Dispendukcapil Surabaya Tegaskan Isu Kebocoran Data Hoaks, Ini Penjelasannya

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto. (Humas Pemkot Surabaya)
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa isu dugaan kebocoran data kependudukan melalui situs resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang ramai di media sosial adalah informasi tidak benar. Data yang ditampilkan bukan hasil peretasan, melainkan bagian dari strategi verifikasi administrasi kependudukan untuk memastikan layanan publik tepat sasaran.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa informasi yang muncul di laman resmi tersebut merupakan data warga tahun 2024 yang tidak ditemukan keberadaannya saat dilakukan verifikasi lapangan oleh petugas kelurahan melalui program jemput bola. Hingga pertengahan 2024, alamat domisili warga tersebut belum dapat dipastikan.

“Ini bukan kebocoran data. Justru ini bagian dari mekanisme resmi agar warga yang bersangkutan mengetahui statusnya dan segera melakukan klarifikasi ke kelurahan,” kata Eddy, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurut Eddy, keterbukaan terbatas ini menjadi langkah penting untuk menjaga keadilan distribusi layanan dan anggaran daerah. Data kependudukan yang tidak mutakhir berpotensi menyebabkan bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, hingga program ekonomi tidak tepat sasaran.

“Validitas domisili menentukan apakah intervensi pemerintah benar-benar diterima warga yang berhak. APBD harus digunakan untuk warga yang secara de facto tinggal di Surabaya,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa informasi yang ditampilkan di website telah melalui proses pengamanan data, dengan penyamaran elemen sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama lengkap. Dengan begitu, hanya warga yang bersangkutan yang dapat mengenali datanya sendiri.

“Tidak ada data utuh yang dibuka. Identitas disamarkan. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan alamat sesuai kondisi riil di lapangan,” jelas Eddy.

Dispendukcapil Surabaya juga menegaskan bahwa sistem keamanan data administrasi kependudukan tetap terjaga dan berada dalam standar pengelolaan data pemerintah. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh narasi di media sosial yang belum terverifikasi.

Eddy mengingatkan warga yang telah berpindah tempat tinggal namun belum memperbarui alamat agar segera melapor ke kantor kelurahan setempat. “Pembaruan alamat itu penting, bukan hanya soal administrasi, tapi juga memastikan hak warga atas layanan publik tetap terlindungi,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Diwarnai Cium Bendera Merah Putih, Kader Didorong Jaga Lingkungan

Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Diwarnai Cium Bendera Merah Putih, Kader Didorong Jaga Lingkungan

Senin, 01 Jun 2026 17:03 WIB

Senin, 01 Jun 2026 17:03 WIB

Jurnas.net – Pelantikan 206 pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban berlangsung dengan nuansa berbeda. Tidak h…

Hari Lahir Pancasila, Paduan Suara Dihadirkan di Stasiun Ajak Pelanggan Lantunkan Lagu Indonesia Raya

Hari Lahir Pancasila, Paduan Suara Dihadirkan di Stasiun Ajak Pelanggan Lantunkan Lagu Indonesia Raya

Senin, 01 Jun 2026 13:32 WIB

Senin, 01 Jun 2026 13:32 WIB

Jurnas.net -  KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menghadirkan paduan suara untuk menyanyikan secara langsung Lagu Kebangsaan Indonesia Raya memperingati Har…

KAHMI Jatim Gelar Lomba Karya Ilmiah dan Desain Logo Muswil 2026, Ajak Pelajar hingga Alumni Beradu Gagasan

KAHMI Jatim Gelar Lomba Karya Ilmiah dan Desain Logo Muswil 2026, Ajak Pelajar hingga Alumni Beradu Gagasan

Senin, 01 Jun 2026 11:13 WIB

Senin, 01 Jun 2026 11:13 WIB

Jurnas.net – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur, menjadikan rangkaian Gebyar Muharam sebagai momentum memperkuat t…

Promosikan UMKM, KAI Services Sajikan Kuliner Legendaris Khas Banyuwangi di Kereta Api

Promosikan UMKM, KAI Services Sajikan Kuliner Legendaris Khas Banyuwangi di Kereta Api

Senin, 01 Jun 2026 10:32 WIB

Senin, 01 Jun 2026 10:32 WIB

Jurnas.net – Penumpang kereta api yang melintasi Banyuwangi kini dapat menikmati cita rasa khas ujung timur Pulau Jawa tanpa harus turun dari perjalanan. M…

Ritual Seblang Bakungan Banyuwangi Sedot Wisatawan saat Libur Iduladha, Warisan Budaya Berusia 387 Tahun

Ritual Seblang Bakungan Banyuwangi Sedot Wisatawan saat Libur Iduladha, Warisan Budaya Berusia 387 Tahun

Senin, 01 Jun 2026 08:13 WIB

Senin, 01 Jun 2026 08:13 WIB

Jurnas.net – Di tengah arus modernisasi dan perkembangan pariwisata yang semakin pesat, masyarakat Suku Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, B…

Khofifah Ubah Jadwal WFH ASN Pemprov Jatim Jadi Setiap Jumat Mulai Juni 2026, Layanan Publik Tetap Normal

Khofifah Ubah Jadwal WFH ASN Pemprov Jatim Jadi Setiap Jumat Mulai Juni 2026, Layanan Publik Tetap Normal

Minggu, 31 Mei 2026 15:07 WIB

Minggu, 31 Mei 2026 15:07 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) tetap berlanjut pada Juni…