Pemerintah Bangun Pabrik Pengolah Sampah Jadi Energi Listrik di 34 Daerah: Investasi Capai Rp600 Triliun

author Firman

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (Humas BKP RI)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (Humas BKP RI)

Jurnas.net - Pemerintah akan memulai pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (PSEL) pada awal tahun ini. Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah strategis dalam mengurai persoalan sampah kota besar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa fasilitas PSEL akan dibangun di 34 kabupaten/kota yang saat ini menghadapi timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Pembangunan ini dinilai mendesak mengingat dampak tumpukan sampah terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik, yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin agar tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” kata Prasetyo, Jumat, 9 Januari 2026.

Prasetyo menjelaskan, proyek PSEL termasuk dalam 18 proyek hilirisasi strategis yang akan mulai dikerjakan pada periode Januari–Maret 2026. Seluruh proyek tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan, dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp600 triliun.

PSEL dirancang untuk mengolah sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi, baik panas, listrik, maupun bahan bakar alternatif. Pemerintah berharap teknologi ini dapat:
mengurangi volume sampah terbuka,
menekan risiko pencemaran dan penyakit,
sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti batu bara.

Selain PSEL, pemerintah juga akan memulai groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). DME merupakan produk hilirisasi batu bara berkalori rendah yang dapat digunakan sebagai pengganti LPG, sehingga berpotensi mengurangi impor.

“Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, program-program di bidang pertanian juga,” pungkas Prasetyo.

Dengan dua proyek besar tersebut, pemerintah menargetkan hilirisasi tidak hanya mendorong nilai tambah ekonomi, tetapi juga menjawab dua persoalan utama perkotaan: krisis sampah dan ketergantungan energi impor.

Berita Terbaru

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Jurnas.net – Upaya efisiensi anggaran tak lagi berhenti pada pemangkasan belanja, tetapi mulai menyentuh pola hidup aparatur sipil negara (ASN). Sekretariat D…

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – Di tengah tantangan menjaga keandalan jaringan listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) justru m…

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Jurnas.net – Di saat banyak lembaga pemerintah menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran dan skema kerja fleksibel, Sekretariat DPRD Jawa Timur justru m…

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Jurnas.net - Penegakan hukum lalu lintas di Jawa Timur mulai bergeser ke arah yang lebih modern dan responsif. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersama …

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Jurnas.net – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mulai menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya kasat mata. Di balik mekanisme formal, muncul “…

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Jurnas.net – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan respons tegas terkait kasus kekerasan anak yang terjadi di dayc…