Banyuwangi Jadi Role Model Nasional untuk Digitalisasi Bansos 2026

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam  forum nasional yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam  forum nasional yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) memasuki babak baru. Setelah melalui tahap piloting yang sukses di Banyuwangi, pemerintah pusat resmi menjadikan model Digitalisasi Bansos Banyuwangi sebagai rujukan nasional. Keberhasilan tersebut tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang cara kerja kolaboratif yang unik, yang melibatkan seluruh elemen daerah hingga level dasawisma, model yang kini diminta direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.

Momentum tersebut mengemuka dalam forum nasional yang digelar Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) dari Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Acara hybrid itu menghadirkan Mendagri Tito Karnavian, Menpan RB Rini Widyantini, Menteri/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan ratusan kepala daerah se-Indonesia.

Dalam forum tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, diminta langsung memaparkan pengalaman daerahnya sebagai pilot project nasional. "Kami minta Bupati Banyuwangi berbagi pengalaman agar seluruh daerah bisa mempersiapkan pelaksanaan piloting tahun 2026,” kata Mendagri Tito.

Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa keberhasilan Banyuwangi sudah dilaporkan kepada Presiden dan akan menjadi dasar penerapan bertahap di 32 daerah sebelum diluncurkan nasional pada Oktober 2026.

“Banyuwangi terbiasa bekerja dalam tim. Pelibatan kader dasawisma, lurah, camat, dan OPD sebagai agen perlinsos mempercepat proses pendaftaran. Ini model yang harus dicontoh,” ujar Luhut.

Dalam paparannya, Bupati Ipuk menekankan bahwa digitalisasi bansos tidak berhenti pada aplikasi atau dashboard data, tetapi menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan.

Banyuwangi mengerahkan ribuan agen perlinsos digital, yakni pendamping PKH, operator desa, TKSK, kader dasawisma, serta perangkat kecamatan dan kelurahan. Mereka turun langsung ke rumah warga, khususnya lansia dan keluarga yang tidak memiliki gawai.

"Kami jemput bola, mendatangi warga satu per satu untuk membantu pendaftarannya. Digitalisasi ini harus adil, jangan sampai orang yang tidak punya HP justru tidak terdata,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, tujuan utama bukan mengejar jumlah pendaftar, tetapi memastikan warga yang benar-benar membutuhkan dapat mendaftar dengan mudah. "Prinsipnya bukan angka, tetapi memastikan setiap orang yang membutuhkan bisa mendaftarkan diri,” tegasnya.

Sekjen Kemensos, Robben Rico, menyampaikan bahwa pelaksanaan piloting di Banyuwangi sangat optimal. Dengan masa pendaftaran hanya sekitar satu bulan (18 September—15 Oktober), jumlah pendaftar mencapai 359 ribu orang, melebihi target awal 320 ribu.

"Ini bukti Banyuwangi serius mengawal proses piloting. Kinerjanya di atas ekspektasi,” kata Robben.

Berita Terbaru

Harga BBM Naik, Supermarket Berjejaring Tetap Jual Barang Sesuai HET

Harga BBM Naik, Supermarket Berjejaring Tetap Jual Barang Sesuai HET

Sabtu, 13 Jun 2026 16:13 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 16:13 WIB

Jurnas.net - Swalayan berjejaring tetap menjual berbagai barang kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi atau HET, di tengah lonjakan harga BBM non subsidi…

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jurnas.net – Karier politik Musyafak Rouf di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya memasuki babak baru. Di tengah namanya yang terus dikaitkan d…

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Menengah …

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengirimkan kontingen terbaik untuk b…

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jurnas.net – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Dalam kurun lima bulan pertama tahun 2026, sebanyak 4.191 …

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kualitas layanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan dengan menyiapkan sumber daya m…