Pemkot Surabaya Luncurkan Madrasah Amil dan Nadzir untuk Wujudkan Kota Wakaf

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Pelaksana BWI Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhri. (Humas Pemkot Surabaya)
Ketua Pelaksana BWI Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhri. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan langkah progresif dalam penguatan ekonomi sosial Islam dengan menggandeng Baznas dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Surabaya untuk menggelar Madrasah Amil dan Nadzir. Program ini disiapkan sebagai fondasi penting untuk mewujudkan Surabaya sebagai “Kota Wakaf”, sebuah visi besar yang tidak hanya berbasis ibadah, tetapi juga pada tata kelola keuangan sosial yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Bertempat di Ruang Majapahit Kantor Bappedalitbang, kegiatan ini menghadirkan sekitar 200 peserta dari perguruan tinggi, masjid, musala, hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh kecamatan. Tujuannya jelas: mencetak SDM zakat dan wakaf yang memiliki kompetensi setara standar nasional.

Kepala Bagian Bapemkesra Surabaya, Arief Boediarto, mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Surabaya sedang membangun ekosistem kolaboratif yang belum banyak diterapkan kota lain di Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana wakif menyediakan tanah, kemudian Baznas dan BWI bersama Pemkot memastikan administrasi dan tata kelola berjalan rapi dan terkoordinasi.

“Ini adalah kearifan lokal yang luar biasa. Tidak banyak kota di Jawa Timur melakukan hal seperti ini. Surabaya punya model yang bisa direplikasi daerah lain,” kata Arief, Minggu, 7 Desember 2025.

Arief juga menegaskan perbedaan karakter zakat dan wakaf—zakat bersifat langsung habis dan didistribusikan, sementara wakaf adalah investasi yang wajib terus berkembang manfaatnya. Ia berharap Madrasah Amil dan Nadzir ini melahirkan SDM yang mampu mengelola keduanya secara profesional.

Ketua Baznas Surabaya, Moch. Hamzah, menegaskan bahwa angkatan pertama ini menjadi titik awal dari program berkelanjutan. Pada tahap berikutnya, Baznas dan BWI tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyiapkan pendampingan lapangan hingga skema sertifikasi profesi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Amil dan nadzir harus punya kompetensi. Tidak hanya niat baik, tapi juga skill, pengetahuan, dan standar layanan,” jelas Hamzah.

Ia menegaskan posisi strategis kedua institusi, yakni zakat mengangkat masyarakat lewat solusi cepat, dan wakaf menguatkan lewat investasi berkelanjutan. "Zakat mengangkat, wakaf menguatkan. Bersama memberdayakan umat,” tegasnya.

Ketua Pelaksana BWI Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhri, menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme pengelola. Wakaf, menurutnya, adalah aset investasi yang harus terus tumbuh. "Wakaf itu tidak boleh habis. Ia harus dikembangkan terus, dan hasil berkembangnya untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan ini menjadi jalan bagi amil dan nadzir untuk menjalankan amanah keumatan dengan lebih efektif, efisien, serta menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.

Melalui program ini, Pemkot Surabaya tidak hanya mengajak masyarakat berzakat atau berwakaf, tetapi membangun fondasi ekonomi sosial yang modern, transparan, dan berkelanjutan. Terobosan inilah yang menjadi pembeda Surabaya dengan daerah lain, sekaligus menegaskan komitmen kota ini dalam mengembangkan instrumen keuangan sosial Islam sebagai motor pemberdayaan masyarakat.

Berita Terbaru

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…