Pemkab Gresik Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Inklusif dan Penanganan Masalah Sosial

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dalam forum diskusi kelompok perempuan bertajuk “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif”. (Istimewa)
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dalam forum diskusi kelompok perempuan bertajuk “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif”. (Istimewa)

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menempatkan perempuan sebagai aktor kunci dalam menggerakkan pembangunan inklusif serta mengatasi berbagai persoalan sosial yang masih membayangi daerah. Hal itu mengemuka dalam forum diskusi kelompok perempuan bertajuk “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif”, yang mempertemukan berbagai organisasi perempuan di Gresik.

Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret agar pembangunan semakin responsif gender dan mampu menjangkau kelompok rentan, mulai anak, difabel, perempuan, lansia hingga keluarga prasejahtera.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik, Shinta Puspitasari Asluchul Alif, menegaskan bahwa sinergi antarkelompok perempuan merupakan kekuatan besar untuk mempercepat terciptanya pembangunan yang lebih adil.

“Perempuan memiliki pengalaman panjang dalam pemberdayaan masyarakat. Ketika mereka bersinergi, peluang menjadi lebih setara dan inklusivitas bisa dicapai lebih cepat,” kata Shinta, Kamis, 27 November 2025.

Shinta juga memaparkan dasar hukum pengarusutamaan gender serta berbagai tantangan yang masih membelit perempuan Gresik, seperti budaya patriarki, pemahaman inklusi yang belum merata, hingga efisiensi anggaran yang berdampak pada keterbatasan program.

“Di sinilah pentingnya strategi sinergi, komunikasi intensif, dan evaluasi yang terukur,” tambahnya.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menekankan bahwa Pemkab Gresik ingin memastikan seluruh organisasi perempuan dapat mengakses program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Perempuan harus bisa memanfaatkan program pemberdayaan, sosial, kesehatan hingga program nasional. Mereka harus terlibat dan mendapatkan manfaat yang setara,” tegas Alif.

Ia juga menyoroti persoalan sosial yang perlu segera ditangani bersama, terutama tingginya angka perceraian di Gresik. Tercatat 1.350 kasus perceraian sepanjang Januari–November 2025, didominasi faktor ekonomi, judi, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurutnya, kelompok perempuan memiliki peran strategis dalam edukasi keluarga dan penguatan ketahanan sosial. "Perempuan punya kekuatan besar dalam pemberdayaan keluarga. Karena itu, mari bersama pemerintah menangani persoalan sosial ini,” ujar Alif.

Alif berharap peningkatan kapasitas dan literasi perempuan akan berdampak pada partisipasi aktif mereka dalam proses pengambilan keputusan, termasuk Musrenbang, serta memperluas jejaring kolaborasi antarorganisasi.

“Perempuan Gresik bukan objek pembangunan, melainkan subjek sekaligus motor kemajuan. Setiap suara perempuan harus didengar dan dihargai,” tandas Alif.

Berita Terbaru

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Jurnas.net - InJourney Management dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama pengembangan destinasi wisata candi. Ada sejumlah aspek yang dikembangka…

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Dampak kekerasan yang dialami anak-anak di daycare memerlukan penanganan serius. Bukan hanya penanganan, dampak kekerasan itu perlu deteksi dini pa…

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi oleh Polda Jawa Timur tak sekadar menjadi catatan penegakan hukum. Di balik angka k…