BNPB Targetkan Hunian Sementara Warga Aceh Rampung Sebelum Ramadan

author Prabu Narashan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TNI kebut pembangunan Hunian Sementara (Huntara) korban bencana di Aceh. (Humas BKP RI)
TNI kebut pembangunan Hunian Sementara (Huntara) korban bencana di Aceh. (Humas BKP RI)

Jurnas.net - Pemerintah mulai menggeser fokus penanganan bencana di Aceh dari sekadar tanggap darurat menuju pemulihan yang lebih bermartabat. Hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak ditargetkan rampung pada awal Februari 2026 atau sebelum Ramadan, agar masyarakat dapat menjalani bulan suci dengan rasa aman dan stabilitas kehidupan yang lebih baik.

Sambil menunggu proses pembangunan huntara selesai, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Sosial, TNI, dan Polri membangun pengungsian terpadu di sejumlah wilayah terdampak. Konsep pengungsian ini dirancang tidak hanya sebagai tempat berlindung, tetapi juga ruang pemulihan fisik dan psikologis.

“Pengungsian terpadu dibangun di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Di dalamnya ada layanan kesehatan, layanan psikososial, serta dapur umum. Huntara kami targetkan selesai sebelum pertengahan Februari atau sebelum awal Ramadan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu, 24 Desember 2025.

BNPB mencatat pembangunan hunian sementara dan hunian tetap dilakukan di sejumlah kabupaten/kota, meliputi Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Gayo Lues, dan Pidie. Huntara menjadi jembatan penting sebelum warga kembali ke rumah permanen, sekaligus menandai berakhirnya fase hidup di pengungsian darurat.

Di saat bersamaan, proses pembersihan wilayah terdampak terus dikebut. Personel gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan secara maksimal, bahkan bekerja hingga 18–20 jam per hari di beberapa titik, demi mempercepat pemulihan lingkungan dan membuka kembali ruang aktivitas ekonomi masyarakat.

“Upaya ini bukan hanya soal membersihkan lumpur dan puing, tapi mengembalikan denyut kehidupan warga,” kata Abdul.

Meski pemulihan mulai berjalan, tantangan masih besar. Hingga kini, tercatat 473.288 jiwa masih berada dalam status pengungsi di Aceh. BNPB memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi, baik bagi warga yang masih tinggal di pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah atau menumpang di rumah kerabat.

“Kebutuhan pangan dan nonpangan terus kami dukung agar masyarakat tetap terlindungi selama masa transisi ini,” ujarnya.

Setiap hari, sekitar 100 ton bantuan logistik diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju wilayah terdampak. Hingga 22 Desember 2025, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 1.266 ton, dengan sekitar 100 ton disiapkan sebagai buffer stock untuk mengantisipasi kebutuhan darurat lanjutan.

BNPB juga menyoroti tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pemulihan Aceh. Donasi dari berbagai elemen masyarakat menjadi penopang penting dalam menjaga kelancaran distribusi bantuan.

“Antusiasme dan solidaritas masyarakat sangat tinggi. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu saudara-saudara kita di Aceh,” tandas Abdul.

Berita Terbaru

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Jurnas.net - Perayaan 25 tahun Partai Demokrat tidak hanya dimaknai sebagai penanda perjalanan politik partai. Di Jawa Timur, momentum tersebut dijadikan…

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi…

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Kesulitan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun menata masa depan. Semangat tersebut…

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Dinamika penyusunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan setelah Rapat Formatur Pertama digelar. Salah…

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memberikan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan…

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengamankan kembali aset berupa lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan…