Super Flu Merebak, Pemkot Surabaya Pilih Jalur Sunyi: Edukasi Publik Bukan Alarm Kepanikan

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustras super flu.
Ilustras super flu.

Jurnas.net - Alih-alih menebar rasa panik akibat isu “super flu” yang ramai dibicarakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih mengambil jalur berbeda. Pemkot memperkuat literasi kesehatan publik, menegaskan sistem deteksi dini, dan memastikan layanan kesehatan siap siaga tanpa memberi label wabah baru atau menstigma masyarakat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan hingga kini tidak ada laporan kasus super flu di Kota Pahlawan. Namun peningkatan mobilitas setelah libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi perhatian, terutama bagi warga yang baru kembali dari luar negeri.

“Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri,” kata Eri, Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Eri, prosedur skrining kesehatan di pintu masuk kota dan fasilitas layanan terus diperkuat, termasuk pengecekan suhu tubuh dan pemantauan gejala pernapasan. Namun ia menekankan bahwa kunci terpenting tetap ada pada kesadaran warga terhadap kondisi tubuhnya sendiri.

“Kalau merasa demam, batuk, pilek, atau badan tidak enak, jangan ditahan. Segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina menambahkan, istilah “super flu” bukan istilah medis resmi. Istilah itu biasanya hanya dipakai di ruang publik untuk menggambarkan influenza atau ISPA dengan gejala berat ataupun penyebaran cepat.

“Yang penting masyarakat tidak panik dan tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya. Informasi kesehatan sebaiknya diakses melalui kanal resmi pemerintah,” kata Nanik.

Saat ini Dinkes Surabaya memperkuat sejumlah langkah kunci, antara lain surveilans influenza dan ISPA di seluruh fasilitas kesehatan
kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit
penerapan ketat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), edukasi bagi balita, lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid. Serta setiap kasus gangguan pernapasan dicatat dan dianalisis harian untuk memetakan tren wilayah.

"Apabila ditemukan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Nanik.

Seluruh puskesmas di Surabaya kini dalam status siaga. Koordinasi lintas sektor diperkuat dengan rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Nanik mengingatkan gejala yang perlu diwaspadai, seperti demam mendadak, batuk pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan badan terasa lemas. “Jika gejala berat atau tidak membaik, segera periksakan diri. Terapkan PHBS, jaga daya tahan tubuh, serta etika batuk dan bersin,” pesannya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI melaporkan temuan kasus influenza A(H3N2) subclade K di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025. Kondisi tersebut masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan subclade lainnya.

Berita Terbaru

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Jurnas.net - Dugaan praktik politik uang dan transaksi jual beli suara dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi sorotan. Aktivis Nahdliyin, Haji…

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

  AMM Surabaya Dukung Larangan Diskotek Baru: Surabaya Harus Konsisten sebagai Kota Layak Anak SURABAYA — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Surabaya mendukung …

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, meluncurkan program Gebrak Bio (Gebrakan Bernilai Ekonomi Produk Biogas)…

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Jurnas.net - Upaya meningkatkan pemanfaatan instalasi biogas tidak berhenti pada produksi energi. Melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) progran Gebrakan…

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Jepara meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) K…

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah …