Mahasiswa PTS Terancam DO, Wali Kota Eri Siapkan UKT Gratis untuk Keluarga Miskin

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menunjukkan keberpihakan serius terhadap akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Ia mengaku prihatin setelah mengetahui banyak mahasiswa dari keluarga miskin yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) terancam putus kuliah akibat kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT).

Keprihatinan tersebut mencuat usai Eri menerima curahan hati para rektor PTS yang tergabung dalam Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur. Dalam pertemuan itu terungkap, mayoritas mahasiswa dari keluarga Desil 1–5 justru tersebar di PTS, bukan di perguruan tinggi negeri.

“Saya miris mendengar ada mahasiswa hampir di-DO hanya karena telat bayar UKT. Padahal mereka dari keluarga tidak mampu,” kata Eri, Senin, 26 Januari 2026.

Eri menegaskan, sebagai kepala daerah ia memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan UKT bagi mahasiswa PTS dari keluarga Desil 1–5, sekaligus merevisi Peraturan Wali Kota (Perwali) lama terkait tata cara pemberian beasiswa.

“Yang harus saya sentuh sesuai sumpah jabatan adalah orang miskin. Bukan segelintir orang kaya. Maka mahasiswa di PTS yang tidak mampu juga harus dibantu agar bisa menjadi sarjana dan mengubah nasib keluarganya,” tegasnya.

Berdasarkan data awal yang dihimpun dari para rektor, jumlah mahasiswa tidak mampu di PTS mencapai ratusan orang. Di antaranya, di STIESIA Surabaya saja tercatat sekitar 300 mahasiswa berasal dari keluarga prasejahtera.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Eri meminta Disbudporapar Kota Surabaya segera melakukan sinkronisasi data antara Pemkot dan PTS.

Langkah ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang berhak. "Data dari PTS akan kami cocokan dengan data pemkot. Kalau sudah sesuai dan masuk Desil 1–5, maka akan kami berikan bantuannya,” jelasnya.

Tak hanya mahasiswa baru, bantuan UKT juga akan menyasar mahasiswa aktif yang tengah mengalami kesulitan finansial. Eri menegaskan, tidak akan ada lagi mahasiswa Surabaya yang gagal kuliah hanya karena faktor ekonomi. “Yang masih kuliah tapi tidak bisa membayar UKT dan masuk Desil 1–5, akan kita tutup UKT-nya. Ini untuk menggerakkan program Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana,” ungkapnya.

Eri juga memastikan, program UKT gratis ini tidak dibatasi kuota. Mahasiswa bebas memilih PTS manapun di Surabaya, selama memenuhi kriteria dan lolos seleksi yang jujur dan transparan. “UKT itu urusan pemerintah dengan perguruan tinggi. Yang penting anak-anak ini punya kesempatan yang sama dan pemerintah benar-benar hadir untuk mereka yang tidak mampu,” katanya.

Sementara itu, Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto, menilai kebijakan Wali Kota Eri sebagai terobosan berani dan progresif. Ia menyebut, selama ini mahasiswa dari keluarga miskin memang banyak tersembunyi di PTS. “Ini bisa menjadi gerakan yang revolusioner. Ternyata keluarga Desil 1–5 melimpah di PTS,” ujar Budi yang juga Rektor Universitas Wijaya Putra.

Ia berharap bantuan pendidikan dari Pemkot Surabaya dapat berjalan konsisten dan tepat sasaran, sehingga target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana benar-benar tercapai dengan melibatkan perguruan tinggi swasta. “PTS siap berkontribusi dan mengawal peningkatan kualitas pendidikan, karena tanggung jawab mencerdaskan bangsa juga ada di kami,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Diterjang Hujan dan Puting Beliung, PLN UIT JBM Gerak Cepat Pulihkan Transmisi Surabaya

Diterjang Hujan dan Puting Beliung, PLN UIT JBM Gerak Cepat Pulihkan Transmisi Surabaya

Rabu, 11 Feb 2026 18:35 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Hujan deras disertai petir dan angin puting beliung yang melanda Kota Surabaya, Selasa malam (10/2), mengakibatkan gangguan serius pada jaringan…

Memikul Kota dalam Diam: Selamat Jalan Mas Awi

Memikul Kota dalam Diam: Selamat Jalan Mas Awi

Rabu, 11 Feb 2026 13:58 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 13:58 WIB

Jurnas.net - Hidup tak pernah benar-benar mudah bagi Adi Sutarwijono (biasa dipanggil Awi atau Adi). Namun beliau memilih menjalaninya dengan kepala tegak dan…

Dari Desa di Bawean ke Pimpinan Pusat BAZNAS, Jejak Pengabdian Syarifuddin untuk Negeri

Dari Desa di Bawean ke Pimpinan Pusat BAZNAS, Jejak Pengabdian Syarifuddin untuk Negeri

Rabu, 11 Feb 2026 12:37 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 12:37 WIB

Jurnas.net - Pulau Bawean kembali menorehkan kebanggaan. Dari Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, lahir seorang putra daerah yang kini…

Banyuwangi Kunci Inflasi dari Hulu: Ipuk Gerakkan 4K dan 97 Toko Inflasi Jelang Ramadan

Banyuwangi Kunci Inflasi dari Hulu: Ipuk Gerakkan 4K dan 97 Toko Inflasi Jelang Ramadan

Rabu, 11 Feb 2026 11:24 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 11:24 WIB

Jurnas.net - Menjelang Ramadan dan Idulfitri, banyak daerah fokus pada operasi pasar saat harga mulai melonjak. Namun di Banyuwangi, pendekatan yang ditempuh…

Gus Atho Siap Perjuangkan Insentif Guru TPQ dan Perbaikan Jalan Desa di Mojokerto

Gus Atho Siap Perjuangkan Insentif Guru TPQ dan Perbaikan Jalan Desa di Mojokerto

Rabu, 11 Feb 2026 10:29 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 10:29 WIB

Jurnas.net - Reses bukan sekadar agenda rutin legislatif. Bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, Ahmad Athoillah (Gus Atho), reses adalah…

Selamat Jalan Mas Awi, Politisi Kalem yang Mengabdi dalam Senyap untuk Surabaya

Selamat Jalan Mas Awi, Politisi Kalem yang Mengabdi dalam Senyap untuk Surabaya

Selasa, 10 Feb 2026 22:27 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 22:27 WIB

Jurnas.net - Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Adi Sutarwijono, yang akrab disapa Mas Awi, wafat pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB…