Jurnas.net - Kongres Persatuan Saudagar Bawean (PSB) ke II resmi menetapkan kepemimpinan baru organisasi yang digelar di Gresik, Sabtu, 13 Desember 2025. Melalui Pleno V, forum tertinggi pengambilan keputusan kongres, Asy’ari terpilih sebagai Ketua Umum PSB, sementara Muhammad Yahya Zaini ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSB periode 2025-2029.
Kongres yang diikuti sedikitnya 100 peserta dari kalangan pengusaha serta tokoh masyarakat Bawean dari berbagai daerah itu berlangsung demokratis dan kondusif. Selain menjadi ajang silaturahmi, kongres juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah strategis PSB ke depan.
Tokoh nasional asal Pulau Bawean, Muhammad Yahya Zaini, yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, hadir langsung dan membuka rangkaian kongres. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina terpilih, Yahya menegaskan pentingnya memperkuat fondasi organisasi agar PSB mampu menjawab tantangan zaman.
“Program PSB selama ini sudah dirasakan manfaatnya, mulai dari penguatan ekonomi hingga layanan sosial dan kesehatan. Ke depan, konsolidasi organisasi harus ditingkatkan, termasuk memperluas cabang di daerah-daerah tempat warga Bawean berada,” kata Yahya, dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa setelah sembilan tahun pascakongres pertama pada 2016, PSB perlu melangkah lebih jauh. Menurutnya, potensi jejaring saudagar Bawean tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga tersebar di berbagai negara.
“Saya memproyeksikan PSB Go Global. Pengusaha Bawean di dalam negeri harus bisa bersinergi dengan warga Bawean di luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura,” tegas politisi Fraksi Golkar tersebut.
Yahya bahkan mendorong pembentukan perwakilan PSB di luar negeri sebagai simpul silaturahmi sekaligus jaringan bisnis internasional. “Perwakilan PSB di Malaysia dan Singapura akan memperkuat kerja sama usaha dan membuka peluang ekonomi baru,” tambahnya.
Arah Organisasi dan Visi 2045
Sebagai Ketua Dewan Pembina, Yahya menegaskan bahwa kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang tidak hanya memilih ketua umum, tetapi juga merumuskan visi jangka panjang PSB hingga tahun 2045. Ia berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Asy’ari mampu menerjemahkan keputusan kongres menjadi program nyata dan terukur.
Yahya juga memberi perhatian khusus pada penguatan UMKM Bawean. Ia mendorong agar PSB aktif melakukan pembinaan, termasuk memfasilitasi produk unggulan Bawean untuk tampil dalam pameran-pameran berskala regional maupun nasional.
“PSB harus hadir memberi kontribusi langsung bagi UMKM. Salah satunya membuka akses promosi dan pasar agar pelaku usaha Bawean bisa naik kelas,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak PSB untuk terlibat aktif dalam program pemerintah yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan, seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Anggota PSB yang bergerak di bidang usaha bisa menjadi distributor atau pemasok koperasi desa maupun dapur MBG. Dari situ, ekonomi lokal bisa tumbuh dan berputar,” jelasnya.
Dihadiri Tokoh Berpengaruh
Kongres PSB ke II juga dihadiri sejumlah tokoh berpengaruh asal Bawean. Di antaranya Prof. Bahtiar Efendi, Guru Besar Fakultas Hukum Unissula Semarang, yang dikenal aktif membantu pemuda Bawean melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hadir pula Akhmad Fatah Yasin, IAI, pengusaha sukses di bidang desain arsitektur dengan brand Imajiner Arsitek.
Dengan ditetapkannya Asy’ari sebagai Ketua Umum dan Yahya Zaini sebagai Ketua Dewan Pembina, PSB diharapkan memasuki babak baru yang lebih solid, progresif, dan berorientasi global dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Bawean.
Editor : Amal