Pangkas Birokrasi, Pemkot Surabaya Dampingi 5.250 UMKM Naik Kelas

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mila, salah satu pelaku UMKM di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Mila, salah satu pelaku UMKM di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mendorong Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) naik kelas tidak hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga dengan memangkas hambatan administratif yang selama ini menjadi kendala utama pelaku usaha kecil. Sepanjang tahun 2025, tercatat 5.250 UMKM di Kota Surabaya telah menerima intervensi komprehensif, mulai dari pelatihan pemasaran hingga pendampingan legalitas usaha.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan bahwa pendekatan pendampingan dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan keterampilan, tetapi juga memastikan UMKM memiliki fondasi legal yang kuat.

“Kami melihat banyak UMKM sebenarnya siap berkembang, tetapi terhambat urusan administrasi. Ada yang ingin mengurus sertifikat halal, tapi belum punya NIB. Ada yang ingin masuk marketplace, tapi mereknya belum terdaftar. Di situlah kami hadir untuk mendampingi hingga tuntas,” kata Mia, Selasa, 20 Januari 2026.

Pendampingan yang diberikan meliputi pelatihan pemasaran, sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Seluruh proses dilakukan secara terintegrasi agar pelaku UMKM tidak terjebak pada birokrasi berlapis.

Memasuki tahun 2026, Dinkopumdag menargetkan pendampingan terhadap 5.250 UMKM, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun, Mia menegaskan bahwa fokus tahun ini bergeser dari sekadar jumlah ke peningkatan kualitas usaha dan omzet.

“Target jumlahnya tetap, tetapi tahun ini kami menambahkan fokus pada dampak ekonomi. Pendampingan tidak boleh berhenti di legalitas, tetapi harus terasa pada peningkatan penjualan dan keberlanjutan usaha,” jelasnya.

Menurut Mia, UMKM yang telah memiliki legalitas lengkap cenderung lebih percaya diri mengikuti pameran, menerima pesanan skala besar, hingga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Hal ini menjadi kunci agar UMKM benar-benar naik kelas.

Dampak nyata program ini dirasakan para pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK). Mila Via (48), pemilik stan Angkringan Bestie di SWK Bendul Merisi, mengaku program Pemkot Surabaya menjadi titik balik kehidupannya.
Sebagai orang tua tunggal, Mila memulai usaha dengan keterbatasan modal setelah ditinggal suaminya. Dukungan fasilitas dari Pemkot Surabaya membuatnya mampu bertahan dan berkembang.

“Di sini rombong gratis, meja kursi ada, listrik, air, sampai Wi-Fi disediakan. Yang paling membantu, NIB dan sertifikat halal diuruskan secara kolektif dan gratis. Itu sangat meringankan,” ujarnya.

Tak hanya fasilitas, Mila juga merasakan dampak promosi melalui berbagai event kuliner yang digelar Pemkot Surabaya. Stan miliknya bahkan pernah meraih Juara 1 lomba kuliner antar-SWK pada kegiatan yang dihadiri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. “Dulu saya karyawan dengan gaji tetap, sekarang harus berpikir kreatif. Tapi di sini saya merasa didukung dan punya waktu lebih fleksibel untuk anak-anak,” katanya.

Hal serupa dirasakan M. Zainal Abidin (55), pedagang soto dan mie ayam yang telah berjualan di SWK Bendul Merisi sejak 2007. Meski sempat terpukul akibat pandemi, bantuan sarana prasarana dan legalitas gratis membuat usahanya tetap bertahan. Saat ini, Zainal mengaku mampu meraih omzet sekitar Rp5 juta per bulan, sebuah capaian yang sulit diraih tanpa dukungan fasilitas dan kepastian usaha.

“Semuanya difasilitasi, dari rombong sampai sertifikat halal. Modal saya tinggal bahan baku saja. Ini sangat membantu kami pedagang kecil,” pungkas Zainal.

Berita Terbaru

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Jurnas.net - Perayaan 25 tahun Partai Demokrat tidak hanya dimaknai sebagai penanda perjalanan politik partai. Di Jawa Timur, momentum tersebut dijadikan…

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi…

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Kesulitan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun menata masa depan. Semangat tersebut…

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Dinamika penyusunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan setelah Rapat Formatur Pertama digelar. Salah…

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memberikan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan…

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengamankan kembali aset berupa lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan…