Sekolah Rakyat Berstandar Internasional Mulai Dibangun di Banyuwangi, Tampung 1.000 Siswa Kurang Mampu

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekolah Rakyat Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Sekolah Rakyat Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Banyuwangi kembali menjadi lokasi strategis program nasional Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, pembangunan Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional dengan kapasitas hingga 1.000 siswa resmi dimulai di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Sekolah ini diproyeksikan menjadi model pendidikan inklusif nasional bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di atas lahan seluas 7 hektare yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tak sekadar gedung pendidikan, kawasan ini dirancang sebagai kampus pendidikan terpadu dengan konsep ramah lingkungan, aman, dan berorientasi pada pengembangan karakter.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut pembangunan Sekolah Rakyat ini sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang selama ini terkendala akses pendidikan berkualitas.

“Alhamdulillah, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Banyuwangi sudah dimulai. Sekolah ini berstandar internasional dan kami berharap prosesnya berjalan lancar. Ini adalah ikhtiar besar agar anak-anak dari keluarga kurang mampu punya kesempatan yang sama untuk sukses,” ujar Ipuk, Kamis, 22 Januari 2026.

Sekolah Rakyat di Banyuwangi dirancang dengan standar internasional, baik dari sisi arsitektur ruang belajar, kenyamanan, keamanan, hingga integrasi teknologi pendidikan. Meski demikian, desain bangunan tetap mengakomodasi arsitektur khas Banyuwangi, sehingga sekolah tidak terlepas dari konteks budaya lokal.

Fasilitas yang akan dibangun mencakup gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung ibadah, aula, serta sarana olahraga lengkap seperti lapangan sepak bola, basket, atletik, dan jogging track.
“Targetnya selesai Agustus tahun ini. Semua siswa Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati gedung sementara akan dipindahkan ke sini. Harapannya, anak-anak betah, nyaman, dan semakin semangat belajar karena sekolahnya aman dan fasilitasnya lengkap,” jelas Ipuk.

Saat ini, Banyuwangi telah mengoperasikan dua Sekolah Rakyat yang masih menempati bangunan sementara. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 berlokasi di Balai Diklat PNS Kecamatan Licin dan telah beroperasi sejak Juli 2025 dengan 125 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Selain itu, SRT 46 yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar, diresmikan pada September 2025 dan menampung 73 siswa dari berbagai jenjang. Pembangunan sekolah permanen ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter, dan keberlanjutan program Sekolah Rakyat di Banyuwangi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, menegaskan bahwa pembangunan sekolah mengedepankan prinsip keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses.
“Bangunan SD, SMP, dan SMA dibuat terpisah sesuai kebutuhan siswa. Asrama juga dipisahkan antara putra dan putri, serta disediakan asrama guru. Semua dirancang agar mendukung proses belajar yang aman dan manusiawi,” kata Suyanto yang akrab disapa Yayan.

Berita Terbaru

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Jurnas.net - InJourney Management dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama pengembangan destinasi wisata candi. Ada sejumlah aspek yang dikembangka…

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Dampak kekerasan yang dialami anak-anak di daycare memerlukan penanganan serius. Bukan hanya penanganan, dampak kekerasan itu perlu deteksi dini pa…

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Polda Jatim Bongkar Rantai Gelap BBM dan LPG Subsidi: 66 Kasus Rugikan Negara Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:29 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi oleh Polda Jawa Timur tak sekadar menjadi catatan penegakan hukum. Di balik angka k…