Jurnas.net - Gelombang solidaritas dari warga Surabaya untuk korban banjir dan longsor di Sumatera terus mengalir. Tidak hanya menjadi gerakan pemerintah, aksi kemanusiaan ini telah tumbuh menjadi gerakan bersama warga kota. Pada Rabu (10/12/2025) pagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui BPBD kembali mengirimkan bantuan logistik dalam jumlah besar lewat jalur laut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Linda Novanti, mengatakan seluruh bantuan sedang melalui tahap akhir penyortiran dan pengepakan di Posko Peduli Bencana Sumatera di Balai Kota. “Kami pastikan semua logistik siap dikirim besok pagi dan tidak ada yang tertinggal. Rencananya pengiriman dibantu Koarmatim melalui kapal laut,” kata Linda, Rabu, 10 Desember 2025.
Menurut Linda, BPBD juga melakukan pemeriksaan kualitas setiap barang yang akan dikirim. Proses ini meliputi pengecekan tanggal kedaluwarsa, kelayakan, hingga pencatatan berat barang. “Tidak hanya jumlahnya, tetapi juga kualitas barang harus benar-benar layak. Semua kami catat hingga berat per jenis barang,” jelasnya.
Bantuan yang disiapkan meliputi beras, mi instan, pampers bayi, baju bayi, selimut, sepatu boots, makanan siap saji, hingga obat-obatan. Nantinya, seluruh logistik akan diberangkatkan menggunakan empat dump truck dan dua truk penumpang.
Posko Peduli Bencana Sumatera di Balai Kota Surabaya masih banjir donasi. Hingga hari ini, telah terkumpul sekitar 5,5 ton beras dan mi instan, belum termasuk bantuan dana dari warga.
Gerakan gotong royong ini menjadikan Surabaya salah satu kota dengan respons kemanusiaan terbesar dalam bencana Sumatera. Hingga 8 Desember, Posko telah menyalurkan 29.976 paket sembako dan makanan, 7.035 perlengkapan sanitasi, 2.435 pakaian, 1.918 perlengkapan shelter dan perlindungan, 529.715 perlengkapan P3K dan kesehatan, 8.352 perlengkapan bayi dan ibu hamil, dan donasi dana yang terkumpul mencapai Rp758.598.721.
Bantuan tidak hanya datang dari lembaga resmi, tetapi juga individu dan komunitas.
Rendi, pegawai PLN Nusantara Power Paiton, bersama rekan-rekannya membawa bantuan sembako, alat kebersihan, hingga makanan ringan. “Semua dari donasi karyawan,” ujarnya.
Hal serupa dilakukan Gresta Eruana, guru SDN Kapasari 8 Surabaya, yang membawa donasi hasil penggalangan guru, wali murid, dan siswa. “Kami menyalurkan bantuan berupa uang agar bisa dibelikan sesuai kebutuhan di lokasi bencana,” ungkapnya.
Linda mengimbau masyarakat yang ingin berkontribusi agar menyalurkan bantuan melalui Posko Peduli Bencana di Balai Kota. Posko buka setiap hari, termasuk akhir pekan, pukul 08.00–21.00 WIB. Donasi uang dapat dikirim melalui rekening resmi yang tertera di media sosial Call Center 112.
Editor : Risfil Athon