Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan langkah progresif dalam penguatan ekonomi sosial Islam dengan menggandeng Baznas dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Surabaya untuk menggelar Madrasah Amil dan Nadzir. Program ini disiapkan sebagai fondasi penting untuk mewujudkan Surabaya sebagai “Kota Wakaf”, sebuah visi besar yang tidak hanya berbasis ibadah, tetapi juga pada tata kelola keuangan sosial yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Bertempat di Ruang Majapahit Kantor Bappedalitbang, kegiatan ini menghadirkan sekitar 200 peserta dari perguruan tinggi, masjid, musala, hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh kecamatan. Tujuannya jelas: mencetak SDM zakat dan wakaf yang memiliki kompetensi setara standar nasional.
Kepala Bagian Bapemkesra Surabaya, Arief Boediarto, mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Surabaya sedang membangun ekosistem kolaboratif yang belum banyak diterapkan kota lain di Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana wakif menyediakan tanah, kemudian Baznas dan BWI bersama Pemkot memastikan administrasi dan tata kelola berjalan rapi dan terkoordinasi.
“Ini adalah kearifan lokal yang luar biasa. Tidak banyak kota di Jawa Timur melakukan hal seperti ini. Surabaya punya model yang bisa direplikasi daerah lain,” kata Arief, Minggu, 7 Desember 2025.
Arief juga menegaskan perbedaan karakter zakat dan wakaf—zakat bersifat langsung habis dan didistribusikan, sementara wakaf adalah investasi yang wajib terus berkembang manfaatnya. Ia berharap Madrasah Amil dan Nadzir ini melahirkan SDM yang mampu mengelola keduanya secara profesional.
Ketua Baznas Surabaya, Moch. Hamzah, menegaskan bahwa angkatan pertama ini menjadi titik awal dari program berkelanjutan. Pada tahap berikutnya, Baznas dan BWI tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyiapkan pendampingan lapangan hingga skema sertifikasi profesi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Amil dan nadzir harus punya kompetensi. Tidak hanya niat baik, tapi juga skill, pengetahuan, dan standar layanan,” jelas Hamzah.
Ia menegaskan posisi strategis kedua institusi, yakni zakat mengangkat masyarakat lewat solusi cepat, dan wakaf menguatkan lewat investasi berkelanjutan. "Zakat mengangkat, wakaf menguatkan. Bersama memberdayakan umat,” tegasnya.
Ketua Pelaksana BWI Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhri, menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme pengelola. Wakaf, menurutnya, adalah aset investasi yang harus terus tumbuh. "Wakaf itu tidak boleh habis. Ia harus dikembangkan terus, dan hasil berkembangnya untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.
Ia berharap pelatihan ini menjadi jalan bagi amil dan nadzir untuk menjalankan amanah keumatan dengan lebih efektif, efisien, serta menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.
Melalui program ini, Pemkot Surabaya tidak hanya mengajak masyarakat berzakat atau berwakaf, tetapi membangun fondasi ekonomi sosial yang modern, transparan, dan berkelanjutan. Terobosan inilah yang menjadi pembeda Surabaya dengan daerah lain, sekaligus menegaskan komitmen kota ini dalam mengembangkan instrumen keuangan sosial Islam sebagai motor pemberdayaan masyarakat.
Editor : Rahmat Fajar
Berita Terbaru
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB
Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB
Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB
Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…