Jurnas.net - Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang tidak sekadar penambahan fasilitas pendidikan baru. Kehadiran sekolah berasrama ini menjadi bagian dari strategi besar melahirkan calon pemimpin nasional dari Jawa Timur, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan karakter di wilayah ini.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut mendampingi dalam agenda tersebut.
Berdiri di atas lahan 30 hektare, kampus ini dirancang sebagai boarding school modern dengan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, asrama ksatrian, sarana olahraga, hingga pusat layanan taruna seperti Advance Study Center (ASC) dan English Study Center (ESC). Sekolah ini dibangun saat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan.
Khofifah menyebut keberadaan sekolah taruna di Jawa Timur akan memperkuat pembinaan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan wawasan kebangsaan yang kuat.
“Negeri ini tidak hanya membutuhkan generasi pintar, tetapi generasi pintar dan benar. Sekolah taruna membentuk karakter, integritas, sekaligus prestasi akademik,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan kurikulum SMA Taruna Nusantara dirancang terintegrasi — memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum khusus yang menanamkan kepemimpinan, kemandirian, kebangsaan, dan disiplin. Lingkungan belajar yang asri dan sistem asrama dinilai memperkuat pembinaan karakter taruna sehari-hari.
Khofifah berharap, kehadiran kampus Malang menjadi ruang bagi siswa Jawa Timur untuk tumbuh sebagai calon pemimpin Indonesia Emas 2045. “Insya Allah saat Indonesia Emas 2045, pemimpin emasnya lahir dari siswa-siswi Jawa Timur,” katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan dan kesehatan merupakan instrumen utama untuk membangun kesejahteraan, demokrasi, dan pengentasan kemiskinan.
“Kami meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang untuk mencari putra-putri terbaik bangsa yang unggul secara akademik, berakhlak, dan siap menjadi kader pemimpin masa depan,” ujarnya.
Prabowo mengatakan sekolah taruna merupakan model pendidikan yang lazim di banyak negara maju. Indonesia kini terus memperluas jaringan sekolah taruna, termasuk di Magelang, Malang, Cimahi, kawasan IKN, Minahasa, dan Sumatra Selatan.
Ke depan, Prabowo menargetkan renovasi 60 ribu sekolah dalam empat tahun serta pembangunan 20 Sekolah Garuda di tiap provinsi dan kabupaten/kota tertentu sebagai pusat pendidikan unggulan terintegrasi.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang bersih. "Sekolah taruna harus menanamkan akhlak, kepribadian yang bersih, dan melahirkan pemimpin yang jujur dan tidak korupsi," pungkas Prabowo.
Editor : Risfil Athon