Polres Gresik Dinilai Tak Profesional, Komnas Anak Desak Polda Jatim Ambilalih Kasus Siswi SD Dicolok Tusuk Bakso

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komnas Perlindungan Anak Jatim, Febri Kurniawan Pikulun. (Istimewa)
Ketua Komnas Perlindungan Anak Jatim, Febri Kurniawan Pikulun. (Istimewa)

Jurnas.net - Ketua Komnas Perlindungan Anak Jatim, Febri Kurniawan Pikulun, mendesak Polda Jawa Timur menangani kasus siswi korban perundungan di Kabupaten Gresik. Sebab, kata dia, kasus tersebut yang ditangani Polres Gresik terkesan ditutupi.

"Saya merekomendasikan penyidikan dilakukan secara profesional, bisa melalui dosen Universitas, pihak psikologi Polda Jatim. Tujuannya agar kasus ini tidak terkesan ditutup-tutupi. Florkan saja agar kasus ini tidak terulang kembali lagi, dan sekolah harus bertanggung jawab," kata Febri, dikonfirmasi, Kamis, 21 September 2023.

Tak hanya itu, Febri juga mempertanyakan hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), oleh dokter spesialis mata RSUD Ibnu Sina Bambang Tuharianto. Sebab, dokter Bambang mengklaim tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, pada korban siswi SAH yang mengalami kebutaan setelah dicolok tusuk bakso.

Oleh karena itu, Febri akan terua menggali data kasus perundungan siswi di sebuah SD di Kecamatan Menganti. "Dokter itu tidak menyebutkan tidak terjadi luka, pendarahan, dan kekerasan. Hanya disebut ada penurunan penglihatan saja. Lalu saya tanyakan, apa yang menyebabkan penurunan mata tersebut?. Apa hubungan dengan hasil psikologis anak tersebut. Karena ini saling keterhubungan, dan tak bisa dipisahkan," jelasnya.

Hasi dari pemeriksaan mata dan psikologis, lanjutnya, nantinya bisa dijadikan bahan penyidikan polisi. Sehingga aparat penegak hukum bisa menentukan pelakunya seperti apa.

"Ini sebenarnya simpel, hanya saja laporan dari kejadian dugaan tindakan cukup lama. Tidak ada laporan sejak kejadian tanggal 7 Agustus, lalu juga ada kabar tidak ditanggapi oleh pihak sekolah hingga korban melaporkan tanggal 28 Agustus. Hasilnya visum pun tidak bekerja maksimal," katanya. (Mal/Red)

Berita Terbaru

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Jurnas.net - DiDesa Kayuputih, Situbondo, berdiri sebuah bangunan kayu tua yang kini lebih sering disebut langgar atau musala. Sederhana bentuknya, tetapi…

Copet di Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya Dibekuk Polisi Berkat Rekaman CCTV

Copet di Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya Dibekuk Polisi Berkat Rekaman CCTV

Senin, 12 Jan 2026 08:27 WIB

Senin, 12 Jan 2026 08:27 WIB

Jurnas.net - Kasus pencurian dompet di kawasan wisata religi Sunan Ampel, Surabaya, kembali membuktikan pentingnya sistem pengawasan dan kepedulian jamaah…

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Lamongan, Strategi Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Lamongan, Strategi Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

Senin, 12 Jan 2026 07:15 WIB

Senin, 12 Jan 2026 07:15 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya menggelar pasar murah, tetapi sekaligus mengubah pendekatan intervensi harga dengan menyasar…

Polda Jatim Tangkap Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Bangkalan

Polda Jatim Tangkap Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Bangkalan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:06 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:06 WIB

Jurnas.net - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kini tidak hanya…

Gus Lilur Desak KPK Buka Jejak Dana Korupsi Kuota Haji, dan Pemeriksaan Ketum PBNU Jika Ada Bukti

Gus Lilur Desak KPK Buka Jejak Dana Korupsi Kuota Haji, dan Pemeriksaan Ketum PBNU Jika Ada Bukti

Sabtu, 10 Jan 2026 11:48 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) sekaligus Owner Kabantara Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, atau Gus Lilur, mendesak Komisi…

Eri Cahyadi Nyatakan Perang terhadap Premanisme di Surabaya: Lapor Ditindak 2×24 Jam dan Gratis

Eri Cahyadi Nyatakan Perang terhadap Premanisme di Surabaya: Lapor Ditindak 2×24 Jam dan Gratis

Sabtu, 10 Jan 2026 08:56 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 08:56 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan sikap “zero tolerance” terhadap praktik premanisme yang kerap mengganggu aktivitas usaha. Hal itu dis…