Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan genangan air di SDN Ujung V Surabaya setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu malam (4/1/2026). Melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, pemkot turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sekolah tetap aman dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan bahwa genangan air hanya terjadi di area lapangan sekolah dan tidak masuk ke ruang kelas. Saat peninjauan dilakukan, air di lapangan pun telah surut.
“Saya pastikan bersama jajaran Dinas Pendidikan untuk mengecek seluruh kondisi pascahujan, apakah masih ada titik-titik genangan. Alhamdulillah, kelas tidak tergenang dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal,” kata Febrina, Selasa, 6 Januari 2026.
Meski kondisi telah kembali normal, Dispendik Surabaya tetap melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Febrina menyebut, langkah antisipasi menjadi prioritas untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan peserta didik.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain pembersihan saluran air di sekitar sekolah serta koordinasi lintas perangkat daerah. Dispendik akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya guna menangani potensi genangan air di area sekolah.
“Kami juga berkoordinasi dengan DLH dan DPKP untuk memastikan saluran air di sekitar sekolah bersih dan alirannya lancar,” jelasnya.
Febrina mengungkapkan, genangan di lapangan SDN Ujung V terjadi akibat beberapa titik saluran air yang tidak berfungsi optimal, sehingga air hujan tertahan dan tidak mengalir keluar area sekolah.
Untuk itu, Dispendik bersama jajaran terkait akan melakukan pengecekan saluran secara serentak, tidak hanya di SDN Ujung V, tetapi juga di sekolah lain yang berpotensi mengalami kondisi serupa. Ke depan, Pemkot Surabaya juga akan menggandeng Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) guna mencari solusi teknis jangka panjang.
"Kemungkinan akan dibuatkan sodetan atau solusi teknis lain, agar air bisa segera surut ketika hujan deras,” pungkas Febrina.
Editor : Rahmat Fajar