Pemkot Surabaya Siapkan PSEL Kedua, Target Olah 800 Ton Sampah Jadi Energi Listrik per Hari

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pabrik pengelolaan sampah di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Pabrik pengelolaan sampah di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan pembangunan fasilitas kedua Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) guna menuntaskan sisa timbulan sampah yang mencapai sekitar 800 ton per hari. Jika proyek tersebut terealisasi, Surabaya akan memiliki dua fasilitas pengolahan sampah berbasis energi selain Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Benowo yang telah beroperasi saat ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan rencana pembangunan fasilitas tambahan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pengolahan sampah menjadi energi.

Menurut Dedik, regulasi tersebut memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi, salah satunya menggunakan teknologi insinerator.

“Surabaya saat ini sudah memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Benowo dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari. Sementara timbulan sampah kota mencapai sekitar 1.800 ton per hari,” kata Dedik, Selasa, 10 Maret 2026.

Artinya, masih terdapat sekitar 800 ton sampah per hari yang perlu ditangani melalui fasilitas tambahan. Dedik menjelaskan, pembangunan fasilitas PSEL kedua tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya. Seluruh pembiayaan akan ditanggung pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

Dengan skema tersebut, Pemkot Surabaya tidak perlu menanggung biaya pembangunan, penyusunan studi kelayakan (feasibility study), maupun membayar tipping fee seperti yang selama ini berlaku pada fasilitas pengolahan sampah di Benowo. “Usulan pembangunan ini sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu dan lokasinya telah disetujui, yaitu di kawasan Sumberejo. Lokasinya berbeda dengan fasilitas pengolahan sampah di Benowo,” jelasnya.

Fasilitas baru tersebut direncanakan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 ton berasal dari timbulan sampah Kota Surabaya. Untuk mengoptimalkan kapasitas pengolahan, Pemkot Surabaya juga membuka peluang kerja sama pengelolaan sampah secara aglomerasi dengan daerah sekitar seperti Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo.

“Dengan skema aglomerasi ini, volume sampah yang diolah bisa optimal sekaligus memperkuat kerja sama pengelolaan lingkungan di kawasan metropolitan,” ujar Dedik.

Proyek pembangunan fasilitas ini masuk dalam batch kedua program pemerintah pusat terkait pengolahan sampah menjadi energi. Saat ini pemerintah pusat masih fokus menyelesaikan tahap pengadaan proyek batch pertama.

Untuk batch kedua, termasuk proyek Surabaya, proses seleksi mitra pengembang diperkirakan dimulai pada April atau Mei 2026. Pemerintah pusat melalui Danantara akan menangani penyiapan kerja sama investasi, studi kelayakan, hingga pembangunan konstruksi. Sementara Pemkot Surabaya bertugas menyiapkan lahan serta melakukan konsultasi publik.

Jika proses lelang berjalan sesuai rencana, pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. “Jika Surabaya memiliki dua fasilitas pengolahan sampah berbasis energi, sistem pengelolaan sampah kota akan semakin terintegrasi. Distribusi pengiriman sampah juga bisa lebih efisien sekaligus menuntaskan sisa timbulan sampah,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kinerja Pemkot Surabaya dalam pengelolaan sampah, terutama melalui pengoperasian PLTSa Benowo yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik. Menurutnya, dari total sekitar 1.800 ton sampah per hari di Surabaya, sebagian besar sudah berhasil dikelola dengan baik.

“Salah satu kebanggaan kita adalah pengelolaan sampah di Benowo yang mampu menghasilkan energi listrik melalui PLTSa. Surabaya menjadi salah satu kota yang konsisten mengelola sampah menjadi energi listrik secara berkelanjutan,” ujarnya saat kunjungan di Surabaya.

Hanif menegaskan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tambahan menjadi langkah penting untuk menuntaskan sisa timbulan sampah yang masih ada. Namun ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pengolahan sampah harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam hal pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Pengelolaan sampah yang paling ideal dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan yang konsisten. Jika dipilah dengan baik, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bisa menjadi sumber daya ekonomi maupun energi,” pungkasnya.

Berita Terbaru

KA Singasari dan KA Bangunkarta Gunakan Sarana Stainless Steel New Generation per Hari Ini

KA Singasari dan KA Bangunkarta Gunakan Sarana Stainless Steel New Generation per Hari Ini

Rabu, 15 Apr 2026 20:00 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 20:00 WIB

Jurnas.net - Kereta Api Singasari dan Bangunkarta resmi menggunakan rangkaian kereta stainless steel new generation mulai 15 April 2026. Peremajaan itu dilakuka…

Pemkot Surabaya Jual Mobil Dinas, DPRD Dorong Peralihan Penuh ke Kendaraan Listrik demi Udara Bersih

Pemkot Surabaya Jual Mobil Dinas, DPRD Dorong Peralihan Penuh ke Kendaraan Listrik demi Udara Bersih

Rabu, 15 Apr 2026 17:34 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 17:34 WIB

Jurnas.net — Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjual puluhan kendaraan dinas berbahan bakar fosil dinilai sebagai bagian dari transformasi menuju p…

Geopark Ijen Targetkan Raih Green Card UNESCO, Jatim Siapkan Strategi Pertahankan Status Dunia

Geopark Ijen Targetkan Raih Green Card UNESCO, Jatim Siapkan Strategi Pertahankan Status Dunia

Rabu, 15 Apr 2026 15:31 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 15:31 WIB

Jurnas.net – Status kawasan Geopark Ijen sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) memasuki fase krusial. Tahun ini, geopark kebanggaan Jawa T…

Golkar Siapkan Generasi Baru, Zulfikar Arse: Tak Ada Promosi Tanpa Kaderisasi

Golkar Siapkan Generasi Baru, Zulfikar Arse: Tak Ada Promosi Tanpa Kaderisasi

Rabu, 15 Apr 2026 14:22 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 14:22 WIB

Jurnas.net – Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menegaskan bahwa k…

Polda Jatim Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi, Komodo hingga Trenggiling Bernilai Miliaran

Polda Jatim Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi, Komodo hingga Trenggiling Bernilai Miliaran

Rabu, 15 Apr 2026 13:06 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 13:06 WIB

Jurnas.net - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur membongkar praktik perdagangan dan penyelundupan satwa dilindungi yang diduga…

Ratusan Kader NasDem Turun Jalan, Desak Tempo dan Dewan Pers Uji Batas Etika Pers

Ratusan Kader NasDem Turun Jalan, Desak Tempo dan Dewan Pers Uji Batas Etika Pers

Rabu, 15 Apr 2026 12:19 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 12:19 WIB

Jurnas.net — Gelombang protes kader Partai NasDem di daerah mulai menguat. Di Jawa Timur, ratusan kader turun ke jalan sebagai respons atas laporan utama M…