Lindungi Siswa Miskin, Pemkot Surabaya Kucurkan Bansos Rp350 Ribu per Bulan ke SMA Swasta

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelajar SMA swasta Surabaya mendapat bantuan sosial (bansos). (Humas Pemkot Surabaya)
Pelajar SMA swasta Surabaya mendapat bantuan sosial (bansos). (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penyesuaian kebijakan bantuan pendidikan dengan mengalihkan skema beasiswa menjadi bantuan sosial (bansos) yang difokuskan bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat di sekolah swasta. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur yang menegaskan bahwa pendidikan SMA negeri sederajat tidak boleh memungut biaya apa pun dari peserta didik.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 80 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa kepada Pemuda Warga Kota Surabaya, yang kini dikenal sebagai program Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya. Salah satu perubahan mendasar dalam perwali ini adalah pengalihan bantuan pendidikan menjadi bansos yang dianggarkan melalui APBD Kota Surabaya Tahun 2025.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kebijakan ini diambil untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi, sekaligus melindungi warga Surabaya dari potensi beban biaya pendidikan.

"Kalau saya memberikan bantuan ke SMA negeri, itu berbenturan dengan surat edaran Gubernur. SMA negeri itu tanggung jawab provinsi dan sudah dinyatakan gratis sepenuhnya. Maka Pemkot Surabaya fokus membantu siswa di sekolah swasta,” kata Eri, Rabu, 28 Januari 2026. 

Menurutnya, penyaluran bantuan ke SMA negeri justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan administrasi di kemudian hari. Karena itu, Pemkot Surabaya memilih mengambil peran strategis pada sektor yang belum sepenuhnya tercover oleh kebijakan provinsi. “Jangan sampai nanti dianggap kekeliruan kebijakan. Di SMA negeri sudah jelas gratis penuh sesuai SE Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa,” tegasnya.

Lebih jauh, Eri menekankan komitmennya agar tidak ada lagi siswa dari keluarga miskin di Surabaya yang terbebani biaya pendidikan tambahan, termasuk pungutan untuk kebutuhan non-akademik. “Karena ini wilayah Surabaya, jangan aneh-aneh. Kalau masih ada yang nagih uang ke warga miskin Surabaya, mau itu seragam atau map rapor, ya berhadapan dengan saya dan Cak Ji,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, menjelaskan bahwa bansos pendidikan ini diberikan khusus kepada siswa SMA sederajat di sekolah swasta yang telah masuk dalam penganggaran APBD 2025.

“Kalau tahun lalu siswa SMA negeri dan swasta sama-sama menerima uang saku Rp200 ribu, tahun ini kebijakannya berubah. Bantuan difokuskan ke SMA swasta sederajat dalam bentuk bansos pendidikan sebesar Rp350 ribu per siswa per bulan,” jelas Arief.

Berbeda dari skema sebelumnya, bansos tersebut disalurkan langsung ke rekening sekolah, bukan ke rekening siswa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan dan menjamin keberlanjutan sekolah siswa hingga lulus. “Uangnya langsung masuk ke rekening sekolah, sehingga biaya pendidikan anak-anak ini terjamin. Sekolah juga tidak boleh lagi memungut iuran tambahan karena sudah menerima bansos tersebut,” tegasnya.

Selain bansos pendidikan, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan seragam dan sepatu bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat di sekolah swasta. Sementara untuk siswa SMA negeri, bantuan difokuskan pada seragam putih abu-abu, pramuka, dan sepatu.

Arief menambahkan, sasaran utama program ini adalah siswa dari keluarga miskin, pra miskin, yatim, piatu, dan yatim piatu, khususnya yang masuk dalam Desil 1 hingga 5, dengan prioritas utama pada Desil 1 dan 2.

Untuk memastikan kebijakan ini dipahami secara menyeluruh, Pemkot Surabaya telah melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah SMA negeri dan swasta sederajat, dengan pendampingan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sosialisasi tersebut dilakukan secara daring pada 29 September 2025 dan secara luring pada 11 November 2025.

Melalui kebijakan ini, Pemkot Surabaya berharap intervensi di sektor pendidikan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Harapannya tidak hanya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tetapi juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan di Kota Surabaya,” pungkas Arief.

Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…