Jurnas.net - Upaya pemulihan RSUD Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat banjir bandang menunjukkan hasil signifikan. Rumah sakit yang sebelumnya terendam lumpur hingga 40 cm itu kini telah bersih, rapi, dan siap kembali membuka layanan secara bertahap.
Transformasi kondisi rumah sakit ini tercapai melalui kerja gotong royong lintas sektor, mulai dari puluhan prajurit TNI, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan kesehatan, hingga tim teknis peralatan medis.
RSUD Aceh Tamiang menjadi fasilitas kesehatan paling parah terdampak banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut. Selain layanan lumpuh total, akses menuju area rumah sakit sempat tertutup puluhan kendaraan yang terseret arus.
Sebanyak 35 prajurit Kodim 0117/Aceh Tamiang diterjunkan untuk membuka akses yang tertutup. Saat pintu utama berhasil dibuka, kondisi ruangan dipenuhi lumpur tebal.
Sehari setelahnya, Kodim menambah kekuatan menjadi 80 personel dan mengerahkan satu mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat proses pembersihan seluruh area rumah sakit.
IGD dan Farmasi Kembali Steril
Kementerian Kesehatan melaporkan perkembangan besar setelah pembersihan berjalan intensif selama beberapa hari.
“Farmasi, IGD, dan koridor kembali rapi dan aman digunakan,” demikian keterangan resmi Kemenkes yang diterima Jurnas.net, Jumat, 12 Desember 2025.
Dinding dan lantai seluruh ruang utama telah dicuci bersih, peralatan medis diselamatkan, dan area kritis benar-benar disterilkan untuk memastikan standar layanan dapat kembali terpenuhi.
Dukungan juga datang dari mahasiswa Poltekkes Medan yang fokus membersihkan ruang operasi, ruangan yang memerlukan standar sterilitas tertinggi.
Sisi teknis alat kesehatan ditangani oleh tim Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan dengan melakukan pengecekan satu per satu terhadap seluruh alat yang terdampak banjir. Alat yang masih layak digunakan diidentifikasi, sementara yang rusak akan diperbaiki atau diganti.
Tim medis dan teknis dari RSUP H. Adam Malik Medan juga masih berada di RSUD Aceh Tamiang untuk memastikan IGD benar-benar siap dibuka dalam waktu dekat. "Sementara masa pemulihan berlangsung, sebagian pasien masih dialihkan, namun layanan IGD siap kembali berjalan,” kata Kemenkes.
Kementerian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa henti. "Terima kasih khusus kepada TNI, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang bergotong royong memulihkan layanan untuk warga Aceh Tamiang," pungkasnya.
Editor : Prabu Narashan