Bidik Pasar Magnesia, PT Loka Targetkan Pendapatan Rp42,5 Miliar di 2026

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peringatan HUT PT Loka ke-107. (Istimewa)
Peringatan HUT PT Loka ke-107. (Istimewa)

Jurnas.net - Memasuki usia lebih dari satu abad, PT Loka Refractories (Wira Jatim Group) tak hanya bertahan sebagai pemain lama di industri refraktori, tetapi mulai memposisikan diri sebagai bagian penting dari rantai industrialisasi nasional. Pada 2026, perusahaan menargetkan pendapatan Rp42,5 miliar, dengan strategi memperluas penetrasi material refraktori berbasis magnesia yang selama ini masih didominasi produk impor.

Direktur PT Loka Refractories, Aria B. Soebagio, mengatakan ekspansi ke segmen magnesia menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang pasar yang selama ini belum tergarap optimal oleh produsen dalam negeri.

“Selama ini kami kuat di material alumina dan sebagian silica, hampir di seluruh konstruksi refraktori. Namun ke depan, basis material magnesia pasarnya jauh lebih besar dan akan kami garap lebih serius,” kata Aria, di sela peringatan HUT PT Loka ke-107, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menjelaskan kebutuhan material refraktori nasional mencapai sekitar 52.800 ton per tahun, namun produsen lokal baru menguasai sekitar 25 persen pangsa pasar itu pun mayoritas masih berbasis alumina. Padahal, dari total kebutuhan tersebut, 73 persen merupakan magnesia brick, sementara sisanya firebrick berbasis alumina dan silica.

“Ini menunjukkan ruang tumbuh industri refraktori nasional masih sangat besar, khususnya pada material magnesia,” jelasnya.

Aria optimistis, jika stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga pada 2026, permintaan refraktori akan terus meningkat seiring pertumbuhan sektor industri yang intensif panas tinggi. Selama ini, industri smelter menjadi pengguna terbesar dengan porsi sekitar 39 persen, disusul industri besi dan baja 23 persen, serta sektor lain seperti petroleum dan kimia, agroindustri, semen, kaca, dan keramik.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Loka tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga menyiapkan penguatan teknologi, riset dan pengembangan (R&D), serta kualitas sumber daya manusia. “Industri refraktori tidak boleh stagnan. Pengembangan teknologi dan R&D harus berjalan terus agar produk kita bisa bersaing, bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga kualitas dan daya tahan,” tegas Aria.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Loka, Lutfil Hakim, menilai potensi pasar refraktori di Jawa Timur masih sangat luas, terutama dari industri menengah dan kecil yang selama ini belum tergarap maksimal. “Selama ini PT Loka banyak mengerjakan proyek industri besar, termasuk BUMN. Padahal jika industri kecil dan menengah dikonsolidasikan, volumenya juga signifikan,” ujarnya.

Menurut Lutfil, pendekatan ke segmen tersebut akan menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasar PT Loka, sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai anak usaha Wira Group, BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

PT Loka Refractories sendiri berdiri sejak 1919 dan menjadi salah satu perusahaan refraktori tertua di Indonesia. Pada peringatan HUT ke-107, jajaran direksi juga memberikan penghargaan kepada karyawan berprestasi sepanjang 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

Berita Terbaru

Rokok Lokal Madura Bidik Pasar Asia: RBS Siapkan Ekspansi Internasional

Rokok Lokal Madura Bidik Pasar Asia: RBS Siapkan Ekspansi Internasional

Minggu, 01 Mar 2026 02:28 WIB

Minggu, 01 Mar 2026 02:28 WIB

Jurnas.net - Pulau Madura selama ini identik dengan komoditas garam. Namun di balik itu, industri rokok lokal juga tumbuh dan berupaya menembus pasar nasional…

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Jurnas.net - Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur mulai mengerucutkan fokus pengawasan terhadap dua bank milik daerah, yakni Bank Jatim dan Bank UMKM…

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-52 tahun, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menegaskan komitmennya untuk terus “naik kelas” melalui transformasi tata k…

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Jurnas.net - Menyambut bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperluas makna pengabdian tak hanya…

PKB Desak Audit Risiko sebelum Setujui Tambahan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

PKB Desak Audit Risiko sebelum Setujui Tambahan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

Senin, 23 Feb 2026 20:07 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:07 WIB

Jurnas.net - Pembahasan Raperda Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp300 miliar kepada PT Jamkrida Jatim memanas di parlemen. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa…

IM3 Perkuat Keamanan Digital Ramadan: Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

IM3 Perkuat Keamanan Digital Ramadan: Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

Senin, 23 Feb 2026 19:07 WIB

Senin, 23 Feb 2026 19:07 WIB

Jurnas.net - Momentum Ramadan tak hanya identik dengan peningkatan ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga lonjakan aktivitas digital masyarakat. Mulai dari…