Jurnas.net - Kabupaten Banyuwangi kembali menarik perhatian internasional. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, untuk menjajaki beragam peluang kerja sama strategis di berbagai sektor. Kunjungan ini menegaskan posisi Banyuwangi sebagai daerah yang semakin dilirik dalam peta diplomasi ekonomi global.
Usai bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Dubes Sergei menilai Banyuwangi memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan bersama. “Kami senang di sini, ada banyak peluang yang bisa dikerjasamakan. Kami melihat prospek kerja sama di bidang pariwisata, pertanian, hingga maritim,” kata Sergei, Jumat, 12 Desember 2025.
Sergei mengungkapkan diskusi yang berlangsung sangat produktif. Rusia, kata dia, terbuka untuk memperluas kerja sama daerah-ke-daerah (local to local cooperation), termasuk dengan Banyuwangi yang dinilai memiliki keunggulan komparatif.
Di sektor pariwisata, Sergei menyebut Banyuwangi sangat potensial menjadi tujuan wisata internasional. Rusia bahkan mengundang Banyuwangi untuk melakukan promosi pariwisata langsung ke Moskow dan kota-kota besar lainnya.
“Kami siap bekerja sama untuk pengembangan sektor pariwisata. Banyuwangi punya karakter yang kuat dan unik,” tegasnya.
Selain pariwisata, Rusia juga menunjukkan ketertarikan pada komoditas unggulan Banyuwangi, terutama kakao, serta potensi besar sektor kelautan untuk investasi maritim. "Kami melihat perkembangan positif dan peluang jangka panjang dari kemungkinan kerja sama ini,” ujar Sergei.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas kunjungan Dubes Rusia. Ia menilai langkah ini sebagai bagian dari semakin eratnya hubungan persahabatan antara Rusia dan Indonesia, termasuk kerja sama di tingkat daerah.
“Kami terbuka dan menyambut baik peluang kerja sama dengan Rusia. Kolaborasi lintas negara bukan hanya memperkuat diplomasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hingga teknologi,” kata Ipuk.
Ipuk menjelaskan bahwa Banyuwangi mengembangkan pariwisata dengan konsep ecotourism, menawarkan ketenangan, pengalaman alam, dan destinasi yang jauh dari keramaian. Konsep ini dinilai sejalan dengan karakter sebagian wisatawan internasional, termasuk dari Rusia.
Dengan garis pantai yang panjang serta potensi kelautan yang besar, Banyuwangi juga siap membuka peluang investasi di sektor wisata bahari, industri kelautan, hingga riset teknologi maritim.
“Kami melihat peluang pengembangan industri di bidang sains dan teknologi kelautan. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan memperkuat persahabatan jangka panjang,” pungkas Ipuk.
Editor : Syaiful Islam