Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya membatasi penggunaan gawai di sekolah, tetapi juga membangun ekosistem perlindungan anak di ruang digital yang melibatkan orang tua, sekolah, dan aparat penegak hukum. Hal ini diwujudkan melalui sosialisasi Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/34733/436.7.8/2025 tentang Penggunaan Gawai dan Internet untuk Anak.
Kegiatan sosialisasi digelar di Convention Hall Surabaya, Rabu (14/1/2026), menghadirkan narasumber strategis dari Densus 88, Badan Narkotika Nasional (BNN), Forum Satu Data, hingga Polrestabes Surabaya. Tema kegiatan ialah “Gawai Sehat Masa Depan Hebat, Bersama Menumbuhkan Anak yang Aman, Cerdas, dan Beradab di Ruang Digital.”
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kebijakan ini lahir dari temuan lapangan soal paparan konten berbahaya terhadap anak, mulai radikalisme, pornografi, hingga kekerasan digital. “Ini bukan sekadar pembatasan HP, tetapi penguatan pemahaman orang tua dan sekolah untuk melindungi anak dari paparan konten berbahaya di internet,” tegas Eri.
Menurutnya, risiko utama justru muncul saat anak menggunakan gawai tanpa pendampingan karena orang tua terlalu sibuk. “Anak-anak bisa belajar hal berbahaya hanya dari HP. Ini sering terjadi ketika kasih sayang dan pengawasan tergantikan oleh gawai,” ujarnya.
Di lingkungan pendidikan, Pemkot Surabaya menerapkan aturan tegas: HP tidak digunakan selama jam pelajaran. Siswa diperbolehkan membawa gawai, tetapi wajib disimpan di loker dan hanya dipakai atas instruksi guru. Aturan yang sama juga berlaku bagi guru sebagai teladan.
Tak berhenti pada regulasi, Pemkot menyiapkan jalur pembinaan berjenjang jika anak terpapar konten negatif, melalui sinergi Dinas Pendidikan (Dispendik) dan DP3APPKB. “Kami siapkan pendampingan, peringatan, hingga pembinaan karakter. Kedisiplinan harus dimulai sekarang,” kata Eri.
Di sisi lain, Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan, kehadiran Densus 88, BNN, hingga kepolisian dimaksudkan memberi gambaran nyata bahwa ancaman digital terhadap anak adalah nyata dan serius.
“Masih banyak orang tua belum menyadari risiko radikalisme, terorisme, dan narkotika yang masuk lewat teknologi. Gawai punya sisi positif, tapi sisi negatifnya tajam jika tanpa kontrol,” jelasnya.
Dispendik akan menindaklanjuti sosialisasi ini dengan membentuk kelas literasi digital untuk orang tua di setiap sekolah. Mereka akan diajari cara mengecek aktivitas anak, mengenali situs berbahaya, hingga memeriksa aplikasi tersembunyi.
Kebijakan pengawasan juga diarahkan pada keterbukaan akses gawai anak, termasuk pembagian kata sandi sebagai bentuk perlindungan. “Anak punya hak privasi, tapi orang tua punya tanggung jawab menyelamatkan masa depan mereka,” tegas Febri.
Mulai pekan depan, pengawasan ditargetkan berjalan melalui laporan harian orang tua dan verifikasi acak sekolah. Tujuannya, menjadikan pengawasan digital bukan beban, tetapi tanggung jawab bersama.
Editor : Risfil Athon
Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB
Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB
Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB
Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB
Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB
Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB
Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB
Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB
Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB
Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB
Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB
Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB
Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB
Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB
Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB
Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…