Pencuri Kabel PJU Menyamar Jadi Petugas: Pemkot Surabaya Siapkan Reward Bagi Pelapor

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas memperbaiki PJU yang kabelnya hilang dicuri. (Humas Pemkot Surabaya)
Petugas memperbaiki PJU yang kabelnya hilang dicuri. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tidak biasa namun agresif dalam memberantas maraknya pencurian kabel Penerangan Jalan Umum (PJU). Tidak hanya meningkatkan patroli, Pemkot kini menawarkan bonus khusus bagi warga yang berhasil memberikan rekaman video valid terkait aksi pencurian kabel PJU. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa kejahatan tersebut sudah naik level—bukan lagi ulah oknum biasa, tetapi diduga melibatkan kelompok terorganisir yang beroperasi rapi dan canggih.

Plt Kepala Diskominfo Surabaya, M. Fikser, menegaskan bahwa pelibatan warga kini menjadi kunci utama karena pola pelaku semakin sulit dibedakan dari petugas resmi.
“Silakan laporkan jika melihat aksi pencurian kabel PJU. Kirimkan videonya melalui aplikasi WargaKu atau media sosial Pemkot. Laporan valid akan mendapatkan bonus,” kata Fikser, Sabtu, 29 November 2025.

Menurut Pemkot, video harus menampilkan pelaku secara jelas, termasuk nomor polisi kendaraan jika digunakan. Pelaporan dapat dikirim melalui aplikasi WargaKu, Instagram @dishubsurabaya, atau akun resmi @surabaya.

Dishub Surabaya mengungkap fakta yang cukup mencengangkan: para pencuri beraksi dengan metode profesional layaknya petugas lapangan. Mereka memakai rompi proyek, helm keselamatan, hingga mobil operasional sehingga warga kerap tidak curiga.

“Mereka mematikan listrik PJU di malam hari dan berpura-pura melakukan perbaikan. Dari luar, benar-benar tampak seperti pekerja resmi,” kata Kepala Bidang Prasarana Transportasi Dishub Surabaya, Agung Karyadi.

Para pelaku biasanya bergerak menjelang pagi sekitar pukul 05.00 WIB, saat lampu padam dan aktivitas warga masih sedikit. Mereka masuk ke area gorong-gorong atau pedestrian untuk memutus kabel hingga menyebabkan pemadaman panjang di titik lain.

Sepanjang November 2025 saja, ada 12 lokasi yang menjadi sasaran pencurian dengan total kehilangan kabel mencapai 1.800 meter, setara panjang hampir dua kali lapangan sepak bola. Aksi ini berdampak langsung pada keselamatan warga karena jalan gelap berpotensi memicu kecelakaan dan kejahatan jalanan.

Lokasi terdampak tersebar di beberapa ruas protokol, seperti Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Indrapura, hingga Jalan Urip Sumoharjo.

Agung menyebut, kasus pencurian kabel bukan fenomena baru, tetapi gelombang November ini menunjukkan eskalasi yang tidak biasa. Karena itu, Dishub kini intens berkoordinasi dengan kepolisian untuk memburu pelaku dan membongkar jaringan di baliknya.

“Ini bukan kerja satu-dua orang. Kami menduga ada pola terorganisir. Karena itu, kami berkoordinasi dengan kepolisian agar pelaku segera tertangkap,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Pelayaran ke Bawean Lumpuh Akibat Cuaca Buruk, Jenazah Dipulangkan Pakai Perahu Nelayan

Pelayaran ke Bawean Lumpuh Akibat Cuaca Buruk, Jenazah Dipulangkan Pakai Perahu Nelayan

Selasa, 15 Sep 2026 20:16 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 20:16 WIB

Jurnas.net - Gelombang tinggi kembali mengganggu akses transportasi laut menuju Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak Jumat (11/9/2026), dua kapal…

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Jurnas.net – Jajaran Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) turun langsung menemui sejumlah tenant melalui program BOD Visit Tenant. Selain m…

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Jurnas.net - Sebanyak 150 anak dari seluruh kecamatan di Jepara mengikuti lomba kolase. Mereka menggunakan serbuk kayu sebagai bahan baku berkarya. Ketua…

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…