Diusir Paksa Ormas, Nenek 80 Tahun di Surabaya Kehilangan Rumah Tanpa Proses Hukum

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nenek Elina Wijayanti, 80, melihat puing-puing rumah setelah dirobohkan oleh ormas di Surabaya. (Istimewa)
Nenek Elina Wijayanti, 80, melihat puing-puing rumah setelah dirobohkan oleh ormas di Surabaya. (Istimewa)

Jurnas.net - Di usia 80 tahun, Nenek Elina Wijayanti seharusnya menikmati hari tua dengan tenang di rumah yang telah ia tempati selama belasan tahun. Namun pada 6 Agustus 2025, ketenangan itu runtuh bersamaan dengan robohnya rumah kecil di Dukuh Kuwukan, Sambikerep, Surabaya.

Sekitar 50 orang mengenakan kaos organisasi kemasyarakatan tiba-tiba menerobos pekarangan rumahnya. Tanpa surat resmi, tanpa putusan pengadilan, mereka mengklaim rumah itu telah dibeli. Klaim yang tak pernah disertai bukti.

“Saya sudah tinggal di sini sejak 2011. Tidak pernah menjual, tidak pernah transaksi, tidak ada proses hukum apa pun,” kata Nenek Elina, dengan suara bergetar.

Di dalam rumah itu, bukan hanya ia yang tinggal. Ada cucunya, Sari Murita Purwandari, suaminya Dedy Suhendra, seorang kerabat bernama Musmirah, serta dua balita yang masih membutuhkan perlindungan. Namun yang datang justru intimidasi.

Nenek Elina mengaku ditarik paksa keluar rumah. Kekerasan fisik membuat hidung dan bibirnya berdarah. Demi menyelamatkan anak-anak, keluarga itu tak mampu melawan. “Harta benda kami sertifikat rumah, sepeda motor, dan barang-barang pribadi diangkut pakai mobil pikap,” kata Elina.

Yang lebih menyakitkan, beberapa hari setelah pengusiran, alat berat datang. Tanpa papan pemberitahuan, tanpa segel hukum, rumah itu diratakan hingga tak bersisa. Dalam sekejap, ruang hidup yang dibangun bertahun-tahun hilang begitu saja.

Kini, Nenek Elina hidup menumpang di rumah kerabat. Tanpa tempat tinggal, tanpa dokumen penting, dan tanpa kepastian hukum. “Saya sudah lapor ke polisi atas pengusiran ilegal dan perusakan ini. Laporan resmi baru bisa tersampaikan pada 23 Desember 2025,” kata Nenek Elina.

Kasus ini bukan sekadar soal sengketa lahan. Ia menjadi potret rapuhnya rasa aman warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, ketika kekuatan massa menggantikan hukum. Di tengah kota besar seperti Surabaya, seorang nenek bisa kehilangan rumah tanpa satu pun proses pengadilan.

Di ruang digital, simpati publik mulai bergulir. Tagar #JusticeForNenekElina menyebar di Instagram dan TikTok melalui unggahan akun-akun lokal Surabaya dan Jember. Video-video yang merekam kronologi kejadian mengundang kemarahan sekaligus keprihatinan, meski belum menjadi trending nasional. 

"Saya hanya ingin keadilan. Supaya tidak ada nenek lain yang mengalami hal seperti saya,” kata Elina.

Berita Terbaru

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Jurnas.net - InJourney Management dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama pengembangan destinasi wisata candi. Ada sejumlah aspek yang dikembangka…

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Dampak kekerasan yang dialami anak-anak di daycare memerlukan penanganan serius. Bukan hanya penanganan, dampak kekerasan itu perlu deteksi dini pa…

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi oleh Polda Jawa Timur tak sekadar menjadi catatan penegakan hukum. Di balik angka k…