Jurnas.net - Musyawarah Daerah (Musda) II MD KAHMI Sidoarjo tidak hanya menetapkan lima presidium untuk periode 2025–2030, tetapi juga memperlihatkan format baru tata kelola organisasi yang lebih inklusif dan berbasis meritokrasi. Dalam Pra-Musda pada Sabtu, 29 November 2025, seluruh peserta sepakat memilih presidium melalui mekanisme musyawarah mufakat, cara yang dinilai mulai hilang dari banyak organisasi modern.
Adapun lima presidium yang terpilih merupakan representasi lintas disiplin dan profesi, yakni Chairil Anwar (Akademisi), Tri Kisnowo Hadi (Budayawan), Sudarmawan (Jurnalis/Owner Media Online), Dini Purnawansyah (ASN Pemprov Jatim), Urip Prayitno (Pakar Hukum).
Format komposisi ini menjadi menarik karena KAHMI Sidoarjo memilih figur-figur dengan kredibilitas individual kuat, bukan berdasarkan kelompok, faksi, atau senioritas. Model tersebut kini disebut-sebut sebagai “baru” dalam kultur organisasi alumni, terutama di Jawa Timur.
Presidium MW KAHMI Jatim, Bawon Adi Yitoni, menegaskan bahwa Musda II MD KAHMI Sidoarjo layak dijadikan acuan bagi wilayah lain yang masih tertinggal.
“Sembilan MD di Jatim belum menggelar Musda. Sidoarjo menunjukkan pola ideal: musyawarah mufakat, kesempatan setara, dan pemilihan yang betul-betul mengedepankan gagasan. Ini role model yang seharusnya direplikasi,” ujarnya.
Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Wilayah KAHMI Jatim, Akhsanul Yakin Rifat, saat serah terima pengibaran bendera petaka KAHMI ke Koordinator Presidium MD KAHMI Sidoarjo, Ahmad Riyadh Umar B. (Dok: Jurnas.net)
Menurutnya, sistem tersebut memberi ruang bagi calon presidium dengan kapasitas intelektual, visi strategis, dan kemampuan konseptual yang kuat, bukan sekadar popularitas.
Ketua Pelaksana Musda, Sulton Arif, menyebut komposisi presidium terpilih adalah perpaduan ideal: pengalaman tokoh senior dan keberanian berpikir generasi muda.
“Ini bukan hanya pergantian pengurus, tetapi pembentukan tim kerja dengan DNA baru: solid, energik, dan inovatif. Kombinasi pengalaman dan energi muda ini akan jadi fondasi kuat lima tahun ke depan,” katanya.
Ia menekankan bahwa kepengurusan baru akan bergerak sebagai kekuatan yang lebih adaptif terhadap isu-isu masyarakat Sidoarjo, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pembangunan daerah.
Arif menegaskan bahwa MD KAHMI Sidoarjo juga akan menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Mereka siap mendukung dan mengawal 14 program prioritas Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana, mulai dari pembangunan SDM, ekonomi lokal, hingga layanan publik.
“Tahun depan kontribusi kami harus lebih masif, lebih terukur, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Koordinator Presidium MD KAHMI Sidoarjo, Ahmad Riyadh Umar B, saat Musda II MD KAHMI Sidoarjo. (Dok: Jurnas.net)
Arif mengatakan bahwa arah kebijakan KAHMI Sidoarjo periode 2025–2030 akan difokuskan pada empat sektor utama, yaitu pengembangan kualitas SDM, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, penguatan pendidikan, dan penguatan peran civil society melalui pendampingan sosial dan advokasi.
“Organisasi ini tidak boleh berhenti sebagai wadah alumni. KAHMI harus menjadi kekuatan sipil yang hidup dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Koordinator Presidium periode sebelumnya, Ahmad Riyadh Umar B, menekankan bahwa Musda II bukan sekadar pergantian pengurus, namun penanda perubahan orientasi besar organisasi.
“Ini momentum merumuskan arah strategis. KAHMI Sidoarjo harus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang hadir dalam dinamika masyarakat. Lima tahun ke depan harus jadi periode penguatan relevansi organisasi,” kata Riyadh.
Editor : Prabu Narashan