Kampung Nelayan Modern Banyuwangi, Dari Pusat Produksi ke Destinasi Wisata Seafood

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Wajah baru pesisir Banyuwangi tengah dibentuk. Tak lagi sekadar tempat berlabuh perahu nelayan, kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, kini disiapkan menjadi ruang terpadu antara produksi perikanan, pengolahan hasil laut, dan wisata kuliner. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diproyeksikan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi unggulan wisata seafood di Jawa Timur.

Kawasan kampung nelayan modern ini dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai bagian dari program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Lokasinya berdekatan dengan sentra kuliner Fish Market Kampung Mandar yang lebih dulu dikembangkan Pemkab Banyuwangi, sehingga membentuk satu koridor wisata bahari baru.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, KNMP tidak hanya memperkuat sektor perikanan, tetapi juga memperluas pengalaman wisata berbasis laut. “Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini akan menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi,” kata Ipuk, Senin, 2 Februari 2026.

Pembangunan KNMP Banyuwangi dimulai pada September 2025 dan kini telah mencapai progres sekitar 97 persen. Tahapan pekerjaan yang tersisa merupakan penyempurnaan bangunan dan penataan kawasan pendukung sebelum resmi dioperasionalkan.

Yang menarik, kawasan ini dirancang dengan pendekatan budaya. Bangunan-bangunan KNMP mengusung arsitektur khas Suku Osing, lengkap dengan ornamen batik Gajah Oling. Enam unit bangunan utama mengadopsi bentuk rumah adat Osing, memadukan sentuhan modern dengan kearifan lokal pesisir Banyuwangi.

“Desain ini memberi identitas kuat, bahwa ini bukan kawasan nelayan biasa, tetapi kampung modern yang berakar pada budaya lokal,” jelas Ipuk.

Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Secara fungsional, KNMP Banyuwangi dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan, mulai dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, balai pertemuan, pabrik es, hingga unit pengolahan hasil laut. Tak hanya itu, kawasan ini juga disiapkan sebagai sentra kuliner bahari baru yang memungkinkan wisatawan menikmati hasil laut segar langsung dari sumbernya.

“Kampung nelayan modern ini dirancang terintegrasi. Nelayan tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi juga mendapatkan nilai tambah melalui pengolahan dan wisata,” terang Ipuk.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menambahkan bahwa KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional. Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia. “Program ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelas Suryono.

Menurutnya, KNMP akan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Nelayan akan dilibatkan dalam rantai nilai, mulai dari produksi, pengolahan, hingga layanan wisata. “Kami lengkapi kawasan ini dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, dan ruang pemberdayaan nelayan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Setelah seluruh pekerjaan fisik tuntas, pengoperasian kawasan akan menunggu proses serah terima aset dari pemerintah pusat. Selanjutnya, pengelolaan KNMP direncanakan dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dibentuk. “Setelah BAST, kawasan ini akan dikelola koperasi agar benar-benar menjadi milik dan sumber kesejahteraan nelayan,” pungkas Suryono.

Berita Terbaru

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW untuk Gen Z Harus Berdampak Nyata, Ini Syaratnya

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW untuk Gen Z Harus Berdampak Nyata, Ini Syaratnya

Senin, 16 Feb 2026 06:19 WIB

Senin, 16 Feb 2026 06:19 WIB

Jurnas.net - Eri Cahyadi menegaskan bahwa bantuan dana Rp5 juta per bulan untuk setiap RW di Kota Surabaya tidak diberikan secara cuma-cuma. Anggaran yang…

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, mengingatkan seluruh kader agar kembali pada ruh dasar kelahiran Golkar, yakni sebagai…

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan arah baru strategi politik partainya dalam menghadapi Pilkada dan Pemilu 2029. Golkar,…

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan optimisme tinggi terhadap kekuatan Partai Golkar di Jawa Timur dalam menghadapi Pilkada…

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadi salah satu penopang utama kemenangan Partai Golkar…

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Jurnas.net - Sejarah baru politik nasional tercatat dari Jawa Timur. Untuk pertama kalinya di Indonesia, 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat…