Dari Hulu Migas ke Hulu Ekonomi Desa: Kisah Telur Asin yang Menetas dari Program MedcoEnergi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Saifullah, peternak bebek petelur bersama pegawainya dan Tim MedcoEnergi di kandang bebeknya. (dok: MedcoEnergi)
Saifullah, peternak bebek petelur bersama pegawainya dan Tim MedcoEnergi di kandang bebeknya. (dok: MedcoEnergi)

Jurnas.net - Suana pagi di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, selalu dimulai dengan suara yang sama, cekurukan bebek yang memenuhi udara. Di antara kepakan sayap dan riuh pakan yang ditabur, ada satu sosok yang berdiri paling sibuk.

Dia adalah Saifullah, 39, peternak bebek petelur yang kini menjadi wajah baru keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MedcoEnergi di Jawa Timur.

Namun di balik senyum dan tumpukan telur yang siap dipasarkan, tersimpan cerita yang lebih besar dari sekadar ternak bebek. Ini adalah kisah bagaimana industri hulu migas, membentuk perubahan sosial yang jarang terlihat oleh publik.

Banyak orang mengira industri migas hanya soal pengeboran sumur dan aliran produksi energi. Namun di Sampang, Jawa Timur, geliat pemberdayaan masyarakat bergerak seiring ritme operasi migas MedcoEnergi.

Saiful, demikian ia disapa, salah satu penerima manfaat program tersebut. Dulu hanyalah peternak rumahan dengan pengetahuan terbatas. Keterbatasan modal dan alat menjadi penghalang terbesar. Padahal, Desa Sejati memiliki potensi besar dalam peternakan bebek.

“Saya pernah gagal dalam usaha lele, dan waktu itu saya hampir putus asa," kenang Saiful, Minggu, 7 Desember 2025.

Program PPM MedcoEnergi Sampang hadir tidak sekadar memberi bantuan, tetapi membawa pendekatan menyeluruh. Mulai dari asesmen minat, pelatihan, pendampingan, hingga dukungan peralatan.

Dari pelatihan intensif di Blitar, lanjut Saiful, dirinya mulai belajar teknik pemeliharaan modern, pembuatan telur asin, manajemen usaha, hingga pemasaran.

Lalu bantuan datang bertahap sebanyak 600 bibit bebek, pakan, wadah, kemasan, vaksin, hingga plang usaha. Bagi sebagian orang, itu hanya barang. Bagi Saiful, itu adalah modal lahirnya Boster Farm, usaha yang mengubah hidupnya.

Saifullah, peternak bebek petelur di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kabupaten Sampang, Madura. (dok: MedcoEnergi)Saifullah, peternak bebek petelur di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kabupaten Sampang, Madura. (dok: MedcoEnergi)

Ketika Migas Menjadi Penggerak Ekonomi Lokal

Di berbagai wilayah operasi migas, masyarakat sering hanya melihat kilang dan fasilitas produksi. Namun MedcoEnergi menunjukkan bahwa operasi hulu migas juga membawa rantai nilai sosial dan ekonomi yang kuat.

Hasilnya tampak jelas di Desa Sejati, tempat Saiful usaha ternak bebek petelur. Per bulan, Saiful kini mengantongi Rp900 ribu, angka yang mungkin terlihat kecil di kota besar, tetapi sangat berarti bagi keluarga di wilayah pesisir Madura.

Lebih dari itu, usahanya menyerap enam tenaga kerja lokal, mulai dari perawat kandang, pembersih telur, hingga pekerja pengasinan. Kandang kecilnya kini telah menjadi sentra ekonomi mini. Sebagian pekerja adalah tetangganya sendiri, bukti nyata bahwa pemberdayaan dari hulu migas tidak berhenti di satu individu.

Dan jangkauan pemasarannya semakin luas. Saiful kebanjiran pesanan, di antaranya ke wilayah Kecamatan Kedungdung di Sampang sebanyak 300 butir, Banyuanyar 150 butir, Pengarengan 400 ekor bebek, Hotel di Pamekasan 150–200 butir, bahkan ke Surabaya sebanyak 300 ekor setiap dua minggu.

Boster Farm milik Saiful juga memasok telur asin premium yang kini banyak mendapat pujian karena rasa dan kualitasnya. "Harapan saya sederhana. Produk kami bisa jadi gizi bagi masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi desa," ujar Saiful.

Saifullah, peternak bebek petelur di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kabupaten Sampang, Madura. (dok: MedcoEnergi)Saifullah, peternak bebek petelur di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kabupaten Sampang, Madura. (dok: MedcoEnergi)

Dari Desa Sejati ke Jakarta: Telur Asin Masuk Festival Pojok UMKM

Kisah Saiful tidak berhenti di Madura. Ia menjadi salah satu UMKM yang dipamerkan pada Festival Pojok UMKM 2025 di The Energy Building, Jakarta, dalam gelaran besar yang mempertemukan 22 UMKM binaan MedcoEnergi dari onshore, offshore, hingga unit bisnis energi terbarukan.

Di gedung bertingkat tinggi itu, telur asin dari Sampang berdiri sejajar dengan Gula Aren Siwalan (Natuna), Beras Organik (Malaka), Sambal Salai Gabus (Grissik), Madu Kelulut (Natuna), dan lainnya.

Petinggi MedcoEnergi membuka Festival Pojok UMKM 2025 di The Energy Building, Jakarta. (dok: MedcoEnergi)Petinggi MedcoEnergi membuka Festival Pojok UMKM 2025 di The Energy Building, Jakarta. (dok: MedcoEnergi)

Festival dibuka oleh Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, yang menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM adalah DNA perusahaan sejak berdiri.

"UMKM yang kuat adalah fondasi ekonomi rakyat, dan kami ingin masyarakat di sekitar wilayah operasi tumbuh, mandiri, dan berdaya saing," kata Hilmi.

Di Hulu Migas, Ada Cerita-Cerita Kecil yang Menggerakkan

Program PPM MedcoEnergi membuktikan bahwa industri migas tidak harus berhenti pada eksplorasi dan produksi. Ia bisa menjadi ruang pembelajaran, inkubator ekonomi, hingga pemantik kemandirian masyarakat.

Kisah Saiful memperlihatkan hal itu. Dari kandang bambu, dari riuh bebek petelur, dari gagalnya budidaya lele, ia bangkit dan menemukan jalannya kembali. Dan di belakang itu semua, ada dukungan program yang dijalankan sistematis: asesmen, pelatihan, pendampingan, hingga akses pasar.

Jika listrik menggerakkan kota, maka program pemberdayaan seperti ini menggerakkan desa. Cerita Saiful adalah satu dari sekian bukti, bahwa energi tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menyalakan harapan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Berita Terbaru

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Jurnas.net - Di ujung barat Yogyakarta, Ririn Dwi Nurtyani, 17 tahun, dan keluarganya hidup sederhana dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya, Sutiono, 50 tahu…

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net — Peristiwa tragis meninggalnya seorang perempuan lanjut usia setelah kendaraan yang dikendarainya tercebur ke area proyek pembangunan gorong-gorong …

Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, EastFood dan ALLPACK Surabaya 2026 Siap Dongkrak Investasi dan Ekspor

Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, EastFood dan ALLPACK Surabaya 2026 Siap Dongkrak Investasi dan Ekspor

Senin, 15 Jun 2026 15:04 WIB

Senin, 15 Jun 2026 15:04 WIB

Jurnas.net – Kinerja ekonomi Jawa Timur yang tumbuh impresif pada Triwulan I 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor riil dan memperluas peluang i…

DPRD Jatim Soroti Dugaan Grup Gay di Surabaya, Lilik Hendarwati Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Karakter

DPRD Jatim Soroti Dugaan Grup Gay di Surabaya, Lilik Hendarwati Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Karakter

Senin, 15 Jun 2026 13:47 WIB

Senin, 15 Jun 2026 13:47 WIB

Jurnas.net – Terungkapnya sebuah grup media sosial di kawasan Surabaya Timur yang diduga berkaitan dengan aktivitas perilaku seksual menyimpang menjadi p…

Polres Situbondo Tangkap Dua Buronan Pencabulan Anak dan Curat di Bali

Polres Situbondo Tangkap Dua Buronan Pencabulan Anak dan Curat di Bali

Senin, 15 Jun 2026 12:27 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:27 WIB

Jurnas.net - Komitmen Polres Situbondo dalam memburu pelaku kejahatan yang mencoba melarikan diri dari jerat hukum kembali dibuktikan. Hanya berselang dua hari…

DPRD Jatim: Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp2 Juta Harus Dibuktikan dengan Komitmen Nyata, Bukan Pencitraan

DPRD Jatim: Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp2 Juta Harus Dibuktikan dengan Komitmen Nyata, Bukan Pencitraan

Senin, 15 Jun 2026 11:31 WIB

Senin, 15 Jun 2026 11:31 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menaikkan tunjangan guru non-ASN atau guru honorer …