS)
Triyana Damayanti (Unair)
Tita Sinta (UWKS)
Rosallyn (UWM)
Edwin Suryaatmaja (Unesa)
Pramono (Unipra)
Riyanto (Unesa)
Moch. Irvan (Unesa)
Winda (ITATS)
I Putu Agus Fitrian HK (Stiesia)
Leonardus Sugianto (Stiesia)
Michael Kusumosularso (ITATS).

Berita Terbaru

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jurnas.net -  Sebanyak 17 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, disasar progam revitalisasi bantuan presiden (Banpres) Prabowo Subianto. Tiap madrasah …

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jurnas.net — Ribuan warga memenuhi Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9/2026) malam. Gemuruh tabuhan kentongan yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama …

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota Dumai menjajaki peluang kerja sama dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), khususnya di sektor logistik, pergudangan, …

Bupati Banyuwangi Jamin Pendidikan Anak 2 Korban KM Virgo yang Masih Hilang

Bupati Banyuwangi Jamin Pendidikan Anak 2 Korban KM Virgo yang Masih Hilang

Jumat, 18 Sep 2026 09:31 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:31 WIB

Jurnas.net — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memastikan pendidikan anak-anak dari dua warga Banyuwangi yang menjadi korban hilang dalam kecelakaan KM Virgo …

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Jurnas.net — Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dimaknai PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dengan memperkuat keandalan sistem t…

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Oleh: Heni Ratnawati, M.Pt.  Wakil Sekretaris Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI - (2024-2026)   Setiap 17 September, Korp HMI-Wati (KOHATI) m…